Skip to content

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Instruksikan Pejabat Publik Potong Gaji Bantu Korban Karhutla

JAKARTA, SUMBAR.PKS.ID — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat publik PKS untuk menunjukkan solidaritas kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut disampaikan dalam pidato kebangsaan pada pembukaan BIMTEKNAS PKS 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Almuzzammil menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang meningkat pada Agustus hingga September 2026. Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat asap yang menyebar lintas provinsi hingga negara.

Ia menilai udara bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dilindungi negara.

“Negara yang kaya dengan hutan yang harusnya kaya dengan oksigen, hari ini beberapa saudara kita di beberapa provinsi kehausan akan oksigen,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Almuzzammil meminta pejabat publik PKS berpartisipasi membantu masyarakat terdampak, termasuk melalui pemotongan gaji untuk bantuan kemanusiaan. Ia juga meminta kantor-kantor PKS dimanfaatkan sebagai tempat masyarakat mencari bantuan sesuai kemampuan yang tersedia.

Selain aksi kemanusiaan, ia mendesak Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup bergerak lebih cepat dalam menangani persoalan karhutla.

Almuzzammil turut menegaskan penolakan PKS terhadap tindakan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan individu, organisasi, maupun korporasi. Ia menyerukan penegakan hukum tegas terhadap pelaku serta pencabutan izin korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Dalam pidato tersebut, ia juga menyampaikan bahwa PKS sedang mengusulkan Rancangan Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan.

Menurutnya, penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.