Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Minggu, 23 November 2014

Sumbar Raih The Most Improved Travel Club Tourism Award

PADANG — Pemprov kembali meraih penghargaan, kali ini dari bidang kepariwisataan. Sumbar mendapat The Most Improved Travel Culb Tourism Award 2014. Penghargaan tersebut merupakan yang tertinggi di bidang kepariwisataan.

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan El John Tourism pada tahun menyelenggarakan pemilihan Travel Club Tourism Awards (TCTA) ke-4.

Kegiatan itu merupakan ajang pemilihan dan prestasi bagi pemerintah daerah berprestasi dalam pembangunan, pengembangan dan pembinaan sektor kepariwisataan di Indonesia.

Travel Club Tourism Awards digelar di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur. Untuk penilaian tertinggi bidang pariwisata pemerintah kabupaten/ kota dan provinsi ini dilaksanakan Travel Club Magazine bersama Universitas Sahid Jaya pada (20/11) lalu.

Gubernur Irwan Prayitno, menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan pengakuan nasional atas upaya dan kerja keras yang dilakukan Sumbar selama ini, baik oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota maupun para pelaku usaha pariwisata di Sumbar. Dukungan tersebut juga dari pengelola jasa transportasi dan maskapai penerbangan termasuk peran restoran, rumah makan dan produsen souvenir.

“Adanya pengakuan nasional ini kiranya semua elemen masyarakat dan stakeholders pariwisata serta unsur pendukung lebih termotivasi lagi untuk mengembangkan kepariwisataan. Karena potensi pariwisata Sumbar sangat besar dan perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan kepariwisataan tetap kita pertahankan berbasis agama dan budaya dan itu telah kita kuatkan melalui Perda Sumatera Barat Nomor 3/2014,” ujarnya.

Irwan menyatakan penghargaan tersebut kebanggaan masyarakat Sumbar beserta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras memajukan pariwisata di daerah ini.

Kepala Dinas Pariwisata Busharman Bur menyampaikan, TCTA telah digelar semenjak 2011 dan telah menjadi agenda tahunan sebagai ajang prestasi dan semangat bagi pemerintah daerah dalam mendorong sektor kepariwisataan di daerahnya.

Pada TCTA 2014 untuk tingkat provinsi, Pemprov Sumbar meraih The Most Improved TCTA 2014, sementara di bawahnya Sulawesi Selatan mendapatkan The Best Performance dan Provinsi Jawa Timur memperoleh The Best Achievement, sedangkan untuk DKI Jakarta memperoleh Most Favourite. Untuk pemerintah kabupaten/kota, Sawahlunto mendapatkan bronze dalam kategori the most improved.

“Jadi, di Sumatera Sumbar satu satunya provinsi yang mendapatkan penghargaan sektor kepariwisataan TCTA 2014,” katanya.

Burhasman juga menyampaikan, penilaian untuk klaster provinsi yang dapat memperebutkan satu penghargaan beberapa kategori. Kategorinya terdiri dari, improvent, performance dan achievement yang diberikan kepada pemerintah provinsi berdasarkan penilaian kinerja dari seluruh aspek yang meliputi tata pamong, lingkungan pariwisata dan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat dan perkembangan ekonomi.

Sedangkan panitia dan dewan juri bersifat independen yang terdiri dari para profesional di bidang pariwisata dan para akademisi (dari Universitas Sahid).

Sedangkan, pola penilaian adalah penetapan nominasi oleh panitia berdasarkan rekomendasi dewan juri. Aspek penilaian tata pamong (good governance), lingkungan pariwisata, perkembangan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dalam kepariwisataan.

Kemudian aspek ekonomi kreatif. Kepada nominator dimintakan untuk mengirimkan dokumen dan data dukung sesuai aspek penilaian, setelah itu pemerintah daerah memberikan Verifikasi atas kebenaran data dan dokumen pendukung melalui sidang dewan juri.

Selanjutnya tim verifikator akan melakukan kunjungan ke daerah untuk membuktikan hasil data dukung dan verifikasi yang telah dilakukan.

Kedatangan tim verifikasi tanpa sepengetahuan pemerintah daerah yang menjadi nominator. Hasilnya, Sumbar dinyatakan memiliki perkembangan dan pertumbuhan sektor kepariwisataan yang signifikan dari tahun ke tahun. “Kemudian didukung oleh kebijakan dan pelaksanaan tata pamong, lingkungan pariwisata, perkembangan ekonomi dan aspek ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Singgalang 24 November 2014

Kamis, 20 November 2014

Pemprov Sumbar Kembali Raih National Procurement Award

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno kembali meraih penghargaan nasional. Kali ini di bidang pengadaan barang dan jasa.

Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengadaan Barang/Jasa yang dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Selasa (18/11) di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Sumbar meraih Natio nal Procurement Award untuk kategori Peran Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi.

“Kategori ini diberikan kepada provinsi yang berperan dalam membangun, mengembangkan dan melakukan pembinaan serta menjalin kebersamaan kepada kabupaten/kota dalam memajukan e-Procurement di daerah. Alhamdulillah kita dapat,” kata Gubernur Irwan Prayitno, Kamis (19/11) di Padang.

Menurut Irwan yang didampingi Kepala Bappeda Afriadi Laudin, penghargaan ini adalah untuk ketiga kalinya diterima LPSE Sumbar setelah sebelumnya menerima penghargaan sebagai Instansi Pelopor Dalam Pembentukan LPSE dan Implementasi e-Procurement (2011) dan Citizen Angagement serta nominasi untuk Organization Transformation (2012).

Dalam implementasi LPSE di Sumbar, LPSE provinsi telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam membangun LPSE di kabupaten/kota se Sumbar, baik dalam pengingkatan SDM pengelola, infrastruktur dalam bentuk kegiatan pembinaan, rapat koordinasi, bimtek, magang, sosialisasi dan fasilitasi dalam pembenahan infrastruktur.
Kemudian juga standarisasi LPSE di bidang layanan LPSE, kapasitas dan keamanan informasi yang telah diprogramkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Menurut gubernur, sebagai ujung tombak reformasi birokrasi, pelayanan publik merupakan barometer keberhasilan suatu provinsi/kabupaten/kota menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Sebagai bagian dari pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa pemerintah dituntut untuk lebih bersih, transparan, terbuka, akuntabel, tidak diskriminatif, cepat, tepat, murah, mudah, efisien, efektif dan memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai perkembangan teknologi informasi.

“Dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, LPSE Provinsi Sumbar memiliki pelayanan dengan nilai amat baik,” katanya.

Survei ini dilakukan LKPP dan ke depan diharapkan seluruh pelayanan publik di Sumbar terutama LPSE kabupaten/kota memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna.

Atas prestasi itu, Irwan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh bupati/walikota yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik. “Ke depan kerja sama antara provinsi dan kabupaten/kota akan terus terbina,” harap Irwan.

Kepada pengguna LPSE (Pokja ULP, Asosiasi Penyedia Barang/Jasa) yang telah menggunakan LPSE sebagai fasilitasi antara pengguna dan penyedia barang/jasa, gubernur juga mengucapkan terima kasih pula. Sebab juga ikut menentukan keberhasilan Sumbar dalam proses pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. (006)

Singgalang 21 November 2014