SOLOK, SUMBAR.PKS.ID — Musibah banjir bandang atau galodo berskala besar menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin malam (21/9/2026). Bencana yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak sore hari ini mengakibatkan luapan Sungai Batang Laso dan memicu longsoran bukit yang langsung menghantam Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman warga.
Mewakili keluarga besar partai, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat, Nosa Ekananda, menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat dan jajaran Pemkab Solok. Merespons kondisi darurat tersebut, ia langsung menginstruksikan jajaran Bidang Kepanduan dan Bela Negara PKS Kabupaten Solok untuk bergerak cepat.
"Tadi malam tim relawan kita sudah langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kedaruratan. Pagi ini, relawan Bidang Kepanduan dan Bela Negara di bawah Ali Amran langsung menggelar aksi turun tangan membersihkan berbagai fasilitas umum dari material galodo," tegas Nosa Ekananda.
Ia menambahkan bahwa akses jalan utama lintas Padang menuju Solok sempat lumpuh total. Jalur tersebut tidak bisa dilewati karena tertimbun material tebal berupa lumpur, pasir, batu, dan kayu gelondongan.
Berdasarkan data sementara kebencanaan, terjangan galodo ini mengakibatkan empat orang terluka. Tiga orang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka. Satu korban luka berat yang merupakan aparatur sipil negara Pemkab Solok harus dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang untuk penanganan lebih lanjut.
Dampak kerusakan infrastruktur di pusat pemerintahan Kabupaten Solok terbilang parah. Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari mengalami rusak berat akibat tertimbun material lumpur. Delapan gedung lainnya termasuk Gedung DPRD, Badan Pendapatan Daerah, dan Dinas Kesehatan terdata mengalami rusak ringan dengan timbunan lumpur mencapai ketinggian 20 hingga 60 sentimeter.
Bencana ini juga menyapu fasilitas publik dan properti masyarakat. Merujuk pada data sementara di lapangan, diperkirakan sekitar 100 unit rumah warga terdampak material banjir bandang. Masjid Kayu Aro dan satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka juga tertimbun material longsor. Tercatat pula tujuh unit mobil, yang terdiri dari kendaraan dinas dan milik warga, ikut tersapu oleh terjangan air bah.
Hingga saat ini, sekitar 50 orang warga telah dievakuasi ke titik aman seperti Mapolres Solok dan Rumah Dinas Wakil Bupati Solok. PKS Sumatera Barat berkomitmen akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait demi mempercepat pemulihan kawasan Arosuka. PKS juga mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan analisis menyeluruh di area hulu sungai untuk mengantisipasi potensi galodo susulan. (AR)

