Pages

Jumat, 29 April 2011

PKS Sumbar AWARD

Apresiasi untuk Putra-putri Terbaik

PKS Sumbar Award 2011, penghargaan itu bukanlah diberikan kepada putra-putri terbaik Sumbar yang telah berbuat atau dinilai berjasa kepada PKS. Namun, diberikan kepada putra-putri terbaik Sumbar yang telah berbuat dan memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitarnya.

Dalam sejarahnya, Sumbar tidak pernah kehilangan dan kekurangan tokoh-tokohnya yang diakui di berbagai bidangnya. Inspirasi dan spirit tokoh-tokoh Sumbar tidak pernah melemah dan memudar di setiap periodeisasi sejarahnya. Melalui peraih 12 tokoh PKS Sumbar Award 2011, secara serius dan sungguh-sungguh PKS Sumbar ingin menyerap inspirasi dan spirit mereka yang luar biasa untuk bekerja demi Sumbar yang lebih baik.  
Berikut 12 profil tokoh periah PKS Sumbar Award itu:


Ratnawilis Muhammad
Tokoh pendidikan Sumbar. Mendirikan Sekolah Kepandaian Putri Islam (SKP Islam) tahun 1952 dan Madrasah Islam Makmur tahun 1960 di Payakumbuh yang kemudian menjadi cikal-bakal persiapan berdirinya IAIN di Payakumbuh. Mendirikan TK Islam pertama di Kota Padang dan Sumbar, membuat Buk Haji, begitu ia dipanggil benar-benar lekat dan kaya akan pengalaman di dunia pendidikan.

Marthias Dusky Pandoe
Pengabdian Pak Pandoe di bidang jurnalistik telah mengukir namanya sebagai wartawan yang berkiprah di tingkat nasional. Perjalananan jurnalistiknya hampir menjelajahi seluruh wilayah nusantara dan sejumlah negara. Di usia ke-70 tahun, menerbitkan buku kumpulan tulisannya yang berjudul, A Nan Takana (2001). Di usia ke-80 tahun, ia juga menerbitkan buku kumpulan tulisan yang berjudul, Jernih Melihat Cermat Mencatat (2010). Di usianya yang telah 81 tahun, belum masih terus menulis dan menulis.

Nursal Idris
Tokoh pengabdi bidang perikanan. Ia pencetus ide keramba ikan air deras, keramba besi, dan jaring apung di Kota Padang dan Sumbar. Meski saat sudah pension dari jabatan di Dinas Perikanan, ia masih tetap mendedikasikan hidupnya dalam pengembangan perikanan air tawar. Terbukti, ia masih menjadi konsultan sukarela di bidang perikanan dan sebagai dosen luar biasa Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta sejak 1990.

Wisran Hadi
Putra terbaik yang dimiliki Sumbar di bidang kebudayaan. Pelukis, sastrawan, penulis, sutradara teater, karya-karyanya sudah dihargai di tingkat nasional dan internasional. Melalui delapan naskah dramanya, ia secara berturut-turut menerima anugerah penulis pemenang Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara Indonesia dari DKJ. Tahun  1997, ia menerima penghargaan seni dari Walikota Padang dan tahun 2008 menerima penghargaan Plakat Tuah Sakato dari Gubernur Sumbar. Setahun kemudian, ia menerima Anugerah Kebudayaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dari pemerintahan Kerajaan Thailand tahun 2000 dan Sea Write Award, penghargaan sastra tingkat Asia Tenggara.

RB Khatib Pahlawan Kayo
Tokoh agama, dai, pendidik, aktivis, dan juga seorang wartawan dan penulis yang produktif. Sebagai Widyaiswara di Balai besar Diklat Kesejahteraan Sosial regional I Sumatera, ia saat ini masih menjadi salah seorang penasehat di PW Muhammadiyah Sumbar, dan pernah menjadi Ketua PW Muhammadiyah Sumbar periode 2005-2010. Saat ini aktif di kolej Islam Muhammadiyah Singapura yang dirintisnya dari bawah sejak tahun 2000. Sebagai seorang tokoh agama di Sumbar, ia memiliki bakat menulis yang luar biasa dan telah menerbitkan lebih kurang empat belas judul buku di bidang keagamaan. Sampai saat ini, ia masih menjadi penulis tetap di Harian Singgalang sejak tahun 1974.

Syukri
Doktor tanpa sekolah, profesor nan tak pernah kuliah. Direktur Utama PT Andalas Prima di Solok yang kini menjadi PT Citra Nusantara Mandiri yang khsus memproduksi bibit jagung hibrida. Perusaan ini mengalami kemajuan dan peningkatan bahkan kini bibit jagung unggul produksi dari perusahaan Syukri pun telah tersebar ke seluruh Indonesia. Hal yang membanggakan pula bagi Sumatera Barat adalah karena perusahaannya ini menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi benih jagung hibrida di luar pulau Jawa.

Syamsurizal alias Zalmon
Barangkali tidak banyak yang mengenal bahwa nama aslinya adalah Syamsurizal. Zalmon bergerak di bidang pencipta dan penyanyi Minang yang sangat terkenal di Sumatera Barat. Sebagai seorang seniman Minang, ia telah melahirkan karya besar dan sekaligus menjadi seorang bintang. Dalam perjalanan berkeseniannya Zalmon telah melahirkan 120 album, serta telah melakukan show di berbagai kota di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Hal yang paling khas dari lagu-lagu yang diciptakan dan didendangkannya, adalah lagu-lagunya yang sering disebut dengan “lagu maratok” khas Minang.

Syahrul Yondri
“Yon” itulah panggilan untuk Syahrul Yondri. Dia lah petani yang berhasil menemukan tanaman “cabe kopay”. Nama “cabe kopay”  merupakan singkatan dari “Kota Payakumbuh Yon” dan merupakan nama pemberian dari walikota Payakumbuh. Cabe yang diperolehnya melalui proses pemulian itu memiliki panjang berkisar 30-33 sentimeter, padahal cabai biasa rata-rata panjangnya hanya 20 cm saja. Inilah cabe super yang membawa Yon mengisi acara pelatihan pertanian ke pulau Jawa sampai Kalimantan.

Nilmaizar
Pelatih klub sepak bola Semen Padang  FC. Ia mengukir prestasi sebagai pelatih muda berprestasisetelah  mampu membawa tim asuhannya “kabau sirah’ di papan atas Liga Super Indonesia. Memulai karir kepelatihan sebagai Asisten Pelatih Semen Padang FC. Pada tahun 2007 menjadi Careteker (Pelatih Kepala) Semen Padang FC, dan tahun 2010 dipercaya menjadi head coach Semen Padang.

Slamet Yulianto
Urang sumando di Sumbar. Berprofesi sebagai tukang becak motor dengan penghasilan sekitar Rp 60.000 rupiah per hari, tidak pernah menyurutkan niatnya untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya. Anak pertamanya mendapat beasiswa kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang. Anak keduanya duduk di kelas 2 SMP Liga Dakwah, anak ketiga masih di kelas 5 SD, anak keempat di kelas 2 SD, dan anak kelima masih berusia 4 tahun. Ia lah inspirasi bagi orangtua lainnya dan sebagai pendorong semangat untuk tetap komitmen untuk menyekolahkan anak-anaknya sebagai pemilik masa depan.   

Fauziah Fauzan El Muhammady
Satu lagi tokoh pemberdayaan pendidikan perempuan di Sumbar. Buk Zizi yang masih memiliki garis keturunan dengan tokoh pemberdayaan pendidikan perempuan dan sekaligus pejuang kemerdekaan Rahmah El Yunisyyah kini dipercaya memimpin Diniyyah Putri Padang Panjang sekaligus Direktur Diniyyah Training Center, dan  Direktur Diniyyah Research. Aktif di organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), juga aktif sebagai Dewan Pendidikan Padangpanjang, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Sumbar, Indonesia, ia juga merupakan penulis yang produktif dan menjadi pembicara di tingkat lokal, nasional, dan internasional seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Masril Koto
Putra Agam, inspirator di bidang sosial, khususnya di bidang pertanian. Ia memperoleh pendidikan formal hanya melalui program setara paket A, B dan C. Bermodalkan bakat dan ilmunya, bersama rekan-rekannya, tahun 2006 ia menjadi pelopor dalam mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.  Kini, lebih dari 300 unit LKMA berdiri di Sumbar. Peraih Danamon Award, dengan kriteria Pemilik Semangat Bisa pada tahun 2010. Dan juga mendapatkan penghargaan “Indonesia Berprestasi Award” pada tahun 2010. (*)

Padang Ekspres 29 April 2011

0 komentar:

Posting Komentar