Pages

Jumat, 19 Juni 2015

Ramadhan Syahrul Quran


Ramadhan sangat identik dengan Al Quran, dan menjadi identitasnya. Karena Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya Al Quran pada bulan tersebut. Tentunya pemilihan bulan Ramadhan oleh Allah bukanlah sembarangan. Disamping itu, nama bulan Ramadhan juga satu-satunya yang Allah sebutkan secara jelas di dalam Al Quran. Sedangkan nama-nama lain tidak ada di dalamnya. Ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan khusus dari Allah. Dan memuliakan apa yang Allah muliakan merupakan karakter orang-orang beriman.

Oleh karena itu, orang-orang beriman mesti menghadirkan identitas ini dalam diri mereka (paling tidak) selama bulan ramadhan. Kemana dia beraktifitas, Al Quran menemani dan hadir bersamanya. Sehabis shalat shubuh dia bersama quran, dalam perjalanan menuju tempat kerjanya dia juga bersama Quran. Saat jam istirahat kantor, disela-sela waktu senggang, menjelang atau sesudah shalat-shalat wajib, setelah usai tarawih dan witir, menjelang tidur.... tampak sekali dalam setiap momen tersebut Al Quran melingkupi dan hadir bersamanya.

Kehadiran Al Quran ini bisa beragam. Mulai dari membacanya, mendengarkannya, memahami dan mempelajari isinya, menghafalnya, sampai kepada mengamalkan dan mendakwahkannya...
Pendek kata, ada mushaf (Alquran) ditangannya, ada dibibirnya, ada dalam dialog dan diskusinya, ada dipendengarannya, ada dalam pikirannya, ada dirumah dan kendaraannya...

Dengan kehadiran seperti ini, seorang mukmin akan terbebas dari jenis sekelompok kaum yang dikadukan Rasulullah kepada Allah dalam QS Furqan : "Dan Rasul berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadi Al Quran terpinggirkan...".

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang termasuk meminggirkan Al Quran adalah: tidak mengimaninya, tidak membenarkannya, tidak membaca dan mendengarkannya, tidak mengamalkannya, dll...

Bila di Ramadhan yang mulia ini Al Quran belum menjadi identitas, belum hadir dalam aktifitas kehidupan, masih terpinggirkan... niscaya di bulan-bulan lain tak akan hadir sama sekali...

Irsyad Syafar

0 komentar:

Poskan Komentar