Pages

Sabtu, 28 Juli 2012

Mensos RI Serahkan Bantuan bagi Korban Longsor di Padang

KBRN, Padang : Safari Ramadhan Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri dimulai dari daerah rawan bencana, Padang, Sumatera Barat. Bersama Dirjen Linjamsos Andi ZA Dulung, Staf Khusus Agoes Kooshartoro, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Walikota Padang Fauzi Bahar, Mensos mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh.
“Alhamdulillah rumah saya tidak hanyut, meski Galodo sudah merendam setinggi pintu. Tetangga kami yang rumahnya hancur dan sekarang mengungsi. Kami senang disapa Pak Menteri,” ujar Desi yang ditemani suaminya, Tamzil.
Siaran pers media center yang diterima RRI, Sabtu (28/7) menyebutkan, rumah warga yang terbuat dari kayu terletak persis di tepi Batang Kuranji yang menggerus halaman belakang. Rumah yang berdampingan dengan kandang ayam dan kambing itu tampaknya harus direlokasi karena terletak di zona rawan.
Sebelum mengunjungi lokasi, Mensos mendengarkan paparan Gubernur Sumbar. Banjir yang terjadi Selasa (24/7) lalu menyebabkan 878 rumah rusak, 95 unit di antaranya rusak berat yakni 15 rumah ibadah, 12 unit irigasi, 2 jembatan, 2 unit sekolah, 1 unit kesehatan, 7 perahu nelayan, dan 28 mesin longtail ikut rusak/hilang.
“Kerugian ditaksir Rp 40 milyar. Kami bersyukur karena masyarakat dari kota/kabupaten lain ikut membantu. Semangat gotong-royong meringankan penderitaan korban,” jelas Gubernur Irwan Prayitno.
Data yang diuraikan Walikota Padang lebih rinci dan kerugiannya lebih besar, yakni sekitar Rp 263,9 milyar. Mensos mengarahkan, data tersebut perlu diverifikasi ulang, terutama tentang jumlah korban harus jelas siapa dan di mana tempat tinggalnya, serta bagaimana kondisi terkini.
“Kami membantu pemda di masa tanggap darurat untuk penyediaan shelter dan logistik serta jaminan hidup bagi korban yang miskin,” sambut Mensos, yang mengapresiasi kesetiakawanan masyarakat Minang. Kearifan lokal memang diperlukan untuk mengurangi resiko bencana.
Dari Limau Manis, Mensos menuju Kelurahan Tabiang, Banda Gadang, yang paling parah terendam Galodo untuk berbuka puasa bersama.
“Daerah kami paling rendah sehingga aliran sungai bermuara ke sini dan Amdal perumahan tidak dipersiapkan. Selain itu, kami lihat banyak orang mengambil kayu dari hutan di hulu sehingga menjadi gundul,” seru salah seorang korban, Zulkifli, dengan nada kesal.
Walikota Padang coba menenangkan, sambil menyerahkan bantuan family kit dari Kemensos sebanyak 250 paket. Saluran air di wilayah tersebut akan ditata ulang, termasuk jalan akan direhab.
“Tentang dugaan adanya pembalakan liar, kami akan susuri hutan melalui aliran sungai sampai ke hulu dalam waktu dekat, berkoordinasi dengan pihak keamanan,” ujar Walikota. (Ria.S/Rell/HF)


(Editor : Heri Firmansyah)

rri.co.id 28 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar