Pages

Minggu, 03 Mei 2015

Pusat Kebudayaan Sumbar, Perpaduan Modern dan Tradisional

Padang, Obsessionnews – Taman Budaya dibangun lebih dari sekedar tempat untuk ruang latihan/ workshop tari, musik, drama, sandiwara dan puisi serta ruang seminar, juga memiliki nilai kearifan lokal yang berkembang dalam kultur masyarakat Minang.

Gedung seluas 23.000 meter per segi yang mirip kapal itu dibangun berarsitek modern dengan konsep mempertahankan kultur lokal. Gedung yang terdiri dari 3 bagian, yaitu ber arsitektur tradisional, modern dan post modern.

Bangunan menyerupai kapal yang berada di kawasan objek wisata terpadu Pantai Padang, sebagai perwujudan ber arsitektur post modern yang siap berlayar mengarungi samudera.

Bangunan yang memiliki nilai kearifan lokal tergambar dari tiga pilar bangunan yang menjulang tinggi ke atas, yaitu sebagai tigo tungku sajarangan merupakan unsur kepemimpinan ninik mamak, kepemimpinan alim ulama dan kepemimpinan cerdik pandai.

“Tiga bangunan bagonjong itu, ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai. Jadi pas dengan kultur budaya kita,” kata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat dihubungi obsessionnews.com Minggu (3/5).

Pekerjaan proyek bangunan gedung dimulai 10 April 2015 yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Bangunan gedung menggambarkan tiga pilar, dimana bangunan utama sebagai center point merupakan perpaduan bentuk atap gonjong dengan kubah masjid, sebagai simbol masyarakat Minang yang religious.

Fasilitas yang tersedia diantaranya, kantor pengelola, perpustakaan, ruang latihan/ workshop tari, workshop drama/sandiwara/puisi, workshop mussik, ruang seminar/diskusi, auditorium, gallery , ruang pameran/umum, dan cineplex. Fasilitas penunjang akan dibangun seperti lobby/receptionist/ informasi, masjid/mushola, restoran/ café, fitness centre, music room, uusat oleh-oleh, medan bapaneh, play ground, toilet, security dan parkir.

Irwan Prayitno berharap pembangunan gedung bisa segera selesai sehingga para budayawan, sanggar dan seni bisa berkreasi. Gubernur Sumbar ini menambahkan, gedung tersebut juga berfungsi sebagai shelter untuk menyelamatkan diri apabila terjadi gempa yang diiringi stunami.

Disamping itu juga difungsikan sebagai tempat parkir, sehingga pengunjung yang datang berwisata ke Pantai Padang tidak lagi memarkir kendaraan di sepanjang badan jalan. Pengunjung yang datang berwisata dapat menikmati keindahan pantai dengan berjalan kaki. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews 3 Mei 2015

0 komentar:

Posting Komentar