Pages

Senin, 29 Mei 2017

Ramadhan 4

RAJA HARI PEMBALASAN
(ملك يوم الدين)

Di dunia ini begitu banyak raja dan penguasa. Bahkan, tidak sedikit orang yang berprilaku bagaikan raja. Berbuat dan berkata seenaknya, tak peduli orang sekitarnya dan apa akibatnya. Ada raja di pemerintahan, ada raja di perusahaan, raja di pasar, raja dalam pergaulan juga termasuk raja di jalanan.

Bahkan, di dunia ini ada orang-orang yang berperilaku bagaikan Tuhan. Atau malah mengklaim diri sebagai Tuhan. Kata dan ucapannya adalah wahyu, mutlak kebenarannya. Orang lain mesti menyembah menghambakan diri kepadanya. Dan itu muncul dari zaman ke zaman. Dahulu ada raja Namrudz yang mengaku sebagai tuhan. Mengklaim diri bisa menghidupkan dan mematikan. Juga ada firaun yang juga mengaku sebagai tuhan selain Allah.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَآجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رِبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٢٥٨﴾

Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al baqarah: 258)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Artinya: Dan berkata Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS Al Qashash: 38).

Begitulah di dunia ini, banyak raja dan bahkan tuhan-tuhan palsu. Namun, di akhirat kelak hanya ada satu raja, yaitu Allah 'azza wa jalla.

Dialah Allah Raja hari pembalasan, atau Raja hari kiamat. Ketika seluruh manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat, dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana Rasulullah saw pernah mengabarkan:

عن عائشة -رضي الله تعالى عنها- قالت: سمعت رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يقول: "يحشر الناس يوم القيامة حفاة عراة غُرْلاً". قلت: يا رسول الله، الرجال والنساء جميعاً ينظر بعضهم إلى بعض؟، قال: "يا عائشة الأمر أشد من أن يُهمهم ذلك".

Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Manusia akan dibangkit pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat dan belum dikhitan". Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki perempuan semuanya akan saling melihat satu sama lain?". Rasulullah menjawab, "Wahai Aisyah, urusan pada hari itu sangat menakutkan untuk mereka hendak melihat satu sama lain". (HR Bukhari)

Setelah semua dibangkait, maka Allah menyeru seluruh manusia, "Siapakah pemilik kerajaan pada hari ini?". Tidak ada satu manusia yang bisa menjawab. Semua terdiam. Allah sendiri yang menjawab pertanyaanNya, "Milik Allah Yang Maha Esa, lagi Maha Menaklukkan". (Dalam QS Al Mukmin: 16).

Suasana di akhirat memang sangat berbeda dengan suasana dunia. Di dunia orang bisa bicara seenaknya, sepenuh mulutnya, seisi perutnya atau bahkan sesuai dengkulnya. Sedangkan pada hari kiamat nanti, Allah menjadi Raja satu-satunya. Yang lain adalah rakyat atau budak. Tidak satupun manusia bisa bicara, kecuali dengan izinNya. Semua mulut terkunci, tak berdaya. Allah berfirman:

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا (38)

Artinya: "Pada hari dimana Jibril dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar." (QS An Naba: 38)

Dalam ayat lain Allah nyatakan:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا.

Artinya: ".... dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja". (QS Thaha: 108).

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ .

Artinya: "Dikala datang hari (kiamat) itu, tidak ada seorang pun yang bicara, melainkan dengan izinNya. Maka diantara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia". (QS Hud: 105).

Maka pada hari kiamat, Allah SWT menjadi penguasa tunggal. Tidak ada raja lain selainNya, seperti halnya saat di dunia. Para raja di dunia menjadi hina dan rendah di akhirat. Tak berdaya sedikitpun. Jangankan kekuasaan, untuk berbicara saja sudah tidak dapat izin.

Allah adalah Raja hari pembalasan karena semua manusia akan dihisab dihadapanNya, satu persatu, dengan amalannya masing-masing. Jika amalannya baik maka dia akan mendapatkan kebaikan. Jika buruk, maka dia akan mendapatkan keburukan dan kesengsaraan.

Segala keputusan berada di tanganNya. Apakah Dia akan menyiksa atau mengampuni seorang hamba, maka itu sepenuhnya menjadi hakNya.

  وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (١٤)

Artinya: "Dan hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Fath: 14)

Tidak satupun manusia yang akan dapat membantu manusia yang lain. Allah berfirman:

 يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ (19)

Artinya: "Hari itu seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah." (QS Al Infithar: 19).

Begitulah dahsyatnya hari pembalasan dan begitulah agungnya kekuasaan dan kerajaanNya. Maka,  sesungguhnya puasa merupakan salah satu modal utama untuk bekal perjalan di kampung akhirat.

Seorang tabi'in, al-Ahnaf bin Qais rahimahullah, pernah ditanya: "Sesungguhnya anda ini orang yang sudah tua, dan sungguh puasa membuatmu lemah.” Maka beliau berkata: ”Sungguh aku menyiapkannya (puasa) untuk perjalanan yang panjang (hari Akhirat). Dan bersabar di dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa Ta’al lebih ringan bagiku daripada sabar terhadap adzabnya.”

Rasulullah saw bersabda:

عن عبد الله بن عمرو، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام : أي رب إني منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه ، ويقول القرآن رب منعته النوم بالليل فشفعني فيه ، فيشفعان.

Artinya: "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi hamba pada  pada hari kiamat. Puasa berkata : " YA ALLAh aku mencegahnya dari makan dan memuaskan syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Al-Quran berkata : Ya Allah aku mencegahnya dari tidur malam hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Maka keduanya diterima Allah SWT ". ( HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr dishahihkan oleh Albany).

Wallahu A'laa wa A'lam.

Irsyad Syafar

0 komentar:

Posting Komentar