Pages

Minggu, 07 Juni 2015

Warga Garabak Data Hidup Terisolir

Solok, Obsessionnews – Sebanyak 963 kepala keluarga di Nagari Garabak Data, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) hidup dalam keterisoliran tanpa penerangan listrik dan minim tenaga kesehatan. Sudah hidup dalam keterisoliran, juga ditambah dengan akses yang kurang memadai karena belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Masyarakat yang mendiami nagari setempat merupakan satu-satunya nagari dari 74 nagari yang ada di kabupaten tersebut masih terisolir dan masyarakat berharap agar jalan ke tempat mereka segera diperbaiki sehingga bisa dilewati roda empat.

Tumpuan masyarakat setempat disampaikan oleh Wali Nagari Garabak Data, Pardinal dalam suatu kesempatan saat kunjungan kerja Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, bersama SKPD terkait, ke daerah itu pada hari Sabtu (6/6).

“Kami mengharapkan agar segera memiliki jalan yang memadai. Itu sangat penting dalam meningkatkan kemajuan daerah ini. Jika akses jalan lancar, semuanya  tentunya juga akan lancar,” sebut Wali Nagari Garabak Data, Pardinal.

Salah satu yang menjadi kendala sehingga akses transportasi roda empat tidak bisa ke lokasi, karena terbentur dengan persoalan hutan lindung.

“Melalui kunjungan langsung Gubernur kesini, maka persoalan  izin dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dapat dipercepat,” harap Pardinal.

Apabila transportasi sudah lancar, masalah utama yang dihadapi masyarakat terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan perekonomian secara berangsur dapat teratasi.

Pardinal menjelaskan, nagari yang berpenduduk 2.556 jiwa ini memiliki banyak potensi, dan kaya dengan hasil pertanian dan perkebunan, namun tidak bisa dijual karena terkendala transportasi.
“Kendala kami disini hanya jalan. Itu menjadi kunci untuk memajukan
daerah ini,” kata Pardinal.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berjanji akan menindaklanjutinya dengan menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok terkait pengentasan Garabak Data sebagai daerah terisolir.

“Minggu depan kita akan melaksanakan rapat untuk memperjelas keadaan ini, agar nanti kedepan tidak menyalahi  kewenangan dan hukum, jangan sampai nanti niat kita baik tapi tidak sesuai aturan,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengatakan, dari sejumlah usulan yang disampaikan masyarakat, ada beberapa yang bisa dibantu antara jaringan telekomunikasi dan bantuan untuk pertanian.

“Seperti tahun 2015 ini ada bantuan untuk tower operator seluler untuk handphone dan beberapa pendukung pertanian. Kemudian ada bantuan untuk penimbunan jalan dibeberapa titik, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), listrik jalan dan beberapa pendukung peternakan peternakan kita siapkan tahun depan. Semua tentu harus melalui proposal sehingga bisa ditindak lanjuti.

Sedangkan yang bersifat jangka panjang, seperti pembangunan jalan ke Garabak Data oleh TMMD itu harus ada persetujuan dari pusat yakni Kementerian Kehutanan dan itu akan segera kita tindak lanjuti”, sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur, menagkaui Nagari Garabak Data masih terisolir. Keterisoliran daerah itu salah satunya karena belum ada jalan yang layak. Pembangunan jalan ke nagari itu terkendala, karena berada di  kawasan hutan lindung. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya menyelesaikan persoalan tersebut, agar pembangunan jalan tidak terhambat.

“Kami sudah mengajukan ini sejak lima tahun lalu ke Menteri Kehutanan dan baru 4 yang diturunkan status perizinannnya untuk bisa dipakai dan yang satu masih dalam proses. Untuk mempercepat prosesnya kami mengharpakan dukungan dari Pemerintah Provinsi agar lebih mempercepat proses ini,” kata Desra. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews.com 7 Juni 2015

0 komentar:

Posting Komentar