PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Barat, H. Ulyadi, Lc., M.A., tampil sebagai narasumber istimewa dalam acara Podcast Ruang Publik yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (23/9/2026).
Mengusung tema "Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lokomotif Anti Politik Uang Menuju Pemilu 2029", kehadiran tokoh utama PKS Sumbar ini menjadi bukti nyata keseriusan partai dalam mendukung pengawasan partisipatif dan pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat.
Dipandu oleh host Muhammad Earvin Qushairi, podcast ini membedah secara kritis dinamika politik lokal dan ancaman politik uang (money politic) yang kerap menodai proses demokrasi. Mengawali diskusinya, Ulyadi memaparkan filosofi perjuangan PKS yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai moral dan agama dalam setiap langkah politiknya.
"PKS adalah partai Islam yang mengusung nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan amanah. Nilai-nilai agama tidak bisa dipisahkan dari politik, karena ia menjadi kontrol moral. Jika politik dijauhkan dari nilai agama, maka akan lahir pemimpin-pemimpin yang tidak beretika dan pragmatis," tegas Ulyadi.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena politik uang yang dinilainya sangat merusak fondasi demokrasi. Menurut Ulyadi, praktik jual beli suara tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga mencederai amanah rakyat.
"Politik uang itu jelas bertentangan dengan nilai ideologis kita. Secara agama itu disebut risywah (suap) yang dilaknat, dan secara logika politik itu sangat merugikan. Ketika pemimpin lahir dari hasil politik uang, maka orientasinya saat menjabat hanyalah untuk balik modal, bukan lagi melayani rakyat," paparnya secara blak-blakan.
Menanggapi tantangan Bawaslu terkait masih maraknya masyarakat yang bersikap permisif (memaklumi) politik uang, Ulyadi menekankan bahwa solusinya tidak bisa hanya mengandalkan sanksi dan regulasi dari lembaga pengawas saja."Pemberantasan politik uang harus dibarengi dengan gerakan edukasi yang masif dari seluruh pihak, terutama partai politik itu sendiri. PKS terus melakukan edukasi kepada kader, simpatisan, dan masyarakat luas agar mereka menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan berintegritas," jelas tokoh kelahiran Agam tersebut.
Menutup diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, Ulyadi memberikan pesan khusus kepada masyarakat Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk menolak segala bentuk politik transaksional demi menghadirkan wakil rakyat yang benar-benar berkualitas pada Pemilu 2029 mendatang.
"Mari kita tolak politik uang. Jangan gadaikan masa depan daerah kita hanya demi keuntungan sesaat. Bersama Bawaslu, mari kita tegakkan keadilan pemilu demi lahirnya kepemimpinan yang peduli dan melayani," pungkas Ulyadi dalam sesi pesan penutupnya (closing statement). (AR)

