Pages

Senin, 23 Juli 2012

Gubernur Sumbar imbau masyarakat jangan boros selama Ramadhan

Padang (ANTARA News) – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau masyarakat jangan konsumtif atau boros selama Ramadhan 1433 Hijriah, karena dapat menimbulkan prilaku hidup kemubaziran.
“Keinginan selama siang Ramadhan lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan biasanya, tapi semua itu hanya karena hawa nafsu,” kata Irwan Prayitno saat memberi arahan pada safari Ramadhan di Padang Panjang, Minggu malam.
Menurut dia, apabila masyarakat berprilaku boros dengan menurut keinginan hawa nafsu, akibatnya dapat memincu kenaikkan harga sebagai kebutuhan pokok di pasaran.
Sebab, masyarakat pada sore harinya berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan “pabukoan” dan membeli banyak menu siap saji untuk hidangan berbuka puasa.
Jadi, saat berbuka puasa tiba semuanya terhidang di atas meja, tapi yang disantap hanya beberapa saja dan diharapkan dapat dihabiskan pada sahur tetapi akhirnya tidak juga, akhirnya terbuang sia-sia.
“Boleh membeli makanan menu siap santap dan kebutuhan harian tak masalah selama Ramadhan, sepanjang bisa dikonsumsi. Tapi kenyataannya banyak yang sia-sia,” ujarnya.
Makanya, masyarakat perlu mengontrol diri agar menghindari sikap yang berlebih-lebihan selama menjalankan ibadah puasa, karena pada akhirnya menimbulkan sikap mubazir.
Menurut gubernur, tingginya tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadhan, salah satu indikatornya terjadinya kenaikan inflasi daerah.
Semestinya pada Ramadhan inflasi turun, karena masyarakat tidak mengkonsumsi makanan pada siang hari, tapi kenyataan malah berbalik permintaan untuk kebutuhan pokok meningkat.
Kondisi itu, katanya, banyak masyarakat pada Ramadhan menjadikan tempat mengumbar nafsu sehingga tidak tercapai fitri yang diharapkan pada bulan buasa.
Justru itu, masyarakat harus mampu melawan dan mengendalikan hawa nafsu selama Ramadhan, terutama menjauhkan sikap konsumtif sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai yang diharapkan.
Gubernur mengatakan, pemerintah daerah dengan melibatkan BUMN/BUMD serta distributor berbagai komoditas terus berupaya mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menstabilkan harga di pasaran melalui pasar murah dan operasi pasar sejak awal Ramadhan.
Kebijakan pemerintah daerah itu, akan sia-sia saja tanpa dukungan masyarakat melalui pengontrolan atau menghindari prilau konsumtif.
“Kita minta masyarakat jangan sampai memborong kebutuhan bahan pokok selama Ramadhan, karena dapat memicu harga di pasaran,” imbau gubernur lagi.
Dalam tim safari Ramadhan 1433 hijriah Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan masjid senilai Rp10 juta dan 20 eksamplar Al Quran dan sepuluh tafsir Al Quran.
(ANT)

antaranews.com 23 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar