Berbeda dengan pertemuan biasa, kegiatan kali ini dilaksanakan langsung di lokasi usaha milik anggota PKS yakni gudang rempah dan hasil bumi yang berlokasi di Nagari Andaleh, Kecamatan Luhak. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk melihat langsung potensi ekonomi riil kader di daerah.
Kedatangan Wahid Suharto disambut penuh antusias oleh jajaran pengurus DPD PKS Lima Puluh Kota, di antaranya Ketua DPD David Fery Andrio, Sekretaris Umum Edy, Ketua Boemkraf DPD Dellon Nukman, serta Kabid Perindustrian Farid Putera beserta tim.
Dalam arahannya, Wahid Suharto menegaskan bahwa peluang bagi kader untuk memperbaiki taraf ekonomi saat ini terbuka sangat lebar. Ekosistem pendukung bisnis, baik dari pemerintah maupun internal partai, sudah semakin matang.
"Hari ini kesempatan untuk meningkatkan kualitas perekonomian dan kesejahteraan anggota semakin besar. Akses pembelajaran bisnis kian luas, baik melalui pelatihan pemerintah via program Pokir anggota dewan, maupun kelas pembinaan bisnis dari lembaga PKS," ujar Wahid.
Lebih jauh, Wahid menyoroti jejaring bisnis PKS yang kini telah menembus pasar internasional.
"Jejaring pengusaha PKS kini terkoneksi hingga tingkat nasional dan mancanegara. Seperti beberapa saat lalu, kita mengadakan pertemuan pengusaha serumpun ASEAN di Thailand. Ini bukti bahwa peluang pasar semakin besar. Tugas kita adalah memastikan anggota PKS 'naik kelas'. Kuncinya harus mau belajar, karena bisnis itu adalah skill yang bisa dipelajari," tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua DPD PKS 50 Kota, David Fery Andrio, menyampaikan aspirasi mewakili anggota di tingkat akar rumput. Ia berharap adanya sinergi program yang menyentuh kebutuhan dasar anggota.
"Kami berharap pimpinan di tingkat wilayah dan pejabat publik PKS dapat menyediakan program konkret untuk anggota di daerah. Walaupun sederhana, seperti bantuan budidaya ayam per keluarga, ini sangat berarti sebagai sumber pendapatan bagi mereka yang belum memiliki penghasilan tetap. Tujuannya jelas, agar ada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap David.
Senada dengan Ketua DPD, Ketua Boemkraf DPD Dellon Nukman menambahkan perlunya perlakuan khusus bagi usaha rintisan.
"Kami meminta agar pembinaan dan pendampingan juga disediakan khusus untuk anggota yang usahanya masih kecil (mikro), agar mereka memiliki panduan yang tepat untuk bertumbuh dan berkembang," tambah Dellon.
Di sela-sela diskusi, rombongan DPW diajak melihat langsung proses penyortiran dan persiapan pengiriman produk pinang iris milik anggota PKS yang siap diekspor. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa kader PKS mampu bersaing di pasar komoditas global.
Kegiatan sore itu ditutup dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Rombongan menikmati jamuan khas Luhak 50 Kota, yakni ketan duren yang lezat, menambah erat ikatan persaudaraan (ukhuwah) antar pengurus. (TI)
