Pages

Minggu, 18 Juni 2017

Ramadhan 20

Irsyad Syafar

MENUJU KAMPUNG ORANG-ORANG YANG BERSIH
(إياك نعبد وإياك نستعين)

Kampung asli kita, dan kampung asli seluruh orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya adalah sorga. Di sana dahulu Ayah Bunda pertama kita diciptakan dan ditempatkan Allah.

InsyaAllah, orang yang memenuhi syaratnya akan kembali ke sana. Syaratnya yaitu menjadi orang yang bersih. Karena sorga memang adalah tempat orang-orang yang bersih lagi baik. Terbebas dari noda dan dosa. Sorga itu "thayyibah", dan tak akan dimasuki kecuali oleh yang "thayyib" (Ibnul Qayyim dalam madaarijus saalikin). Allah Ta'aala menegaskan:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ.

Artinya: "Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Telah suci kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS Az Zumar: 73).

Dalam ayat lain Allah berfirman:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ.

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS An Nahl: 32).

Maka, untuk kembali masuk ke kampung asli, kita harus betul-betul bersih (thayyib). Dan seluruh ibadah dan isti'anah kita kepada Allah adalah dalam rangka membersihkan diri agar kemudian layak dan berhak kembali kesana. Sebab, bila belum bersih, akan terjadi proses pembersihan di tahapan-tahapan sebelum masuk sorga.

Imam Ibnuk Qayyim Aljauziah menyampaikan, bahwa aetidaknya ada empat tahapan pembersihan yang akan dilewati oleh semua manusia sampai menginjakkan kakinya di tanah sorga.

Pertama, tahapan di dunia. Tahapan inilah yang sepenuhnya usaha dan perjuangan anak manusia. Pada tahapan ini ada 4 hal yang harus dilakukan manusia:
1. Bertaubat dari setiap dosa; dengan segera menghentikan dosa terkait, menyesal telah memperbuatnya, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Bila ada dosa yang terkait dengan manusia lain, maka segera mohon maaf atau harus mendapatkan keridhaannya.
2. Istighfar atau memohon ampun kepada Allah, setiap pagi dan petang, siang dan malam dan setiap kali jatuh kepada dosa. Karena Dia Maha Pengampun.
3. Memperbanyak amal shaleh sebagai penghapus atau pengganti dosa.
4. Musibah yang menimpa yang disikapi dengan sabar dan harapan pahala dariNya.

Jika seorang hamba bersih karena adanya 4 hal tersebut di tahapan pertama, maka dia akan selamat dan diwafatkan oleh Malaikat secara baik. Merekalah yang diisyaratkan Allah dalam firmanNya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (saat wafat) dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS Fushshilat: 30).

Namun, apabila 4 hal tadi belum membuat seorang hamba menjadi bersih, mungkin karena tobat yang tidak sempurna, atau istighfar yang kurang tulus, atau amal shaleh yang sedikit, atau karena dosa memang terlalu banyak, maka proses pembersihan masuk ke tahap kedua.

Pembersihan tahap kedua adalah setelah kematian dan saat di alam barzakh. Yaitu dengan 3 hal:
1. Banyaknya orang yang beriman yang ikut menshalatkan jenazahnya, memohonkan ampun untuknya. Sebab Rasulullah saw mengajarkan bahwa banyaknya orang-orang yang menshalatkan jenazah bisa memberi syafaat bagi si mayat.
2. Fitnah atau ujian kubur. Karena semua jenazah akan diuji dan ditanya di alam kubur. Ini bagian dari pembersihan.
3. Kiriman amal shaleh dari keluarga dan kerabat serta teman-temannya di dunia. Para ulama sepakat bahwa doa dan sedekah untuk si mayat sampai pahalanya, berapapun dan kapanpun. Adapun haji, umrah, bacaan quran dan lain-lainnya masih diperselisihkan oleh ulama apakah sampai atau tidak.

Bila 3 hal dalam tahapan kedua ini telah membersihkan seorang hamba dari berbagai dosa, maka dia akan selamat. Dibangkit pada hari kiamat dan mudah menuju sorga.

Namun, bila belum bersih juga, karena dosa-dosa masih begitu banyak, maka dia akan melewati pembersihan ditahapan ketiga.

Pembersihan tahap ketiga adalah saat berbangkit sampai dihisab di depan Allah. Dimana semua manusia akan melewati hari-hari sulit dan berat:
1. Hari berbangkit setelah kiamat. Semua akan dibangkit dalam keadaan telanjang bulat, tidak beralas kaki dan belum dikhitan, sebagaimana Rasulullah saw sampaikan. (Dari hadits Aisyah Muttafaqun alaih).
2. Suasana mengerikan dan menakutkan di padang mahsyar. Beribu-ribu tahun tanpa busana, dengan matahari yang didekatkan ke kepala satu jengkal. Ada manusia yang berkeringat semata kaki, ada yang selutut, ada yang sepinggang, sebahu dan bahkan tenggelam dengan keringatnya sendiri. Semua orang nafsi-nafsi.
3. Syafaat dari pemberi syafaat yang diizinkan Allah. Seperti puasa, Al quran, surat Al baqarah dan Ali Imran dan lain-lain. Semuanya memberi syafaat kepada pelakunya. Termasuk syafaat kubra Rasulullah saw.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ...

Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Puasa dan Al Quran memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat". (HR ahmad, shahih).
4. Ampunan Allah saat dihisab. Sebab, Dia berkehendak dan berkuasa untuk mengampuni siapa saja dan menyiksa siapa saja.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: "Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al Maidah: 40).

Bila dengan 4 hal ini seorang hamba menjadi bersih, maka selamatlah dia menyeberang ke sorga yang abadi. Namun sebaliknya, bila masih menyisakan dosa, maka dia akan melewati tahapan ke empat.

Tahapan ke empat ini tahapan terakhir. Yaitu pembersihan dengan api neraka -na'udzubillahi min dzalik- sesuai dengan jumlah dosa yang masih tersisa.

Namun, siapakah yang akan sanggup dengan siksaan api neraka yang tiada terkira? Angin neraka saja bila bertiup ke dunia akan menghancurkan dunia. Apalagi apinya.

Beruntunglah orang-orang yang istiqamah dengan ibadah dan isti'anahnya kepada Allah selama di dunia. Karena dengan itulah mereka menjadi bersih dan baik. Sehingga kemudian berhak dan layak masuk ke dalam Sorga, tanpa hisab tanpa adzab.

Wallahu A'laa wa A'lam.

0 komentar:

Posting Komentar