Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Rabu, 15 Juli 2015

Pilgub Sumbar Tiga Pasang

PADANG, HALUAN — Peta pertarungan calon gubernur Sumatera Barat semakin me­ngerucut. Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (IP-NA) telah men­deklarasikan diri sebagai pasa­ngan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung partai Gerindra dan PKS. Keluarnya surat yang ditandatangani Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto  juga mempertegas pertalian dua belah pihak sudah mendekati final jelang pendaftaran di KPU pada 26 Juli mendatang. Gerindra yang memiliki 8 kursi di DPRD Sum­bar dan PKS yang memiliki 7 kursi, menjadikan duet ini klop dengan 15 kursi.
Apa yang sudah dideklara­sikan ini, mengundang perhatian banyak pihak tentang nasib pasa­ngan Mulyadi-Fauzi Bahar dan Muslim Kasim- Shadiq Pasadigoe  (MK-SP) yang sudah digadang-gadang sejak lama.

Lahirnya putusan Mahkamah Konstutusi (MK) yang meminta anggota dewan mundur dan lahir­nya deklarasi IP-NA, semakin memperkuat keputusan MK-SP untuk maju. Bahkan, DPD Gol­kar Padang yang sebelumnya bersuara lantang mendukung Hendra Irwan Rahim, kini malah bersuara lantang menyuarakan Shadiq Pasadigoe. Artinya be­berapa dukungan sudah mengarah ke pasangan ini.
Plt Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar Zulkenedi Said menga­takan, belum ada putusan resmi, tetapi petunjuk dari pusat mem­perlihatkan adanya restu untuk pasangan ini. “Kami sudah me­ngajukan tiga nama, yaitu Muslim Kasim, Sha­diq Pasadigoe, Syamsu Rahim. Tampaknya ya  pusat merestui hubungan ini (MK-SP, red) dan kami siap berkoalisi dengan PPP,” ucap Zulkenedi ketika dihubungi, Selasa (14/7).

Meskipun di tubuh Golkar kubu Agung sudah ada sinyal, Golkar kubu ARB menyatakan siap memberi kejutan di detik-detik pendaftaran, siapa calon yang akan diusung. Baik Golkar kubu Agung dan Golkar kubu ARB memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan calon masing-masing. Jika ternyata calon yang diajukan kedua kubu orang yang sama, ini tidak masa­lah. Tapi jika dua kubu memun­culkan calon yang berbeda, maka pusat akan menjadi penentu.

“Kami saat ini hanya wait and see dulu. Habis lebaran, baru kami bergerak,” kata Ketua Pen­jaringan Calon Kepala Daerah Golkar Yulman Hadi.

Di tubuh PPP sendiri, Ketua Penjaringan Calon Kepala Daerah PPP kubu Martias Tanjung juga mulai mengambil ancang-ancang agar pasangan MK-SP maju. PPP malah berencana menjalin trio bukan duet untuk pasangan gu­bernur Sumbar. Yaitu, Muslim Kasim, Shadiq Pasadigoe dan Syamsu Rahim.
Hingga kini, PPP memang belum mententukan siapa saja pasangan yang akan diusungnya. PPP sebagai partai peraih 8 kursi di DPRD Sumbar, menginginkan pada kesempatan kali ini menjadi pengusung bukan pendukung dan memilih calon yang akan menang.

Asrinaldi sendiri mengaku, pihaknya diundang dalam sebuah pertemuan para partai politik di Singapura beberapa waktu lalu. Namun, dengan alasan lain, pi­hak­nya memilih tidak menghadiri pertemuan.

“Kami sudah menjalin diskusi hingga tengah malam, tapi kepu­tusan juga belum didapat. Kami harap calon maupun masyarakat bersabar. Kami ingin calon yang menang,” ucapnya. Asrinaldi sendiri melihat, tren di masya­rakat untuk pemilihan gubernur masih belum berubah. Tetap melihat para calon sebagai orang yang sudah berusaha dari bawah.

Batanggo naiak, bajanjang turun. Masyarakat masih me­makai prinsip ini,” ucap Asri­naldi.
Artinya, masyarakat tidak akan menjatuhkan pilihan begitu saja jika tidak melihat perjuangan yang dilakukan para calon. Para calon yang sering bertemu mas­yarakat, memulai usahanya dari bawah lebih dihargai, Karena sudah memiliki ikatan emosional yang cukup tinggi. Seperti hubu­ngan bupati dengan niniak mamak maupun wakil bupati dengan tokoh masyarakat.

Kemudian, dengan kondisi ini, duet antara Mulyadi dan Fauzi Bahar akan semakin menguat. Ketua DPD Demokrat Sumbar Josrizal Zain tidak membantah jika duet ini kemungkinan besar terjadi. Koalisi besar pun siap tercipta. Yaitu Demokrat (8), PAN (8), Nasdem (6), Hanura (5), PDIP (4), PBB (1) dan PKB (1) hingga menghasilkan 33 kursi.

“Kami harapkan dalam dua hari ini selesai. Sebagai anggota dewan, Mulyadi perlu membi­carakan ini dengan keluarga be­sar­nya tentang rencana mundur. Hanya tinggal menunggu itu saja,” ucap Josrizal.
Di lain pihak, meskipun su­dah disebut-sebut akan mengusung pasangan Fauzi Bahar dan Mul­yadi, Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman menyatakan belum memberikan dukungan terhadap pasangan Mulyadi-FB.

“Kami hingga saat ini masih mengharapkan pertarungan head to head terjadi di Sumbar dan sedang mengusahakan itu,” ucap Alex mewakili  Koalisi Sumbar Bangkit.

Hal yang sama juga dikemu­kakan DPW Nasdem Sumbar. Ketua Tim Pilkada DPW Nas­dem Sumbar, Marsa Nova An­desra mengatakan bahwa, apapun isu atau wacana yang berkembang di luar Nasdem tidak terlalu mempersalahkan, karena seja­tinya DPW Nasdem Sumbar te­tap menunggu putusan dari DPP terkait siapa nama calon gubernur dan wakil yang akan diusung.
“Kita masih menunggu kepu­tusan dari DPP,” katanya.

Ia berasumsi bahwa DPP sudah mengantongi nama-nama orang yang akan diusung untuk pilkada Sumbar, namun ke DPW DPP belum mau sampaikan. Yang jelas pasangan calon dari Nasdem itu akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

“Waktunya belum kita pasti­kan, yang jelas sebelum 26 Juli atau sebelum pendaftaran ke KPU,” ujar Andes yang juga merupakan Wakil Ketua DPW Nasdem Sumbar.

Sementara itu, Sekretaris DPW Nasdem Sumbar, Marhadi Effendi mengatakan keputusan MK tentang pencalonan beberapa waktu lalu membuat peta politik di Sumbar kacau. Calon yang awalnya sudah memiliki pasangan bubar lagi karena pasangan mere­ka yang dari DPR dan DPRD memilih mundur dari calon.

Terkait dengan pertemuan Singapura, Sekretaris penyaringan Calon Kepala Daerah (Cakada) DPW Nasdem Sumbar Budi Pra­koso menyebutkan tak satupun wakil Nasdem yang ikut serta pada iven itu. “Itu urusan yang ber­temu, bukan juga membicarakan koalisi. Nasdem sejauh ini belum menentukan koalisi dengan siapa. Nasdem belum kemana-mana,” lanjut Joe lagi.

Sekarang, Nasdem sedang melakukan finalisasi pasangan calon dan koalisi di tingkatan DPP. Dipastikan Joe, Nasdem tak akan picik dalam menentukan koalisi dalam Pilgub mendatang. Nasdem tidak akan melihat larat partai, apakah dari kubu KMP atau KIH.  “Tidak ada kubu-kubuan. NasDem siap berkoalisi dengan siapa saja. Arahnya, Nasdem ingin play to win. Koalisi dengan siapa saja bisa,” kata Joe.

IP Tetap Ungggul

Pengamat Politik dari Uni­versitas Andalas Asrinaldi me­nilai, dengan kemungkinan tiga pasangan calon gubernur yang akan muncul, pasangan IP-NA tetap berada di posisi teratas. Besarnya kekuatan IP-Na ini bisa dilihat dari posisi IP sebagai petahana, memiliki mesin politik yang baik dan memiliki relawan yang militan dan tidak dimiliki partai lain.

“Tidak hanya itu, NA sebagai penguasa Pesisir Selatan selama dua periode tidak bisa diabaikan. Jika tidak 100 persen, 80 persen suara bisa diraih di Pessel untuk Nasrul Abit,” katanya.

Kemudian, IP sebagai peme­gang kekuasaan selama lima tahun di Sumbar, telah memulai usahanya-usahanya sejak jauh hari. Jika saat ini calon lain masih sibuk dengan rapat-rapat, maka IP lebih banyak bergerak di tengah masyarakat.

“Jika calon lain ingin menya­ingi atau membuat seimbang, maka dalam waktu enam bulan ini harus bergerak habis-habisan. Menciptakan relawan yang mili­tan dan menciptakan mesin po­litik yang bergerak aktif,” ucapnya.

Terhadap Mulyadi sendiri, Asrinaldi melihat apa yang dila­kukan oleh Mulyadi dengan menebar spanduk, sosialisasi di tengah masyarakat sudah mem­buahkan hasil yang positif mes­kipun belum maksimal.

Kemudian jika melihat kekuatan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) untuk Muslim Kasim, Asrinaldi sedikit melihat keraguan di tubuh ang­ggota paguyuban ini. Ia sendiri mengakui bahwa PKDP pa­guyu­ban yang solid, namun ada  faktor lain yang membuat tidak semua anggota PKDP memberikan du­kungan.

Jika membandingkan elekta­bilitas masing-masing calon saat ini, Asrinaldi melihat IP masih memiliki elektabilitas yan cukup tinggi dibanding yang lain.

Di sisi lain, Koordinator LSI Sumbar Edi Indrizal justru me­nge­mukan sebaliknya. Pilgub ini begitu berat bagi IP. Ia sendiri menilai, dari peta Pilgub di Sumbar, jumlah petahana yang bertahan dengan yang berguguran sangat sedikit.

“Beratnya Pilgub ini bagi IP, juga dilihat dari posisi lawan yang bisa mengimbangi IP sebagai petahana. Baik itu dari sisi po­pularitas, kesukaan, maupun basis massa,” ucap Edi.

Edi melihat, Mulyadi dan Shadiq Pasadigoe merupakan lawan yang perlu diwaspadai IP, dibanding yang lain. Hal ini jika melihat basis massa yang dimiliki kedua lawannya ini. Mulyadi yang menguasai, Agam, Bukitinggi, Limapuluh Kota dan Paya­kum­buh dan Shadiq dengan Tanah Datar yang memiliki suara ter­banyak setiap pemilu. Sementara IP lebih aktif bergerak di dapil Sumbar I yaitu Padang.

Hingga saat ini Edi melihat kemungkinan dua pasangan calon gubernur Sumbar masih terbuka lebar. Namun, jika munculnya tiga pasang calon tak terbendung, maka posisi Mulyadi dengan pasa­ngan­nya cukup kuat disusul dengan Shadiq bersama MK. (h/eni/mg-rin)

harianhaluan.com 15 Juli 2015

Jumat, 10 Juli 2015

1.200 Personil Amankan Lebaran di Sumbar

PADANG, HALUAN — Dua pertiga kekuatan Polri di Sumbar, plus instansi terkait seperti TNI, Dishub dan Pol PP serta unsur lainnya, terlibat pengamanan Lebaran melalui Operasi Ketupat Singgalang 2015.

Pasukan yang terlibat, unjuk kekuatan dalam apel yang dipimpin Gubernur Irwan Prayitno di Ruang Terbuka Hijau Taman Imam Bonjol Padang, Kamis (9/7).  Gubernur mengatakan, dua pertiga kekuatan itu yang jumlahnya mencapai 1.200 personil itu akan dibagi di 84 pos pengamanan dan pelayanan mudik untuk mengamankan lalu lintas.

Diperkirakan jumlah pemudik pada tahun ini meningkat hingga 20 persen dibanding lebaran tahun sebelumnya. Pemudik akan memuncak pada H-3 sampai pada H+3 lebaran.

Dalam hal ini, kepolisian dan instansi terkait juga bekerjasama dengan pihak Jasa Raharja menghadapi lebaran 1436 dimulai dari H-7 sampai H+7. Kerjasama ini antara lain, adanya pos di Lading Padi Lintas Sumatra Kota Padang, Terminal Aur Kuning Bukittinggi dan Terminal Bareh Solok.

“Secara protap dan SOP kegiatan operasi ketupat Singgalang sudah berjalan lancar termasuk laporan tahun lalu, juga sukses. Untuk itu, diharapkan tahun ini akan lebih baik lagi,” ujar Irwan.
Sementara itu, beberapa lokasi rawan macet di Sumbar akan dipetakan menjadi 24 lokasi yang tersebar di Padang-Bukittinggi-Payakumbuh-Malibo Anai-Sitinjau Lauik-Jalur Masuk Jam Gadang-Pasar Pa­dang Luar Kilometer 86.

Sejumlah daerah juga meng­gelar apel serupa di wilayah masing-masing. Kapolres Sijun­jung AKBP Dwi Sulistyawan pada apel tersebut mengatakan, ada 222 personil yang terlibat dalam operasi serupa di Sijunjung.

“Untuk mengantisipasi keja­ha­tan di masyarakat, kami tugas­kan anggota untuk melakukan patroli dan mengawasi kawasan-kawasan rawan tindak kejahatan, seperti pencurian serta aksi keja­hatan lainnya” ungkapnya.

Dwi menambahkan pengama­nan Lebaran juga dibantu dari jajaran TNI untuk mem-back up pengamanan, dan juga dibantu dari Dishub, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

Di Batusangkar, Kapolres Tanah Datar AKBP Nina Febri Linda menyebutkan tahun ini operasi ketupat juga didukung unsur TNI, Pol PP, Dishub, BPDB, Dinas PU dan Kesehatan. Sedangkan, ada 315 personil yang terlibat, 206 di antaranya adalah anggota Polri. Hal ini dikatakan Nina pada  apel gelar pasukan pengamanan Idul Fitri 1436 H di depan lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Kamis (9/7).

“Tahun ini kita mendirikan empat Posko, dua posko pela­yanan yaitu di Ombilin dan Sungai Tarap, dua Pospam yaitu di depan lapangan Cindua Mato dan di Lima Kaum,” sebut Kapo­lres AKBP Nina Febri Linda.

Dikatakan Nina, selama Ra­madan setiap hari Polres bersama jajaran hingga Polsek rutin meng­gelar razia miras dan berbagai jenis mercon yang mengganggu masyarakat dalam melaksanakan ibadah. “Saat ini sebanyak 60 ribu buah mercun dengan berbagai jenis dan merek kita musnahkan, ini sangat mengganggu masya­rakat dalam melaksanakan iba­dah shalat tarwih dan sahur dan shalat subuh,” sebut Kapolres.

Sementara itu, Kepolisian Resor Agam melibatkan 243 personil untuk  Hari Raya Idul Fitri 1436 (Lebaran) Hijriah Tahun 2015. Menurutnya seluruh personil sudah dipersiapkan sebaik mungkin sehingga pelak­sanaan operasi ketupat bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono, usai apel gelar pasukan pengamanan, hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah,  di halaman Mako Polres Agam, Kamis (9/7). Ia mengatakan sejak jauh- jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan kesiapan dalam menyongsong, pengamanan operasi ketupat.  (h/mg-win/ogi/fma/yat)

harianhaluan.com 10 Juli 2015

Rabu, 08 Juli 2015

Pagi Salat Istisqa, Malam Hujan Mulai Turun

PADANG, HALUAN — Se­la­ma bulan puasa ini Kota Padang dan daerah lainnya mengalami kemarau berke­panjangan. Hujan tak turun-turun. Tanaman meranggas karena kekeringan.
Melihat kondisi de­mi­kian, Pemerintah Kota Pa­dang menggelar salat Istisqa (salat minta hujan) di pela­taran parkir Kantor Balai­kota di Aia Pacah, Selasa (7/7). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Padang terlihat khu­syuk mengikuti pelaksanaan salat tersebut.

Sekitar pukul 08.00 Wib, seluruh ASN sudah ber­kumpul di halaman parkir Balaikota. Mereka mengisi tikar-tikar yang telah di­siapkan panitia. Setelah saf mulai terisi penuh, pelak­sanaan salat dimulai.

Walikota Padang H. Mah­yeldi Ansharullah ke­mudian menaiki mimbar. Wako menyebut digelarnya salat Istisqa karena selama ini Kota Padang terlihat mengalami kekeringan. "Li­hat tanaman di sekitar kita mulai menguning, rumput banyak yang mati, sawah sudah kering dan di kawasan tertentu air sudah mulai berkurang. Karena itu sesuai ajaran Islam maka shalat Istisqa' kita gelar," katanya.

Wako berharap, seluruh ASN yang berkumpul dalam pelaksanaan shalat Istisqa' ini dalam keikhlasan se­hingga nantinya Allah SWT akan mengabulkan harapan dan doa nantinya. Pelak­sanaan shalat Istiqa' sengaja dilakukan di Kantor Balai­kota di Aia Pacah. Sehingga kantor tidak saja dijadikan tempat untuk bekerja, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Mudah-mudahan dengan keikhlasan  dan harapan, doa kita saat shalat Istisqa' terkabul," sebutnya.

Shalat Istisqa' memang jarang dilakukan di Kota Padang. Khatib shalat Is­tisqa' H. Sobhan Lubis sem­pat memaparkan prosesi shalat Istsiqa' di depan selu­ruh jamaah. Shalat Istisqa' hampir sama dengan shalat Ied, dua rakaat dengan tujuh kali takbir serta dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

H. Sobhan Lubis dalam khut­bahnya mengatakan bala ditu­runkan Allah SWT kepada umat­Nya bukan tanpa sebab. Bala itu datang kepada umat manusia yang memandang rendah suatu bala. Kemudian bala datang ketika terjadi maksiat secara terang-terangan."Bala datang kepada umat yang zalim kepada orang lain, saling menggunjing serta senang mengambil yang haram," sebutnya.

Di sisi lain, khatib mengata­kan bahwa di antara bala yang ditu­runkan itu yakni kekeringan. "Air sumber kehidupan. Air meru­pakan rahmat. Akan tetapi air yang turun juga terkadang tak bermanfaat seperti banjir," tam­bahnya.

Pelaksanaan salat Istisqa yang dilakukan Pemko Padang men­dapat respon dari masyarakat sekitar. Masyarakat pada umum­nya sangat mendukung pelak­sanaan salat Istisqa. Hal itu diutarakan Yeli. Wanita yang berdomisili di Balai Baru, Ku­ranji itu sangat berharap setelah shalat Ististqa hujan segera turun sehingga kekeringan yang me­landa selama ini dapat berlalu. "Tanaman banyak meranggas, cuaca juga sangat panas. Mudah-mudahan setelah ini hujan," se­butnya seakan mewakili suara masyarakat banyak.

Alhamdulilah, doa masya­rakat dikabulkan oleh Allah SWT. Malam harinya, setelah salat tarawih hujan mulai turun di beberapa lokasi di Kota Padang seperti di Gunung Pangilun dan Tabing. Meski hanya berupa geri­mis, namun cukup untuk membasasi tanah yang sudah kering. (h/rel/ows)

harianhaluan.com 8 Juli 2015