Pages

Senin, 30 Maret 2015

Hadapi Pilkada Sumbar, KMP dan KIH Jajaki Koalisi

TEMPO.COPadang - Dua kubu partai politik yang terbentuk saat pemilihan presiden 2015, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), tak berpengaruh terhadap pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di Sumatera Barat.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Barat Trinda Farhan mengatakan saat ini partainya sedang menjajaki koalisi dengan sejumlah partai. Tidak tertutup kemungkinan partai yang berlambang padi dan bulan sabit kembar itu berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KIH. "Mungkin saja. Dengan siapa saja kita jalan," ujarnya, Senin, 30 Maret 2015.

Menurut dia, dinamika politik di daerah berbeda dengan pusat. Saat ini komunikasi politik sedang berlangsung, tak mesti berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KMP. 

PKS Sumatera Barat tidak membuka pendaftaran untuk pemilihan gubernur. Mereka hanya melakukan komunikasi informal dengan bakal calon dan partai lainnya. Trinda mengatakan dulu partainya pernah membuka pendaftaran, tapi tak berjalan efektif karena tak baik untuk calon dan partai. "Saat ini kita sedang berkomunikasi dengan seluruh partai," ujarnya.

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman mengaku sedang melakukan penjajakan dengan semua partai untuk menghadapi pemilihan gubernur nanti. "Tak ada KIH dan KMP dalam pilgub," ujarnya.

Menjelang pendaftaran calon, kata Alex, PDIP sudah memastikan untuk berkoalisi dengan Partai Hanura, PKB, dan PBB. Namun, untuk mengusung calon, koalisi tersebut masih kekurangan dua kursi lagi. "Masih kurang dua kursi. Kita masih menjajaki partai lain untuk bergabung," ujarnya.

Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Hidayat, mengatakan tidak tertutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KIH untuk pemilihan gubernur tahun ini. "Bisa saja, karena kita ingin bersama-sama membangun daerah," ujar anggota DPRD Sumatera Barat ini. Namun, kata Hidayat, partainya akan memprioritaskan untuk berkomunikasi dengan partai sekoalisi Merah Putih. "Itu grand design-nya, tapi tak harus," ujarnya.

ANDRI EL FARUQI
tempo.co 30 Maret 2015

0 komentar:

Posting Komentar