SUMBAR.PKS.ID, TANAH DATAR– Respons cepat terhadap bencana galodo (banjir bandang) yang melanda Kabupaten Tanah Datar kembali ditunjukkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui jaringan relawan yang sigap, PKS secara resmi mendirikan posko peduli bencana di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan.
Inisiator aksi kemanusiaan ini adalah Jamal Ismail, Anggota DPRD Tanah Datar dari Fraksi PKS, yang sekaligus merupakan tokoh masyarakat Malalo.
Jamal Ismail menegaskan bahwa posko yang didirikan di Batipuh Selatan ini melampaui sekadar program partai. Posko ini adalah wujud nyata dari kolaborasi erat antara relawan PKS dengan seluruh elemen masyarakat Nagari Malalo.
"Kami hadir di sini untuk membantu mempercepat proses penanganan pasca-bencana. Posko ini adalah hasil sinergi yang kuat antara PKS dan masyarakat Malalo, karena penanganan bencana harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri," tegas Jamal Ismail.
Menurutnya, semangat kebersamaan ini menjadi kunci utama untuk bangkit dan pulih lebih cepat dari dampak buruk banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Jamal Ismail juga memberikan jaminan penuh kepada donatur. Ia memastikan bahwa semua bantuan dan donasi yang disalurkan melalui jalur PKS — baik dari kader, simpatisan, maupun masyarakat umum — akan sampai langsung kepada warga setempat yang menjadi korban terdampak.
Komitmen ini dipegang teguh untuk memastikan bantuan logistik dan materi benar-benar tepat sasaran dan memiliki daya guna maksimal dalam meringankan beban para korban.
Posko peduli bencana PKS di Padang Laweh Malalo ini akan terus beroperasi secara aktif. Posko berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi logistik, dan layanan kemanusiaan hingga kondisi di lapangan benar-benar stabil.
PKS berencana baru akan menutup posko ini setelah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar secara resmi mencabut masa tanggap darurat bencana. Kehadiran PKS di Batipuh Selatan diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memberikan rasa aman bagi warga yang tertimpa musibah. (TI)
