Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut pada Minggu sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Air merendam permukiman warga dan sejumlah lahan pertanian serta fasilitas pendukung pertanian.
Berdasarkan laporan sementara Pemerintah Nagari Pandai Sikek, sebanyak 15 unit rumah terdampak banjir. Selain itu, sekitar 15 hektare lahan persawahan, 20 kolam ikan, dan 10 saluran irigasi turut terdampak.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni Surau Gadang dan rumah keluarga atau kerabat terdekat.
Merespons bencana tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal. Pemerintah Nagari Pandai Sikek juga masih melakukan pendataan dampak bencana melalui masing-masing kepala jorong.
Data kerusakan dan dampak banjir tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perubahan seiring proses pendataan di lapangan.
Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan rawan banjir, dan daerah dengan kondisi lereng yang berisiko.
Warga juga diminta segera menjauhi lokasi apabila terjadi peningkatan debit air atau muncul tanda-tanda bencana, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan diri dan keluarga.
Kehadiran Gubernur Mahyeldi di tengah masyarakat terdampak menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi warga dan penanganan bencana mendapat perhatian secara langsung.