Ekspedisi yang dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Bipandu PKS Agam, Dedi Naspari, ini bertujuan menyalurkan bantuan logistik seperti sembako kepada warga Malalak yang terdampak bencana.
Pada hari pertama, Kamis (27/11/2025), Tim Bipandu mencoba menembus jalur melalui Padang Panjang. Namun, perjalanan terhenti hanya 30 menit sebelum melewati Jembatan Kembar Silaiang Bawah. Lokasi tersebut dilaporkan menjadi titik terdampak parah oleh galodo (banjir bandang lahar dingin), membuat jalur tidak dapat dilalui.
Tidak menyerah, pada hari kedua, Jumat (28/11/2025), Tim mengubah strategi dengan mencoba jalur darat. Mereka memulai perjalanan berjalan kaki dari Simpang Balingka menuju Toboh, dengan perkiraan jarak tempuh normal sejauh 15 kilometer.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer, Tim Bipandu kembali terpaksa kembali ke titik awal. Medan yang dilalui dipenuhi oleh titik longsor yang begitu banyak, dan area perbukitan di sekitar lokasi masih sering mengalami longsor susulan yang berbahaya. Kondisi ini membuat upaya penyaluran bantuan harus ditunda demi keselamatan relawan.
Menanggapi kondisi ini, Dedi Naspari menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Malalak atas tertundanya penyaluran bantuan ini.
"Kami mohon maaf kepada seluruh warga Malalak, karena belum bisa mengantarkan bantuan kesana. Semoga akses jalan menuju Malalak segera bisa dilewati sehingga relawan-relawan PKS bisa membantu menyalurkan bantuan kesana," ucap Dedi Naspari. (TI)

