Pages

Senin, 10 September 2012

Gapoktan Sungai Jambu Adakan Pertemuan dengan Gubernur Sumbar

Tanah Datar – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis menghadiri acara pertemuan petani Organik, Minggu (9/9), di areal Pertanian Milik Kelompok Tani Tanah Pandu Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan.
 
Kegiatan rembug petani yang diikuti sebanyak 100 orang petani organik ini juga dihadiri Anggota DPRD Sumbar Sultani, Kepala Dinas Pertanian Sumbar Djoni,Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Ediarman, Camat Aslamudin, dan Wali Nagari Amlis.

Gubernur Irwan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kemauan petani Kab. Tanah Datar khususnya petani di Nagari Sungai Jambu dalam menerapkan prinsip-prinsip pertanian organik. “Pemerintah Provinsi Sumbar akan selalu mendorong dan membantu petani yang serius dan mempunyai kemauan tinggi dalam menerapkan pertanian organik untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tambahnya.

Ia mengakui bahwa anggaran pemerintah daerah cukup terbatas dalam pengembangan sektor pertanian sehingga pemerintah akan memprioritaskan anggaran kepada petani yang serius dan memiliki kemauan tinggi dalam membangun pertanian organik. Pemprov Sumbar, sedang menggalakan gerakan pensejahteraan petani (GPP) yang intinya agar petani mampu meningkatkan pendapatannya dan memiliki penghasilan yang cukup. “Hal ini dapat dicapai bila petani mampu mengolah lahan pertanian yang subur ini dengan baik. Tapi bila tidak diolah dan dibiarkan kosong maka akan sia-sia dan menjadi lahan kritis,” tuturnya.

Sementara itu, Wabup Hendri Arnis pada kesempatan itu mengatakan bahwa kebijakan Pemkab Tanah Datar dalam pembangunan ekonomi masyarakat tetap bertumpu pada sektor pertanian. “Pembangunan ekonomi masyarakat selalu kita kaitkan dengan pengentasan kemiskinan. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian agar pemerataan pembangunan ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, pada sektor pertanian, upaya peningkatan produksi pangan dilaksanakan melalui Padi Tanam Sabatang (PTS), percepatan tanam, pemakaian benih unggul dan pupuk organik, serta pengendalian hama penyakit secara terpadu.   Disamping itu, petani juga dimotivasi untuk pemakaian pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hijau dan lain-lain dengan tujuan untuk mengembalikan struktur tanah yang sudah terdegradasi (menurun). “Kita berharap petani di Tanahdatar dapat meningkatkan hasil pertaniannya, sehingga dapat mencapai swasembada pangan dan akhirnya dapat mensejahterakan petani dan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Gapoktan Nagari Sungai Jambu Era mengatakan petani di nagari ini telah menerapkan sistem pertanian organik khususnya budidaya sayuran organik seperti cabe, wortel, buncis, terung, dan bawang. “Melihat pengalaman petani lain yang berhasil meningkatkan produksi sayuran organik, maka kita juga menerapkan sistem pertanian organik ini,” katanya.

Ia melihat keberhasilan sistem budidaya sayuran organik ini karena tidak menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya. “Selain itu bertanam sayuran organik dapat mengurangi biaya produksi dan mengurangi serangan hama penyakit karena menggunakan pupuk organik dan bahan alami yang ada disekitar kita,” tuturnya.

Penerapan pertanian organik, dapat memperbaiki kesuburan tanah, menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, memelihara agens hayati dalam pengendalian hama penyakit secara terpadu, serta mempertahankan struktur tanah yang dibutuhkan.

tanahdatar.go.id 9 September 2012

0 komentar:

Posting Komentar