PRINGSEWU, sumbar.pks.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzamil Yusuf, secara resmi membuka program Sekolah Tani, Ternak, dan Nelayan (STTN) sekaligus memimpin puncak peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Agenda strategis yang diinisiasi oleh Bidang Petani, Peternak,dan Nelayan (BPPN) DPP PKS ini menjadi momentum konsolidasi besar-besaran untuk menguatkan sektor pertanian sebagai soko guru perekonomian nasional.
Di hadapan ribuan hadirin yang terdiri dari petani, peternak, nelayan, serta investor business matching, Presiden PKS yang akrab disapa AMY ini menekankan urgensi ketahanan dan kedaulatan pangan. Menurutnya, urusan perut rakyat adalah fondasi utama bagi stabilitas dan keamanan sebuah negara, sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
“Setiap yang bernama pangan itu pasti perputarannya tidak henti. Sebagaimana firman Allah, at’amahum min ju’ wa amanahum min khauf (memberi makan dari kelaparan dan mengamankan dari ketakutan). Dua industri ini tidak pernah mati, orang tidak akan bisa bertahan jika perutnya kosong. Persepsi masyarakat tentang terjaminnya pangan mereka akan menumbuhkan kecintaan kepada para pemimpin dan menjaga keamanan negara,” tegas Almuzzamil Yusuf dalam pidato pembukaannya.
Almuzzamil juga menaruh harapan besar agar sinergi antara kepala daerah, legislator PKS, dan para pelaku usaha (investor) mampu menciptakan kebijakan dan terobosan hilirisasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,menjadikan Pringsewu sebagai role model nasional.
Ketua BPPN DPP PKS, Riono Caping, menjelaskan bahwa STTN merupakan program unggulan partai untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli dan pendamping masyarakat di sektor agrikultur yang berjiwa pengabdian tinggi.
“STTN ini ditujukan untuk mencetak duta-duta tani yang kita harapkan terus membersamai para petani kita di lapangan. Ada tiga prinsip utama seorang duta tani PKS: yang pertama adalah melayani, yang kedua adalah memberdayakan, dan yang ketiga adalah membela petani-petani kita. Kalau perlu mereka menginap di rumah petani,mendengarkan apa yang dibutuhkan,” ujar Riono Caping.
Lebih lanjut, Riono menyebut perayaan Hari Tani di Pringsewu ini sebagai yang terbesar dalam 15 tahun terakhir,dengan serangkaian agenda padat seperti kompetisi inovasi bisnis pertanian, kontes domba dan kambing, hingga Pasar Tani yang mendorong perputaran ekonomi lokal.
Komitmen kuat juga datang dari tuan rumah. Bupati Pringsewu, H. Rianto Pamungkas, menargetkan wilayahnya sebagai pusat percontohan hilirisasi dan teknologi pertanian. Ia menceritakan keberhasilan Pringsewu mengolah singkong menjadi tepung MOCAF yang kini sudah diekspor ke Amerika Serikat, membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan jika diimbangi dengan inovasi.
“Kita menginginkan Pringsewu menjadi hub hilirisasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi pertanian. Mengolah hasil bumi ini pada hakikatnya bukan semata urusan ekonomi, tetapi bagian dari cara kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala, agar kita dapat menikmati hasil dari usaha tangan kita sendiri,” ungkap Rianto optimis.
Acara pembukaan yang meriah ini ditandai secara simbolis oleh Presiden PKS bersama jajaran pimpinan melalui sentuhan layar digital, dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit cabai jawa kepada para perwakilan kelompok tani dari berbagai daerah di Lampung untuk menggerakkan ketahanan pangan berbasis pekarangan. (TI)