SOLOK SELATAN, SUMBAR.PKS.ID — Risiko kehilangan nyawa saat menyeberangi sungai demi menggarap lahan pertanian menjadi persoalan serius yang selama ini dihadapi petani Jorong Pasa Lamo, Nagari Abai, Kabupaten Solok Selatan. Menjawab persoalan tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rahmat Saleh bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS Nurfirmanwansyah mendorong solusi melalui pembangunan akses jalan tani dan dukungan alat pertanian.
Selama bertahun-tahun, warga Jorong Pasa Lamo harus menyeberangi sungai untuk mencapai lahan pertanian mereka di kawasan Sungai Tapang. Keterbatasan akses membuat petani tidak memiliki pilihan yang mudah untuk menjangkau lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Padahal, jalur menuju kawasan pertanian tersebut dapat ditempuh melalui Jorong Batu Kadundung. Namun, kondisi jalan yang melewati kawasan perbukitan menyulitkan perjalanan sehingga belum menjadi akses yang memadai bagi masyarakat.
Akibatnya, petani terpaksa mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai, terutama ketika arus deras. Bahkan, peristiwa tersebut telah merenggut korban jiwa. Situasi ini menjadi persoalan kemanusiaan sekaligus ancaman bagi keberlangsungan ekonomi keluarga petani.
Tidak hanya membahayakan keselamatan, keterbatasan akses juga menyebabkan sejumlah lahan pertanian tidak lagi digarap secara optimal. Padahal, lahan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Nurfirmanwansyah Perjuangkan Jalan Tani untuk Keselamatan Petani
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Nurfirmanwansyah mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi Sumatera Barat untuk pembangunan akses jalan tani dari Jorong Batu Kadundung menuju kawasan pertanian Sungai Tapang.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi agar petani dapat menjangkau lahan mereka melalui jalur darat yang lebih mudah dan aman, sehingga tidak lagi harus menyeberangi sungai dengan risiko yang mengancam keselamatan jiwa.
“Persoalan ini bukan sekadar tentang akses jalan, tetapi menyangkut keselamatan manusia. Kita tidak ingin ada lagi petani yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk menggarap lahan dan mencari nafkah bagi keluarganya. Karena itu, pembangunan jalan tani ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Nurfirmanwansyah.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama di kawasan pertanian yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Jalan tani diharapkan dapat memperlancar aktivitas petani sekaligus membuka peluang bagi lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai untuk kembali produktif.
Rahmat Saleh Bantu Traktor agar Lahan Kembali Menghasilkan
Selain memperjuangkan akses jalan, Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh turut memberikan dukungan melalui alokasi bantuan traktor untuk membantu petani mengolah kembali lahan yang selama ini tidak produktif.
Dukungan tersebut melengkapi upaya pembangunan infrastruktur. Jika jalan tani memudahkan petani mencapai lahan dengan lebih aman, bantuan traktor diharapkan membantu mereka mengolah tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Rahmat Saleh menegaskan bahwa persoalan petani harus ditangani secara menyeluruh, mulai dari akses menuju lahan hingga sarana yang mendukung kegiatan produksi.
“Kita ingin petani bisa bekerja dengan aman dan mendapatkan hasil yang lebih baik dari lahan yang mereka miliki. Jangan sampai lahan yang potensinya besar justru terbengkalai karena sulit dijangkau. Dengan pembangunan jalan tani dan dukungan traktor, kita berharap lahan-lahan tersebut bisa kembali produktif dan menjadi sumber penghidupan masyarakat,” kata Rahmat Saleh.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu menggerakkan kembali aktivitas pertanian di Sungai Tapang, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga petani di Nagari Abai.

Tokoh Masyarakat Berterima Kasih, dan Singgung Persoalan Jembatan Batu Kadundung
Tokoh masyarakat Nagari Abai sekaligus Sekretaris DPD PKS Kabupaten Solok Selatan, Abu Said, menyampaikan terima kasih kepada Rahmat Saleh dan Nurfirmanwansyah atas perhatian terhadap persoalan yang selama ini membebani masyarakat, khususnya para petani di Sungai Tapang.
Menurutnya, pembangunan jalan tani merupakan langkah penting untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini menghadapi kesulitan akses dan risiko keselamatan ketika menuju lahan pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rahmat Saleh dan Bapak Nurfirmanwansyah yang telah membantu memperjuangkan akses jalan tani bagi masyarakat kami. Ini merupakan harapan yang sudah lama dinantikan, terutama oleh petani yang selama ini kesulitan mencapai lahan mereka di Sungai Tapang,” ujar Abu Said.
Meski demikian, Abu Said menyinggung masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan setelah pembangunan jalan tani selesai, yakni perbaikan jembatan di Batu Kadundung yang kondisinya saat ini dinilai belum memadai.
“Setelah jalan tani ini selesai, masih ada satu PR lagi yang perlu kita pikirkan bersama, yaitu perbaikan jembatan di Batu Kadundung. Kondisi jembatan yang ada sekarang juga belum memadai, padahal keberadaannya penting untuk menunjang akses dan aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap perhatian terhadap infrastruktur di kawasan tersebut dapat berlanjut hingga persoalan jembatan mendapatkan solusi. Dengan jalan dan jembatan yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih aman untuk menunjang kegiatan pertanian dan aktivitas sehari-hari.
Pembangunan Jalan Tani Ditargetkan Selesai dalam 60 Hari
Pekerjaan pembangunan akses jalan tani dari Jorong Batu Kadundung menuju kawasan pertanian Sungai Tapang, Nagari Abai, Kabupaten Solok Selatan, mulai dilaksanakan pada Oktober 2026 dan direncanakan berlangsung selama 60 hari kerja.
Pembangunan tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko yang selama ini dihadapi petani sekaligus membuka kembali peluang pengembangan lahan pertanian di kawasan tersebut.
Kolaborasi Rahmat Saleh dan Nurfirmanwansyah menunjukkan bahwa persoalan masyarakat membutuhkan solusi yang menyentuh kebutuhan mendasar, mulai dari keselamatan warga, pembangunan infrastruktur, hingga dukungan sarana produksi.
Bagi petani Sungai Tapang, jalan tani bukan sekadar akses menuju lahan. Pembangunan ini membawa harapan agar mereka dapat bekerja dengan lebih aman, menghidupkan kembali lahan yang terbengkalai, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa harus mempertaruhkan nyawa demi mencari nafkah. (SA)