Pages

Rabu, 25 Juli 2012

Sambut Ramadhan dengan Hati Gembira

Oleh : Trinda Farhan Satria
Wakil Ketua DPRD Sumbar

Ramadhan kembali menjumpai kita. Sebagai tamu agung, tentu kita harus berbahagia menyambutnya. Seba­gaimana Rasul pernah bersabda, “Barangsiapa yang bergembira akan datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka.” Maka tak salah kiranya bila kita sebagai umat Islam berbahagia menyambut Ramadhan. Karena selain anjuran nabi Muhammad SAW tersebut, kita juga patut berbahagia, karena di bulan Ramadhan ini terdapat berbagai keistimewaan-keistimewaan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya.

Ramadhan berasal dari kata ra ma dan dha yang berarti sa­ngat panas. Bulan Ramadhan sen­­diri merupakan bulan ke­sem­­bilan dalam sistem tahun qo­m­ariah. Sudah menjadi kebia­sa­an orang Arab saat itu me­min­dahkan suatu istilah ke dalam ba­hasa mereka sesuai dengan ke­adaan. Pada bulan kesem­bilan, se­cara umum suhu di sana sa­ngat pa­nas, sehingga mereka me­­nye­butnya dengan bulan Ra­madhan, yang bermakna bu­lan yang sa­ngat panas suhu­nya. Me­nurut Ali ash-Sha­buni, bulan ter­se­but di­na­mai Ramadhan ka­re­na mem­bakar dosa-dosa kaum muslimin de­ngan amal-amal shalih, sebab se­gala amal pada bu­lan itu dili­p­at­gandakan paha­lanya.

Umat Islam mengenal bebe­rapa nama lain untuk bulan Ra­madhan, bahkan nama-nama itu juga menjadi keutamaan ter­sendiri bagi bulan Ramadhan. Di an­taranya Syahrullah, yang ber­a­rti bulan Allah. Karena Allah menjadikan ibadah puasa untuk diri-Nya, serta memberikan pa­hala yang teramat besar bagi umat Islam yang menjalankan iba­dah tersebut. Kemudian na­ma lain bulan Ramadhan ada­lah Sayyidus Syuhur, artinya tuan­nya seluruh bulan. Hal ini karena da­lam bulan Ramadhan ter­da­pat banyak kelebihan bila di­bandingkan dengan bulan-bulan lain­nya. Selain itu, bulan Ra­madhan juga dikenal dengan na­ma Syahr Mubarak yang berarti bulan yang penuh barakah.

Ramadhan sebagai bulan suci umat Islam tentu senantiasa di­nantikan oleh orang-orang ber­iman di seluruh penjuru du­nia. Di dalamnya terdapat se­jum­­lah keistimewaan yang tere­ka­m jelas oleh sejarah. Ke­uta­maan yang per­tama adalah Al Qu­ran ditu­runkan pertama kali pada bulan Ra­madhan. Al Quran me­mang ditu­runkan secara ber­angsur-angsur, namun per­tama kali diturunkan adalah pada bulan Ramadhan. Sebagaimana Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah me­nurunkannya pada malam lailatul qadar” (QS. Al Qadar: 1). Dan malam lailatul qa­dar itu terdapat dalam bulan Ra­madhan. 

Keutamaan kedua adalah Ra­madhan menjadi satu-satu­nya nama bulan Qamariah yang disebut dalam Al Quran. Apabila kita membaca Al Quran, kita akan menemukan nama bulan Ra­madhan. Allah berfirman: “(Be­be­rapa hari yang ditentukan itu ia­lah) bulan Ramadhan, bu­lan yang di dalamnya ditu­run­kan (per­mulaan) Al Quran seba­gai pe­tunjuk bagi manusia dan pen­­­je­lasan-penjelasan me­nge­nai pe­tunjuk itu dan pembeda (an­tara yang hak dan yang ba­thil)” (QS. Al Baqarah: 185). Ter­mak­tub­nya nama Ra­madhan da­lam Al Quran tentu menjadi keu­ta­maan ter­sendiri bagi bulan Ra­ma­dhan.

Keutamaan selanjutnya, kaum muslimin meraih keme­na­ngan besar pada saat Perang Ba­dar adalah dalam bulan Ra­madhan. Perang Badar menja­di sa­ngat penting artinya karena ia menjadi penentu bagaimana ma­sa depan umat Islam setelah ma­sa perang itu. Perang yang ter­­jadi pa­da tanggal 17 Ra­madhan tahun ke­dua Hijriah itu men­jadi pepe­rangan sejati per­ta­­ma antara haq me­lawan batil. Ini­lah perang ter­­bu­ka pertama an­t­ara kaum mus­­limin dengan kaum musyrikin quraisy. Da­lam pe­pe­ra­ngan ini kaum musli­min mem­peroleh kemenangan ge­milang dengan menewaskan 70 kaum musyri­kin dan mena­wan 70 orang, se­mentara sisanya  me­larikan diri dari medan pe­pe­rangan.

Keutamaan Ramadhan beri­kut­­nya adalah terdapatnya m­a­lam lailatul qadar. Lailatul qadar nilainya lebih baik dari se­ribu bulan. Sebagaimana Fir­man Allah: “Sesungguhnya kami te­lah menurunkannya pada ma­lam lailatul qadar. Tahukah kamu, apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada ma­lam itu malaikat Jibril turun de­ngan izin Tuhannya dengan membawa seluruh urusan. Se­jahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (Al Qadar: 1-5). Tentu saja ayat tersebut menjadi penyemangat bagi setiap orang beriman untuk berlari mengejar dan mengerjakan amal pada se­tiap sepuluh malam terakhir Ra­madhan agar bisa men­dapatkan nilai malam lailatul qadar itu.

Keutamaan lain dari bulan Ra­madhan adalah bulan R­a­madhan merupakan bulan di­ang­katnya Muhammad bin Ab­dullah sebagai Rasul akhir za­man. Kemudian terdapat juga ke­utamaan lainnya dari bulan Ramadhan, seperti pada bulan ter­­­sebut diwajibkannya ber­pua­sa kepada kaum muslimin. Pua­sa Ramadhan sendiri akan men­j­adi sarana bagi orang ber­iman agar menjadi manusia pari­purna. Pada bulan Ra­madhan pula dilimpahkannya pahala yang sangat tinggi bagi siapa saja yang be­riman dan beramal sa­leh. Di bu­lan ini juga dibu­kanya pin­tu-pin­tu surga dan ditu­tup­nya pin­tu-pintu neraka. Dan ha­diah ba­gi siapa saja yang suk­ses men­ja­lankan ibadah di bulan ini Allah menyediakan hari raya Idul Fitri.

Maka dengan adanya berba­gai keutamaan-keuta­maan dan ke­muliaan-kemuliaan yang ter­da­pat dalam bulan Ramadhan, ma­ka sepantasnyalah kita seba­gai umat Islam menyambut Ra­madhan dengan hati yang ba­hagia. Mari kita ambil baro­kah se­­banyak-sebanyaknya yang ter­da­pat di bulan ini dan tidak ter­da­pat pada bulan lainnya. Wal­la­hualam. (*)

Padang Ekspres 25 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar