Pages

Selasa, 24 Maret 2015

Sumbar Kembali Berdayakan Fasilitator PNPM Perdesaan

PADANG (24/3) – Seiring dengan berakhirnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan yang telah berlangsung sejak tahun 2007 juga dihentikan. Namun, program serupa tetap dilangsungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemen Desa-PDTT).

“Untuk itu, pendamping atau fasilitator PNPM yang sudah berpengalaman dan sempat menganggur selama tiga bulan di tahun 2015 karena sempat ditiadakan, kita berdayakan kembali,” demikian kata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno usai membuka pertemuan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Senin (23/3).

Irwan menjelaskan fasilitator PNPM yang sempat menganggur akan mulai bekerja pada April 2015, seiring turunnya kucuran dana desa. Di Sumbar sendiri tercatat 880 nagari akan menerima dana desa dengan besaran masing-masing 300 – 500 juta Rupiah, tergantung dari luas wilayah, jumlah penduduk, dan kondisi pembangunan di nagari yang dimaksud.

“Bulan April dana desa yang bersumber dari APBN Perubahan 2015 akan turun. Untuk itu, fasilitator PNPM Perdesaan akan kita jadikan pendamping dana desa. Mereka terlebih dahulu menginventarisasi aset yang telah terealisasi melalui kegiatan PNPM. Apakah berbentuk infrastruktur atau kegiatan simpan pinjam. Selanjutnya, pendamping akan mengarahkan penggunaan dana desa untuk kegiatan lanjutan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Syafrizal mengakui selama ini program PNPM Perdesaan dengan total anggaran Rp1,8 triliun, ternyata mampu menurunkan angka kemiskinan dan membuat masyarakat sejahtera, melalui pembangunan infrastruktur dan mendorong kegiatan perekonomian.

“Untuk itu, kurang lebih 500 fasilitator PNPM Perdesaan dari 12 Kabupaten di Sumatera Barat sudah sepantasnya diberdayakan kembali untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan diwujudkan dalam kegiatan yang nyata,” kata Syafrizal.

Syafrizal menambahkan Gubernur Sumbar berharap agar seluruh elemen PNPM dapat melaksanakan tugas, baik memberikan pendidikan maupun membebaskan masyarakat dari kemiskinan, dengan cara cerdas meskipun tidak mudah.

“Lakukan dengan cara cerdas meskipun tidak mudah, karena dengan bersama-sama kita bisa menuntaskan segala permasalahan yang ada di Sumatera Barat yang tercinta ini,” pungkasnya.

pks.or.id

0 komentar:

Posting Komentar