Pages

Selasa, 29 Mei 2018

Kisah dan Ibrah (13)

Ramadhan 13

Oleh: Irsyad Syafar

Di dalam sorga, pernah berkumpul 3 macam makhluk Allah dengan 3 watak dan sifat berbeda. Yang satu dengan sifat ketaatan mutlak, tak pernah berdosa dan membangkang. Yaitunya malaikat. Dan satu dengan watak membangkang mutlak dan selalu bermaksiat. Yaitunya iblis laknatullah. Dan yang ketiga adalah yang watak antara keduanya, kadang taat kadang engkar. Itulah watak dan sifat manusiawi. Diantara manusia itu kemudian ada yang naik mendekati watak dan sifat malaikat. Dan sebaliknya ada yang jatuh mendekati watak iblis.

Makhluk Allah yang paling pertama berbuat dosa kepada Allah adalah iblis. Yaitu ketika di sorga Allah memerintahkannya bersama para Malaikat untuk sujud kepada Adam. Semua Malaikat patuh dan tunduk kepada perintah Allah. Maka mereka semua bersujud. Adapun iblis, engkar dan melawan kepada Allah. Ia enggan dan tidak mau sujud kepada Adam. Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (الأعراف: 11).

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu(Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud." (QS Al A'raf: 11).

Dalam surat lain, perintah sujud ini sudah Allah berikan sebelum Adam diciptakan. "Bila sudah sempurna penciptaannya, maka sujudlah kalian", begitu lebih kurang maknanya. Maka ketika sudah sempurna penciptaannya, perintah itu merupakan pengulangan dan penguatan. Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ. فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ.

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. 
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS Al Hijr: 28-29).

Iblis menolak dan tidak melaksanakan perintah Allah, dan itu adalah sebuah dosa besar. Sebab, Allah adalah Zat yang Maha Agung, Yang menciptakannya dan seluruh malaikat serta makhluk lainnya. Iblis pasti sangat tahu dengan itu. Tentunya, semua perintahNya adalah kewajiban. Dia berhak memerintahkan apa saja kepada hamba-hamba (makhluk) ciptaanNya. Apapun perintahNya, semua hamba wajib melakukan. Termasuk perintah sujud kepada makhluk yang lain.

Namun iblis telah salah langkah. Yaitu melawan perintah Allah. Ia punya tafsir dan ukuran sendiri dalam menyikapi perintah Allah. Bahkan, iblis melakukan kesalahan berikutnya, yaitu berlaku sombong dan melecehkan Nabi Adam. Ketika ditanya oleh Allah alasan dia tidak mau sujud, iblis menjawab bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam. Allah berfirman:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (الأعراف: 12).

Artinya: "Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” iblis menjawab, "Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al A'raf: 12).

Alasan iblis merupakan sesuatu hal yang lebih besar dari pada dosanya. Seakan-akan iblis membangkang —tidak mau taat— karena tidak ada perintah yang menganjurkan seseorang yang memiliki keutamaan bersujud kepada orang yang lebih rendah keutamaannya. Ini suatu kesalahan dari iblis, karena anggapannya tidak perlu yang lebih baik menghormati yang dibawahnya. Seakan-akan iblis la’natullah mengatakan, "Saya lebih baik daripadanya, maka mengapa Engkau perintahkan saya untuk bersujud kepadanya?"

Kemudian iblis menjelaskan alasan kenapa dirinya lebih baik dari pada Adam. Yaitu karena ia diciptakan dari api dan Adam dari tanah. Sedangkan api itu (lagi-lagi menurut logika iblis) lebih baik dari pada tanah liat. Ini kesalahan berikutnya. Iblis laknatullah ini, dalam alasannya mengacu kepada asal-usul unsur kejadian sesuatu. Tidak mengacu kepada kemuliaan yang besar yang ada pada diri Adam. Yaitu Allah menciptakan Adam dengan tangan kekuasaan-Nya sendiri dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)-Nya.

Iblis laknatullah juga sangat keliru dalam analogi dan pengakuannya, yang mengatakan bahwa api lebih mulia atau lebih baik dari pada tanah.
Padahal sesungguhnya tabiat tanah liat itu ialah kuat, sabar, tenang, dan kokoh. Tanah merupakan tempat bagi tetumbuhan, pengembangan, penambahan, dan perbaikan. Sedangkan api mempunyai watak membakar, liar, selalu bergejolak dan cepat. 

Dan memang, analogi bila tidak dipandu oleh wahyu, lebih sering tersalah dan tersesat. Ibnu Jarir mengatakan dengan sanadnya yang shahih, dari Hisyam ibnu Sirin yang telah mengatakan bahwa iblislah yang mula-mula melakukan kias (analogi). Dan tidak sekali-kali matahari dan rembulan disembah melainkan karena adanya kias tersebut. 

Akibat dari pembangkangan iblis ini, dan sikap sombongnya di hadapan Allah, maka iblis diusir oleh Allah dari sorga dan terlaknat sampai hari kiamat. Allah berfirman:

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ (13) قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15).

Artinya: "Allah berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” Iblis men­jawab, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS Al A'raf: 13-15).

Maksud iblis ingin dihormati dan dimuliakan. Tapi justru pembangkangan dan kedurhakaannya kepada Allah serta kesombongannya kepada makhluk Allah justru membuatnya menjadi hina lagi sengsara. Ia menjadi terlaknat sampai hari kiamat. Allah berfirman di surat lain:

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ. وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (ص: ٧٧-٧٨) .

Artinya: "Allah berfirman, "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” (QS Shad: 77-78).

Begitulah selalu dalam sunnatullah, suatu perbuatan bisa berbuah terbalik. Orang yang tawadhuk akan menjadi terhormat dan naik derjatnya. Sebaliknya yang sombong dan angkuh justru malah menjadi hina dan jatuh derjatnya. Orang yang pemurah dan dermawan akan menjadi kaya, (minimal hati dan perasaannya). Sedangkan orang yang pelit lagi kikir malah akan menjadi miskin dan sempit hidupnya. Dan orang yang suka mengalah seringkali menjadi pemenang. Sebaliknya orang yang mau menang sendiri malah menjadi pecundang.

Menyadari dirinya sudah terkutuk dan hina sampai hari kiamat, maka iblis meminta dipanjangkan umurnya sampai hari berbangkit. Ini menunjukkan bahwa iblis tahu bahwa Allah Maha Kuasa untuk itu. Dan permintaan itu Allah kabulkan. Tapi, hanya sampai hari kiamat. Sehingga kemudian iblis bersumpah bahwa dia akan menyesatkan seluruh manusia (anak cucu Adam) dari jalan kebenaran. Dengan segala cara iblis akan realisasikan targetnya menggoda manusia dari segala penjuru. Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (الأعراف: ١٦-١٧).

Artinya: "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at)." (QS. Al A’raf : 16-17).

Inilah dendam iblis sekaligus sumpahnya untuk menyesatkan dan membinasakan manusia. Ia akan halangi manusia dari semua kebaikan. Ia akan duduk di jalan shalat agar orang tidak shalat. Ia akan duduk di jalan puasa agar manusia tidak puasa. Ia akan duduk di jalan sedekah agar manusia tidak bersedekah. Begitulah seterusnya dalam semua kebaikan.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas menjelaskan, bahwa godaan iblis dari muka mereka artinya dari arah dunia mereka. Dari belakang mereka artinya menggoda melalui urusan akhirat mereka. Dan dari kanan mereka artinya godaan melalui kebaikan-kebaikan mereka. Sedangkan dari kiri mereka artinya godaan dari arah kejahatan-kejahatan mereka.

Akan tetapi, Allah SWT mengukuhkan pengusiran iblis dari golongan makhluk yang tertinggi dan menjauhkannya dari rahmat-Nya. Dan Allah memastikan siapa saja yang mengikuti iblis akan mengalami nasib tragis, bersamanya berkumpul di dalam neraka jahannam. Allah berfirman:

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ (الأعراف: 18).

Artinya: "Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kalian semuanya." (QS Al A'raf: 18).

Setelah iblis terusir dari sorga dan kemuliaannya, tinggallah Adam dan Hawa disana dengan segala fasilitas nikmat yang disediakan Allah. Semua isi sorga menjadi hak mereka. Kecuali satu pohon yang tidak boleh mereka dekati. Apalagi memakan buahnya. Allah berfirman:

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ (الأعراف: 19).

Artinya: "Hai Adam, bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al A'raf: 19).

Para ulama berbeda pendapat tentang pohon apa yang dilarang Allah tersebut. Ada yang mengatakan pohon anggur, ada yang berpendapat pohon gandum, pohon korma dan ada juga pendapat itu adalah pohon At Tin. Namun yang jelas, Allah memberikan satu larangan bagi Adam dan Hawa, sebagai ujian bagi mereka berdua.

Disinilah kemudian iblis melancarkan balas dendamnya. Ia menggoda Adam dan istrinya agar terjatuh kepada larangan Allah. Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang bagaimana cara iblis masuk kembali ke dalam sorga. Sebagian meriwayatkan bahwa iblis masuk melalui seekor ular. Ini dinukilkan Al Qurthubi dalam tafsirnya. Riwayat lain menyatakan iblis masuk sorga kembali tanpa perantara. Hanya masukknya tidaklah terhormat.

Begitu berhasil masuk ke dalam sorga, iblis langsung merayu, menggoda dan melancarkan semua tipu dayanya kepada Adam dan Hawa. Iblis menjanjikan keabadian bagi keduanya bila mau memakan buahnya. Bahkan iblis sampai bersumpah dengan nama Allah untuk menakluklan Adam dan Hawa. Allah berfirman:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (20) وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (الأعراف: 21).

Artinya: "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.” (QS Al A'raf: 20-21).

Janji-janji manis, rayuan-rayuan maut dan sumpah atas nama Allah akhirnya menaklukkan Adam dan Hawa. Keduanya akhirnya melanggar larangan Allah. Keduanya mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya. Namun akibatnya keduanya mendapat hukuman langsung dari Allah. Aurat mereka langsung tersingkap dan mereka menjadi telanjang. Keduanya akhirnya mengambil daun-daun sorga untuk menutup aurat mereka yang terbuka.

Allah menegur keduanya dengan teguran keras. Dan mengingatkan kembali bahwa Dia telah melarang mereka berdua dari pohon ini sebelumnya. Adam dan Hawa menyadari kesalahannya dan menyadari bahwa mereka berdua telah diperdaya oleh iblis. Keduanya bertobat kepada Allah dengan doa yang diajarkan langsung oleh Allah:

قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (الأعراف: 23).

Artinya: "Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri; dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al A'raf: 23).

Ada kemulian Nabi Adam dibalik do'a yang diajarkan Allah untuknya bertaubat. Pertama, Adam mengakui bahwa itu adalah kesalahannya. Adam tidak "ngeles" itu kerjaan iblis. Kedua, Adam memohon ampun kepada Allah dengan tulus. Ketiga, Adam merasa akan rugi dan sengsara jika tidak diampuni Allah. Sangat berbeda dengan iblis, yang ketika nyata-nyata bersalah dia malah menjadi sombong, melawan, menantang dan mengancam.

Walaupun mendapat hukuman berat dengan dikeluarkan dari sorga dan dibuang ke bumi, Adam dan keturunannya akan dapat kembali ke sorga kelak bila beriman dan bertaqwa kepada Allah. Sedangkan yang engkar kepada Allah di dunia, tentunya kelak akan masuk neraka bersama dengan iblis. Allah berfirman:

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ. (البقرة: ٣٨-٣٩).

Artinya: "Kami berfirman, "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran alas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS Al Baqarah: 38-39).

*Pelajaran*

1. Iblis melakukan dosa terbesar yaitu membangkang dan melawan kepada Allah. Akibatnya dia hina dan abadi di neraka.
2. Adam melakukan kesalahan karena memakan buah yang terlarang. Akibatnya Adam terusir dari sorga, tapi tidak abadi. Adam dan keturunannya bisa kembali masuk sorga bila bertobat dan beriman kepada Allah.
3. Dosa iblis berawal dari penyakit syubuhat. Yaitu merasa lebih baik dan merasa lebih mulia. Sedangkan kesalahan Adam berasal dari penyakit syahawat. Yaitu ingin mencicipi salah satu buah sorga. Penyakit syubuhat bisa membuat seseorang jatuh kepada kesesatan dan kekafiran. Sedangkan penyakit syahawat mengakibatkan jatuh kepada maksiat dan dosa besar (tidak kafir).
4. Kesombongan akan membuat orang jatuh kepada dosa dan kehinaan. Sebaliknya rendah hati akan membuat seseorang menjadi mulia dan terhormat.
5. Iblis akan menggoda manusia dari segala penjuru dan dengan segala cara. Maka setiap hamba Allah wajib berlindung kepadaNya dari segala godaan iblis yang terkutuk.

Wallahu A'laa wa A'lam.

0 komentar:

Posting Komentar