Pages

Sabtu, 28 Mei 2016

Tarhib Ramadhan

Tidak ada keraguan bagi orang-orang yang beriman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan istimewa disisi Allah. Di dalam Al Quran Allah telah mengabarkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Dan pada bulan Ramadhan umat Islam diwajibkan berpuasa. Dia juga telah mentaqdirkan adanya satu malam mulia di bulan Ramadhan yaitu malam Qadar. Kemulian malam ini melebihi dari 1000 bulan.

Di dalam berbagai hadits shahih Rasulullah saw juga mengabarkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Pahala amal shaleh dilipatgandakan. Apabila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu sorga dibuka dan tidak satupun yang ditutup. Pintu-pintu neraka ditutup dan tidak satupun yang dibuka. Syetan-syetan dan jin pembangkang dibelenggu. Dan di setiap malam Allah memerdekakan hamba-hambaNya dari siksa api neraka. Dan bagi setiap hamba ada saat-saat doanya dikabulkan, setiap hari selama Ramadhan.

Dengan berbagai kemuliaan tersebut dan juga kemuliaan lainnya, adalah sangat wajar bila kemudian umat Islam melakukan persiapan untuk menyambut kedatangannya (tarhib ramadhan).

Sesuai dengan situasi dan kondisinya, setiap muslim harus melakukan tarhib Ramadhan di bulan sya’ban ini, dalam makna yang lebih aplikatif. Yaitu pengkondisian diri dan lingkungan dengan berbagai amal shaleh, agar saat ramadhan datang, amal shaleh tersebut terasa biasa, ringan dan dapat diaplikasikan secara maksimal. Sehingga dengan demikian, bulan sya’ban menjadi bulan tarhib Ramadhan.

Secara umum, pada bulan sya’ban ini setiap muslim hendaknya membiasakan puasa sunat dan memperbanyaknya. Sebagaimana Rasulullah saw mengajarkan seperti itu. Sehingga saat Ramadhan datang, puasa itu sudah biasa dan ringan dilakukan. Tidak mengalami apa yang diistilah sebagian orang dengan puasa tua.

Begitu juga ibadah shalat wajib lima waktu, sudah harus dilatih disiplin berjamaah di masjid. Shalat-shalat sunat juga diperbanyak, terutama shalat sunat rawatib, shalat dhuha dan shalat malam. Begitu juga tilawah Al quran juga harus meningkat. Semuanya mesti mulai dibiasakan dan dirutinkan pada bulan sya’ban, agar menjadi ringan ketika Ramadhan nanti.

Bagi muslim dan muslimah yang dititipkan kelebihan harta oleh Allah, maka bulan sya’ban adalah saat yang tepat untuk menghitung zakat harta dan zakat perdagangan. Menyisihkan sedekah dan infaq serta menganggarkan dana untuk memberikan perbukaan bagi orang lain. Saat ramadhan datang, tinggal mengeksekusi semua dana tersebut.

Bagi para da’i dan muballigh, bulan sya’ban adalah saat mempersiapkan diri dengan ilmu dan wawasan keislaman yang komprehensif, mencerdaskan dan membangun kesadaran beragama umat. Sehingga saat ramadhan nanti, ceramah-ceramah ramadhan lebih berkualitas, menambah wawasan umat dan meningkatkan pengamalan beragama serta mengangkat kualitas ruhiyah mereka. Jangan lagi umat decekoki dengan lelucon-lelucon yang sia-sia, cerita-cerita yang tak berdalil dan amalan yang tak berdasar apalagi kajian yang cenderung mengadu domba.

Sedangkan bagi para imam dan qori, bulan sya’ban adalah momen untuk menambah dan memantapkan hafalan Al Quran, meningkatkan kualitas tajwid dan tartil. Sehingga di bulan Ramadhan nanti, umat termanjakan dalam shalat mereka dengan bacaan imam yang lebih baik, lebih panjang, menyentuh hati dan juga lebih khusyuk. Tidak zamannya lagi shalat tarawih terburu-buru atau apalagi berpacu untuk cepat selesai.

Bagi pengurus masjid, dibulan sya’ban ini tidak saja mengejar penuhnya jadwal ceramah dan imam, tapi akan lebih baik bila ada peningkatan sarana prasarana di masjid untuk menunjang peningkatan kualiatas beribadah selama Ramadhan nanti. Perlu pergantian karpet yang sudah rusak, robek atau mungkin beraroma tidak sedap. Pengeras suara juga mempengaruhi khusyuknya beribadah. Tempat berwudhuk yang nyaman, jalur laki-laki perempuan yang lebih kondusif agar tidak bercampur baur, sampai tempat penitipan sepatu dan sendal yang lebih aman. Akan semakin baik bila pengurus masjid mampu menambah fasilitas penyejuk ruangan, menyediakan air minum, tissu dan wewangian di dalam masjid. Ini semua tentunya dengan dukungan keuangan dari para jamaah dan masyarakat sekitarnya. Tujuan akhirnya adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas ibadah selama bulan Ramadhan.

Inilah tarhib Ramadhan yang lebih aplikatif. Bukan sekedar sebuah kajian atau ceramah menyambut Ramadhan. Dan tentunya telah dimulai semenjak awal bulan sya’ban bukan diakhirnya saja. Wallahu A’lam

Dimuat di Hariang Singgalang Jumat, 20 Mei 2016

Sumber: irsyadsyafar.com

0 komentar:

Posting Komentar