PKS Kota Solok Gelar Rakerda, Tekankan Soliditas dan Kolaborasi Antargenerasi - PKS Sumbar

12 Januari 2026

PKS Kota Solok Gelar Rakerda, Tekankan Soliditas dan Kolaborasi Antargenerasi


SUMBAR.PKS.ID, SOLOK – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solok menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Ahad (11/1/2026). Bertempat di Hotel Solok Premiere, agenda tahunan ini menjadi momentum penting bagi partai untuk memperkuat barisan menyambut tahun kerja 2026.

​Dibuka oleh Ketua DPW PKS Sumatera Barat, diwakili Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka), Tasnidar. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Rakerda kali ini merupakan bentuk konsolidasi relawan dan penguatan struktur demi mewujudkan layanan terbaik bagi masyarakat Kota Solok.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Kota Solok, pengurus Bidang, hingga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari dua kecamatan yang ada di Kota Solok.

​Kolaborasi Muda dan Senior

​Tasnidar mengapresiasi komposisi kepengurusan PKS Kota Solok yang kini mulai diwarnai oleh wajah-wajah muda. Ia berpesan agar terjadi sinergi yang harmonis antara semangat kader muda dan pengalaman kader senior.

​"Jangan sampai ada istilah kader pensiun, apalagi 'dimensiunkan'. Kader muda dan senior harus selalu berkolaborasi. Anak-anak muda adalah penyambung estafet utama kita ke depan," ujar Tasnidar di hadapan para peserta.

​Kedisiplinan dan Profesionalisme

​Salah satu poin kuat yang ditekankan dalam sambutan tersebut adalah menjaga identitas PKS sebagai partai yang disiplin. Tasnidar mengingatkan agar setiap program kerja dijalankan dengan perencanaan (planning) dan ketepatan waktu yang ketat.

​"PKS dikenal sebagai partai paling disiplin. Kalau jadwal jam 8, kita mulai jam 8. Profesionalisme dalam planning, organizing, dan actuating adalah kunci keberhasilan program kita sampai 2026 nanti," tegasnya.

​Lima Rumah Kejuangan

​Menurunkan amanah dari tingkat pusat, Tasnidar memaparkan konsep "5 Rumah Perjuangan" yang harus menjadi fokus setiap bidang, yaitu:

  1. ​Rumah Keluarga (RKI): Sebagai fondasi utama keharmonisan kader.
  2. ​Rumah Ibadah: Mengaktifkan peran di masjid-masjid.
  3. ​Rumah PKS: Menjaga eksistensi dan etika berpolitik/berkoalisi.
  4. ​Rumah Kebangsaan: Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air.
  5. ​Rumah Khidmah: Konsistensi dalam melayani masyarakat.

​Ia secara khusus menyoroti peran Rumah Keluarga Indonesia (RKI). "Jika di rumah tangga tidak harmonis, maka tidak akan bisa bersinergi di luar. Keharmonisan rumah tangga adalah dasar suksesnya rumah-rumah kejuangan yang lain," tambahnya.


Tasnidar juga mengingatkan bahwa kader PKS masih punya tanggung jawab besar melayani dan mendampingi masyarakat hingga pulih dari dampak bencana. 

"DNA PKS adalah partai yang peduli. Itu adalah fakta yang tak bisa dibantah. Maka tugas kader menjaga citra baik itu. Jika ada bencana, masyarakat akan menantikan kehadiran kader dengan baju relawannya," pungkasnya. 

Ketua Bipeka juga meminta seluruh kader untuk menahan jari, dan berhati-hati berkomentar di media sosial, demi menjaga suasan kondusif, dan tidak merusak fokus dalam melayani masyarakat dan bangsa. (*) 

Bagikan

Give us your opinion

Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done