Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Senin, 18 September 2017

Irwan Prayitno Dinilai Terbaik Kembangkan EBT

PADANG — Sumatra Barat dianggap telah mampu mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan baik. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), misalnya, dikebut demi mencukupi kebutuhan pasokan listrik masyarakat yang terus meningkat. 
 
Sebagai ganjarannya, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menyabet predikat Kepala Daerah yang Mempunyai Inisiatif Mendorong Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan tahun 2017.
 
Penghargaan yang diinisiasi oleh majalah Gatratersebut diberikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Tim penilai beranggapan Irwan mampu memosisikan diri sebagai kepala daerah yang terbaik dalam berinisiatif mendorong EBT di Indonesia selama 2017.
 
Inisiatif pengembangan green energy di Sumatra Barat adalah sangat penting, mengingat kontur alam Sumbar yang memiliki potensi tersebut serta mendorong pelestarian kualitas lingkungan, ujar Irwan sebagaiman rilis yang diterima Republika, Ahad (17/9).
 
Menurut Irwan, Sumatra Barat memang sedang mengebut pengembangan EBT.
(sapto andika candra, ed: eh ismail)
 
Republika, 18 September 2017


Jumat, 15 September 2017

Komisi Irigasi Sumbar Terbaik Kedua

Padang, Padek—Pemprov Sumbar kembali meraih penghargaan. Kali ini, Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan pada Komisi Irigasi Sumbar sebagai Komisi Irigasi Provinsi Terbaik Kedua tingkat Nasional. Penghargaan tersebut diterima Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dari Plt Direktur Jenderal Bina Bangda Kemendagri Diah Indrajati, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/9).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemprov Sumbar dalam menyusun pengelolan irigasi. Sehingga, mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Karena, denganirigasi yang baik dapat mendukung produktivitas petani.

“Dengan penghargaan ini dapat memotivasi kita berbuat lebih besar lagi dalam meningkatkan sektor pertanian. Karena dengan meningkatnya produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat kita juga meningkat,” sebut Irwan usai menerima penghargaan.

Untuk pengelolaan irigasi yang baik, Pemprov Sumbar telah membuat sejumlah program. Di mana, Komisi Irigasi membuat program yang berasal dari persoalan dan kebutuhan pengelolaan irigasi. Pada rapat kerja tanggal 12 Oktober 2015 lalu, disepakati untuk memperkuat dan meningkatkan fungsi Komisi Irigasi Provinsi Sumbar.

Kemudian, mendorong penumbuhan dan peningkatan kinerja kelembangaan Petugas Pengelola dan Pembagian air/ Gabungan Petugas Pengelola dan Pembagian Air (P3A/GP3A) melalui penyusunan rekomendasi. Memperkuat kelembagaan dinas terkait untuk melaksanakan tugas pengelolaan irigasi dan pemberdayaan P3A/GP3A.

Program irigasi juga mendorong penyediaan dan peningkatan anggaran untuk pengelolaan irigasi dan pemberdayaan. Di samping itu, juga mendorong pemerintah daerah mengendalikan dan mengembalikan alih fungsi lahan di masing-masing kabupaten/kota.

“Dengan adanya irigasi aktif, sejumlah lahan yang selama ini tidak dikelola, atau lahan tidur dapat dikelola dan bias produktif. Dampaknya, penghasilan masyarakat meningkat dan kesejahteraannya juga meningkat pula,” tukasnya.

Penghargaan ini berdasarkan hasil penilaian Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kemendagri yang dilaksanakan bulan Mei dan Juni 2017. Komisi Irigasi Provinsi Sumbar menjadi terbaik kedua tingkat nasional menyisihkan 14 Komisi Irigasi Provinsi lainnya.

Indikator penilaian penghargaan ini berdasarkan keanggotaan dan proporsi keterwakilan unsur pemerintah dan non pemerintah. Kemudian berdasarkan sumber pendanaan dan kecukupan anggaran, ketersediaan sarana dan prasana pendukung terhadap Komisi Irigasi. Kemudian, organisasi sekretariat dan pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi, keterlibatan stakeholder lain. Para ahli dan pemerhati dalam kegiatan komisi irigasi. Koordinasi dengan lembaga lain, lingkup permasalahan yang dibahas. Jumlah rumusan hasil pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran.

“Dari 10 penilaian kinerja Komisi Irigasi tersebut dari Ditjen Bangda Kemendagri, Sumbar dinilai memiliki  kinerja yang sangat bagus,” tuturnya.

Komisi Irigasi Sumbar dibentuk dengan SK Gubernur Nomor 056-311/2009 dan dilakukan penggantian keanggotaan pada tahun 2015 dengan SK Nomor 050-433-2015 tanggal 10 Juni 2015. Dan, pembentukan Komisi Irigasi ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintanh No 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Pembentukan Komisi Irigasi ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 31 Tahun 2007  tentang Pedoman Mengenai Komisi Irigasi dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 17 Tahun 2015 tentang Komisi Irigasi.

“Dibentuknya Komisi Irigasi ini bertujuan untuk mengatasi persoalan pengelolaan irigasi yang menjadi  tanggung jawab masing-masing daerah sesuai pembagian kewenangan antara pusat dan daerah,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, rekomendasi Komisi Irigasi yang telah dihasilkan dan realisasi di lapangan, yakni rumusan identifikasi pengelolaan irigasi, program kerja komisi irigasi, rekomendasi kebijakan peningkatan kinerja sistem irigasi sebagai solusi terhadap persoalan kekeringan.  Solusi kerusakan jaringan irigasi. Lalu, rumusan tentang kerangka implementasi gerakan terpadu peningkatan kinerja sistem irigasi, serta  rekomendasi usulan program di masing-masing daerah irigasi lokasi Gerakan Terpadu Peningkatan Kinerja Sistem Irigasi (GT PKSI) tahap I kepada sejumlah instansi terkait baik tingkat provinsi maupun kab/kota untuk tahun 2017 dan 2018.

Tidak hanya itu, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD)  juga berdasarkan rekomendasi Komisi Irigasi untuk anggaran tahun 2017, yakni pengangkatan pembinaan petugas penjaga pintu air oleh Dinas PSDA pada tiga daerah irigasi prioritas dengan jumlah sesuai kebutuhan Penyusunan profil social ekonomi teknis dan kelembagaan pada lima daerah irigasi prioritas yang difasilitasi oleh Bappeda Sumbar. Perbaikan kerusakan jaringan irigasi pada daerah irigasi prioritas sesuai usulan petani. Melibatkan perkumpulan petani pemakai air, pembentukan dan penguatan kelembangan perkumpulan petani pemakai air oleh Dinas Pertanian Sumbar.

Untuk implementasi, rekomendasi Komisi Irigasi yang akan segera ditindaklanjuti meliputi, penerbitan peraturan gubernur (Pergub) tentang pengelolaan irigasi kewenangan provinsi. Pergub tersebut guna menertibkan pengelolaan irigasi oleh kelembagaan pengelolaaan irigasi. Penerbitan keputusan gubernur tentang Penetapan Rencana Tata Tanam  Daerah Irigasi dan Rencana Penyediaan.
Kemudian, pembagian dan pemberian air irigasi di masing daerah, peningkatan operasional dan perawatan (OP) irigasi guna mengatasi kekurangan dan ketidakmerataan pembagian air irigasi. Peningkatan partisipasi petani dalam pelaksanaan OP irigasi di masing-masing daerah irigasi, peningkatan dan pengembangan teknologi budidaya tanaman padi. Lalu, meningkatkan produksi lahan sawah beririgasi dan mengatasi masalah perubahan iklim akibat pemanasan global.


“Setelah mendapatkan penghargaan ini, kami akan mendorong peningkatan kinerja Komisi Irigasi dimasing-masing kabupaten/kota agar mampu melaksanakan tugas pengelolaan irigasi yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Demi kesejahteraan petani dan terwujudnya ketahanan pangan secara nasional,” pungkasnya.

Padang Ekspres, 15 September 2017

Sumber: irwan-prayitno.com

Minggu, 03 September 2017

PKS Potong 925 Ekor Hewan Kurban di Sumbar

Padang, Ahad (03/09) Bertempat di Markaz Dakwah (MD) Building Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS SUMBAR  Muaro Panjalinan,  Jajaran pengurus DPW PKS Sumatera Barat dalam suasana penuh kekeluargaan bersama warga setempat, melakukan pemotongan sejumlah hewan kurban, yang menjadi rangkaian kegiatan memeriahkan hari raya Idul Adha 1438 H.

Disamping pembagian paket hewan kurban kegiatan juga di akhiri dengan kegiatan makan bersama pengurus partai beserta warga.

Sebanyak tiga ekor sapi dan dua ekor kambing yang dikorbankan hari ini merupakan sumbangan dari fungsionaris, kader dan Anggota Legislatif tingkat Provinsi dan DPR RI dari PKS, tidak ketinggalan juga sejumlah masyarakat umum yang ikut memberi kepercayaan penyembelihan hewan kurbannya kepada PKS.

Hadir dalam pemotongan hewan Kurban tersebut Ketua DPW PKS SUMBAR H. Irsyad Syafar, Wakil Ketua H. Nurfirman Wansyah, Gustami Hidayat selaku Sekretaris Umum, Bendahara  Umum H. Muslim Yatim  beserta jajaran pengurus DPW PKS lainnya bersama tokoh masyarakat setempat.

Pemotongan hewan korban yang dilakukan di DPW PKS juga secara bersamaan di lakukan di sejumlah lokasi terpisah oleh struktur DPD PKS di sejumlah Kabupaten Kota se- Sumatera Barat, dimana pada tahun ini PKS se Sumatera Barat berhasil mengumpulkan sebanyak 925 ekor hewan kurban, dari 1000 ekor yang ditargetkan pada tahun ini, seperti penuturan Irsyad Syafar.

Ditambahkan juga kenapa pemotongan hewan kurban di lakukan pada hari Ahad ini atau dua hari setelah pelaksanaan shalat idul Adha,  adalah untuk memberikan kesempatan pada seluruh pengurus partai, anggota legislatif dan kader PKS  agar sebagai warga juga dapat melaksanakan pemotongan hewan kurban di lingkungan tempat tinggalnya. (Os)

Jumat, 01 September 2017

Beratnya Menjadi Pemimpin

Oleh Irsyad Syafar

Suatu malam terjadi peristiwa menakutkan di kota Madinah. Yaitu terdengarnya suara yang keras bergemuruh. Para sahabat merasa takut dan cemas dengan suara tersebut. Sebagian mereka segera menunggang kuda mencari sumber suara. Namun ternyata Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam telah kembali dari sumber suara dan menyatakan situasi aman terkendali.

Mari kita simak penuturan Anas bin Malik yang menceritakan kejadian ini dalam hadits Bukhari dan Muslim:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَأَجْوَدَ النَّاسِ وَأَشْجَعَ النَّاسِ وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ النَّاسُ قِبَلَ الصَّوْتِ فَاسْتَقْبَلَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ سَبَقَ النَّاسَ إِلَى الصَّوْتِ وَهُوَ يَقُولُ لَنْ تُرَاعُوا لَنْ تُرَاعُوا وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ لِأَبِي طَلْحَةَ عُرْيٍ مَا عَلَيْهِ سَرْجٌ فِي عُنُقِهِ سَيْفٌ فَقَالَ لَقَدْ وَجَدْتُهُ بَحْرًا أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ.

Artinya: "Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang terbaik, orang yang paling dermawan dan orang yang paling pemberani. Suatu malam penduduk Madinah mengalami rasa takut yang sangat (karena sebuah suara). Lalu orang-orang bergerak menuju sumber suara. Namun ternyata Nabi shallallahu alaihi wasallam menyambut mereka, dan telah lebih duluan pergi ke arah suara. Beliau berkata, "Jangan cemas, jangan cemas...!", dan Beliau menunggang seekor kuda (pinjaman) milik Abu Thalhah tanpa pelana, dengan menyandang pedang di punggungnya. Beliau berkata, "Aku dapatkan kuda ini sungguh cepat larinya". (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas dapat terlihat betapa tanggap dan cekatannya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Beliaulah yang paling duluan mengamankan sumber katakutan dan sekaligus memberikan rasa aman kepada rakyatnya. Berarti Beliau selalu dalam keadaan siaga, dan siap menjaga rakyatnya dari hal-hal yang akan mencelakakan mereka.

Dalam kejadian lain, pernah seorang wanita kulit hitam yang biasa menyapu masjid meninggal dunia. Tapi Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak mengetahuinya kecuali setelah jenazah dikuburkan. Abu Hurairah menceritakan kisahnya:

َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ -فِي قِصَّةِ الْمَرْأَةِ الَّتِي كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ- قَال: فَسَأَلَ عَنْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: مَاتَتْ, فَقَالَ:
 “أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي”? فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا. فَقَالَ: “دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهَا”, فَدَلُّوهُ, فَصَلَّى عَلَيْهَا.

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu. Beliau berkisah tentang seorang wanita yang biasa membersihkan masjid (di masa Nabi).
Nabi shallallahu’alaihiwasallam, menanyakan tentang kabar wanita itu, para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal.”
 
” Mengapa kalian tidak mengabariku?” Tanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam kepada sahabatnya. Para sahabat mengira, bahwa pekerjaannya tersebut tidak terlalu terpandang.

“Tunjukkan aku kuburannya” Pinta Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Merekapun menunjukkan dimana kuburan wanita tersebut, kemudian beliau mensholatkannya”. (H Bukhari dan Muslim).

Begitulah konsekwensi menjadi pemimpin bagi suatu kaum atau umat. Harus siap untuk berkorban dan bekerja keras demi keselamatan mereka. Rela untuk kurang tidur dan istirahatnya, dan bersedia untuk peduli dan melayani mereka. Kadang tengah malampun harus bangun. Atau karena kondisi darurat, harus terjun langsung ke lokasi kejadian, dan lain sebagainya.

Pepatah arab mengatakan, "Pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaum tersebut, dan pemberi minum suatu kaum adalah orang terakhir yang minum".

Seorang pemimpin tidaklah pantas menyusahkan rakyatnya. Apalagi sampai menakut-nakuti dan mengancam mereka. Seorang pemimpin boleh saja diberi fasilitas lebih dari rakyatnya, seperti kendaraan dan pegawai, tapi itu semua demi memudahkannya dalam berkhidmat kepada mereka. Sebagaimana baginda Nabi dipinjamkan kuda untuk berlari kencang mencari sumber kecemasan rakyatnya.

Saya tidak dalam rangka memuji seseorang sebagai pemimpin, apalagi sampai menyamakannya dengan seorang Nabi yang mulia. Tidak sama sekali, dan na'udzubillah dari itu. Tapi, itulah sebuah konsekwensi dan sudah kewajiban setiap pemimpin untuk terdepan dalam mengamankan rakyatnya. Apabila dia bekerja dengan baik, belum tentu semua rakyatnya akan senang. Apalagi kalau kerjanya buruk dan amburadul.
 
Wallahu A'laa wa A'lam.