nREPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Sebanyak 18 ribu pantun dikreasikan oleh nGubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dalam kurun waktu satu tahun enam nbulan. Banyaknya pantun yang diciptakan oleh gubernur dua periode ini nmembuat dia diganjar rekor Indonesia-Dunia oleh Museum Rekor Indonesia n(MURI).
nn
nIrwan memang dikenal gemar menyisipkan pantun-pantun jenaka dalam nsetiap sambutan resmi yang ia sampaikan. Dalam sekali sambutan, Irwan nmengaku bisa menyelipkan 40 pantun.
nn
nMewakili MURI, Manager MURI Andre Purwandono menyampaikan, sebelumnyan tidak ada satupun pejabat publik di Indonesia, bahkan dunia, yang nmenciptakan pantun sebanyak ini. Andre menilai bahwa langkah Gubernur nSumbar untuk menyampaikan pantun bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat nMinang dan Indonesia untuk membudayakan pantun.
nn
n“Rekor yang tercipta untuk pertama kalinya oleh kepala daerah. nSebelumnya di manapun kepala daerah belum pernah ciptakan pantun yang nindah dan ini terbanyak pula 18 ribu,” ujar Andre sebelum menyerahkan npiagam MURI kepada Irwan di Pantai Muaro Lasak Padang, Ahad (20/8).
nn
nAndre berharap pemberian piagam MURI kepada Irwan bisa menumbuhkan nmotivasi masyarakat Sumatra Barat dan Indonesia pada umumnya untuk lebihn mencintai pantun. Ia juga mendorong pemerintah provinsi Sumbar untuk nmembudayakan pantun di sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan.
nn
n“Kami berharap, kita semua melestarikan budaya asli warisan Indonesian jangan sampai kesenian ini justru diakui oleh negara lain dan jangan nsampai pantun ini menjad pudar dan dilupakan. Kita lestarikan pantun nsebagai warisan Indonesia dan dunia,” katanya.
nn
nIrwan juga memperoleh sertifikat hak cipta atas 18 ribu pantun yang nia ciptakan. Seluruh pantunnya telah dibukukan ke dalam 6 buah judul nbuku. Ia menargetkan bisa mentekan 30 lebih buku yang berisi kumpulan npantun ciptaannya dalam lima tahun mendatang.
nn
n“Kalau satu tahun lebih saja bisa enam buku, bahkan ini dalam empat nbulan tambah dua buku, kalau saya masih berkarya lima tahun ke depan, nbisa lah 30 buku,” katanya.
n
nnRepublika.co.id, 20 Agustus 2017
