PADANG, SUMBAR.PKS.ID – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat, Ulyadi, Lc., M.A., menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan bertajuk Rajut Tali Kebangsaan ke sejumlah pondok pesantren di Sumatera Barat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan aspirasi, dan memperkuat hubungan dengan lingkungan pesantren menjelang Hari Santri Nasional 2026.
Rangkaian kunjungan yang dimulai sejak 8 September hingga 9 Oktober 2026 tersebut menyambangi enam pesantren, yakni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Agam, Pondok Pesantren Al-Manaar Kabupaten Lima Puluh Kota, Pondok Pesantren Hubbul Quran Kota Payakumbuh, Pondok Pesantren Thawalib Gunung Padang Panjang, Pondok Pesantren Darut Thalib Kota Solok, serta Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Batang Kabung, Kota Padang.
Menurut Ulyadi, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga kesempatan untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, cerita suka dan duka, serta berbagai tantangan yang dihadapi pesantren dalam mendidik dan membina para santri.
Melalui dialog bersama pihak pesantren, DPW PKS Sumbar berupaya memahami kondisi pendidikan pesantren sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan dengan para pengelola pesantren, pendidik, dan santri.
Pesantren Berperan Penting dalam Membentuk Generasi Bangsa
Ulyadi menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, dan pembinaan generasi penerus bangsa.
Para santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga persatuan, serta melanjutkan perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik.
Karena itu, perhatian terhadap pesantren perlu terus diperkuat melalui komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat. Aspirasi serta pengalaman yang disampaikan oleh kalangan pesantren menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan dan tantangan pendidikan berbasis pesantren.
Melalui program Rajut Tali Kebangsaan, DPW PKS Sumbar ingin mempererat persaudaraan sekaligus merawat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Harapan Ketua DPW PKS Sumbar pada Hari Santri 2026
Memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, Ulyadi berharap para santri semakin bersemangat dalam menuntut ilmu, pesantren semakin maju dan berdaya, serta sinergi antara pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa semakin kuat.
Ia juga berharap silaturahmi yang terbangun melalui rangkaian kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan dengan kalangan pesantren, membuka ruang bagi tersampaikannya aspirasi, serta memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan dan membina generasi muda.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Rajut Tali Kebangsaan menjadi bagian dari ikhtiar DPW PKS Sumbar untuk memperkuat persaudaraan, mendengarkan aspirasi pesantren, dan meneguhkan peran santri dalam menjaga persatuan serta membangun masa depan Indonesia.

