nPADANG – Satu bulan terakhir, Sumbar bertaburkan prestasi. Gubernur nIrwan Prayitno dianugrahi berbagai penghargaan atas ke berhasilannya ndalam sejumlah bidang. Penghargaan tersebut murni pemberian dari para npenilai, bukan hasil transaksional.
n
n“Apa yang diterima Pemprov Sumbar ini adalah murni dari penilaian nyang diberikan oleh panitia dan pemerintah pusat,” sebut Kepala Biro nHumas Setdaprov, Jasman kemarin.
nPenghargaan yang diterima dan diraih oleh Pemprov Sumbar atas nama nIrwan Prayitno murni hasil kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
n
nHasil itu diterima melalui penilaian tim dengan seleksi ketat dan tesn yang dilalui oleh kepala daerah. Semua penghargaan itu diraih dengan nkerja keras, termasuk hasil kinerja pemerintah pada masyarakat Sumbar.
n
n“Penghargaan dari hasil kinerja yang telah dilakukan, tentu merupakann sebuah prestasi dan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi dalam n meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dampaknya, juga bagaimana nmeningkatkan pembangunan daerah,” ungkapnya.
n
nDirincinya, penghargaan diterima Gubernur Irwan Prayitno selama Juli nmencapai lima penghargaan. Diawalinya dengan penerimaan penghargaan nSatya Lencana pembangunan nasional bidang kependudukan tahun 2017. nPenghargaan tertinggi dibidang kependudukan tersebut diserahkan langsungn Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Puan Maharani bertindak nmewakili Presiden di Bandar Lampung 15 Juli 2017.
n
nPenghargaan ini sebagai bukti kepercayaan dari pemerintah pusat pada ndaerah Sumbar yang telah bekerja keras dalam membangun kualitas hidup nmasyarakat. Anugerah Satyalancana Pembangunan bidang Kependudukan ini ndiberikan atas penilaian tim penilai terhadap dedikasi membangun nkualitas hidup masyarakat dengan menyukseskan program kependudukan. nDalam penghargaan hanya Gubernur Irwan Prayitno satu-satunya mendapatkann penghargaan tersebut.
n
nAnugerah ini diberikan atas penilaian Presiden dan tim penilai, nberhasil membangun kualitas hidup masyarakat dengan menyukseskan programn Kependudukan sesuai kearifan lokal melalui penerbitan kebijakan, nalokasi anggaran, dan penyediaan sarana prasarana KB, pemberdayaan, dan npeningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nkeluarga sejahtera melalui kelompok UPPKS, sehingga tercapai TFR (total nfertility rate) 2,6% dan laju pengendalian penduduk 1,33%.
n
nKedua, Sumbar juga mendapatkan penghargaan daerah layak anak. nPenghargaan yang diterima Pemprov Sumbar sebagai Provinsi penggerak nKabupaten dan Kota layak anak. Penghargaan ini langsung diterima Wakil nGubernur Sumbar, Nasrul Abit dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan nPerlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Yohana Susana Yembise, npada Sabtu (22/7) di Pekanbaru.
n
nMenariknya, daerah penerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) ditahunn 2017 ini di Sumbar mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2015. Padan 2015, di Sumbar hanya enam Kabupaten dan Kota yang menerima penghargaann tersebut, yakni Padang, Kota Pariaman, Payakumbuh, Padangpanjang, nBukittinggi dan Sawahlunto.
n
nNamun, pada tahun ini meningkat menjadi sembilan daerah yaitu, nPadang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Padangpanjang, Bukittinggi ndan Sawahlunto, Kota Solok, Tanah Datar dan Limapuluh Kota.
n
nKetiga, Pemprov Sumbar menerima penghargaan sebagai Tim Pengendali nInflasi Daerah (TPID) terbaik 2017 untuk kawasan Sumatra. Penghargaan ntersebut diterima Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam acara Rakornas nVIII TPID di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017. Penghargaan ntersebut diberikan kepada Sumbar karena keberhasilan di dalam nmengendalikan inflasi terutama pada saat Ramadhan dan Lebaran.
n
nBahkan, dalam acara itu, Gubernur diminta Presiden Joko Widodo untuk nberbagi “resep” untuk menjaga inflasi di Sumbar kepada perwakilan daerahn lain nya. Agar ilmu tersebut juga dapat diterapkan oleh daerah lainnya nkedepan.
n
nKeempat, Gubernur Irwan Prayitno juga memperoleh penghargaan dari nIkatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) kategori Kepala Daerah Penggerak nEkonomi Syariah yang diserahkan oleh Ketua Umum IAEI Bp. Prof Bambang nBrodjonegoro, Ph.D, di Jakarta 28 Juli 2017.
n
nPenghargaan ini diberikan atas, kepedulian Gubernur Irwan Prayitno ndalam mengembangkan perekonomian syariah di Sumbar. Dengan itu, telah nmembangun rasa percaya masyarakat terhadap ekonomi syariah.
n
nKelima, Gubernur dianugerahi Democracy Award dalam acara Malam Budayan Manusia Bintang yang diadakan oleh Rakyat Merdeka On Line dan Red nMagazine On Light (RMOL Group), Sabtu 29 Juli 2017. Anugerah ini ndiberikan penyelenggara atas dasar sumbangan besar bagi pembangunan ndemokrasi Indonesia, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan layakn menjadi contoh di tengah krisis keteladanan.
n
nHal yang sama ditegaskan Gubernur Irwan Prayitno, diakuinya apa yang ndiperoleh Pemprov Sumbar maupun atas nama Gubernur Sumbar adalah murni nprestasi. Bukan penghargaan yang diminta, atau dicari-cari.
n
n“Baik lahir maupun batin, saya tidak pernah mencari-cari penghargaan.n Yang saya lakukan hanyalah bekerja sebaik-baiknya, dan senantiasa nmenjaga fisik, akal, dan ruhani saya sehat setiap saat agar fokus dan noptimal dalam menjalankan amanah kehidupan saya,” ujar Irwan Prayitno nsaat itu.
n
nSinggalang, 31 Juli 2017
