Pages

Selasa, 06 Juni 2017

Ramadhan 11

Irsyad Syafar

15 IBADAH
(إياك نعبد)

Dalam menyembah Allah kita menggunakan 3 perangkat utama, yaitu: hati, lisan dan anggota badan. Sementara itu, hukum fiqh dalam Islam ada 5, yaitu: Wajib, sunat, mubah, makruh dan haram.

Maka, ada 15 macam ibadah yang kita lakukan. Ibnul Qayyim menyatakan: "Pusaran ibadah itu ada 15 kaedah. Barang siapa yang menyempurnakannya, maka sempurnalah level ibadahnya.

Ibadah yang 15 itu adalah hasil pengalian dari 3 perangkat ibadah dengan 5 hukum fiqh untuk masing-masingnya. Jadilah totalnya 15 macam.

Maka hati kita, ia punya ibadah wajib kepada Allah, ibadah haram, yang sunat, yang makruh dan yang mubah.

Ibadah wajib dan sunat bagi hati dengan mengamalkannya. Sedangkan ibadah haram dan makruh bagi hati dengan meninggalkannya.

Ibadah wajib bagi hati adalah semua yang wajib dikerjakan oleh hati, karena tempatnya di hati. contohnya: ikhlas, tawakkal, mencintai Allah, takut dan harap kepadaNya.

Semua ibadah tersebut dikatakan wajib karena memang ada perintah Allah untuk itu:

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ.

Artinya: Berkata Musa, "Hai kaumku! Jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja jika kalian benar-benar orang-orang yang berserah diri." (QS Yunus: 84).

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ...

Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama...". (QS Albayyinah: 5)

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ....

Artinya: "....karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS Ali Imran: 175).

Dan banyak lagi dalil-dalil yang memerintahkan amalan atau ibadah hati. Adapun yang haram bagi hati adalah antara lain: kafir, syirik, sombong, riya, ujub, hasad, nifaq, putus asa, senang dengan kesusahan kaum muslimin dan lain-lain. Bila hati kita menghindari  dan bersih dari semua itu, maka hatinya telah beribadah kepada Allah.
Dan hati takkan pernah baik kecuali menjauhinya serta bertaubat segera bila hati terkena salah satu dari perbuatan tersebut.

Sebagian dari dosa-dosa hati ini bisa lebih besar dari pada dosa zina atau minum tuak, yaitu seperti dosa kafir, syirik dan nifaq. Sebagian lagi bisa menghabiskan pahala ibadah seperti hasad dan sombong.

Diantara yang wajib dan yang haram inilah beredar ibadah sunat, makruh dan mubah bagi hati. Seperti bahagia dengan kebaikan, bergembira di hari raya, bersedih saat musibah (tanpa meratap), senang dengan hal-hal yang halal dalam pakaian, makanan dan lain-lain.

Begitu juga dengan lisan, ia juga punya ibadah wajib, sunat, mubah, makruh dan haram.

Ibadah wajib lisan antara lain adalah: mengucapkan dua kalimat syahadat, membaca bacaan rukun dalam shalat, baik saat berdiri, rukuk, sujud dan duduk, menjawab salam, amar makruf dan nahi munkar, bersaksi secara benar dan adil, dan lain-lain.

Allah berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا...

Artinya: "... dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia..." (QS Albaqarah: 83).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ...

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil...." (QS Almaidah: 8).

Adapun yang haram bagi lidah adalah: mengucapkan kalimat kufur/murtad, kalimat-kalimat kotor dan porno, menuduh orang  lain berbuat dosa besar, menfitnah dan mengadu domba, berbohong, dan lain-lain yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya.

Rasulullah saw bersabda:

وإن العبد ليتكلم بالكلمة -من سَخَط الله- لا يُلْقِي لها بالاً، يهوي بها في جهنم.

Artinya: "Seorang hamba yang berbicara dengan satu kalimat yang dimurkai Allah, dia bisa dilemparkan ke jurang neraka selama 70 tahun". (HR Bukhari dan Muslim).

فعن أبي بكرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ؟ ) ، قلنا : بلى يا رسول الله ، قال : ( الإشراك بالله ، وعقوق الوالدين ) ، وكان متكئاً فجلس فقال : ( ألا وقول الزور ، وشهادة الزور ، ألا وقول الزور ، وشهادة الزور ) ، فما زال يقولها حتى قلت لا يسكت " رواه البخاري ( 5631 ) ، ومسلم ( 87 ) . 

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Bakrah, bhw Rasulullah bersabda: "Maukah kalian aku beritahukan dosa besar yang paling besar?". Para sahabat menjawab, "Iya wahai Rasulullah. Beliau berkata: "Berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua...". Waktu itu beliau berbaring, maka lalu Beliau duduk dan berkata: "Ketahuilah yaitunya perkataan bohong, dan kesaksian palsu.... kesaksian palsu... (Beliau ulang2). (HR Bukhari dan Muslim).

Diantara yang wajib dan yang haram inilah, ibadah2 sunat, makruh dan mubah bagi lisan. Contoh: tilawah Alquran, berdzikir, mengulang2 ilmu, terlalu banyak bicara, dan lain-lain.

Kemudian ibadah anggota badan, yang meliputi mata, telinga, hidung, tangan, kaki, kulit,  dan lain-lain. Masing-masing dari anggota badan itu ada kewajiban kepada Allah, ada yang terlarang, dan ada yang diantara keduanya pada tingkatan sunat dan makruh serta mubah.

Mata wajib melihat mushaf, ayat-ayat Allah, membedakan antara yang halal dengan haram dan sebagainya. Mata haram melihat aurat orang lain, baik laki-laki maupun perempuan, melihat ke lawan jenis dengan syahwat, melihat tulisan orang lain tanpa izin, dan lain-lain.

Telinga wajib mendengar ayat-ayat Allah, mendengar khutbah, adzan, bacaan imam dalam shalat, seruan dakwah dan lain-lain. Sebaliknya telinga haram mendengar kata-kata kotor, nyanyian maksiat, obrolan kekafiran dan lain-lain.

Adapun tangan, wajib baginya menyentuh suami atau istri, menyambut salam, menghentikan kemungkaran yang dibawah tanggung-jawabnya dan lain-lain. Sebaliknya haram baginya menganiaya orang lain, menyentuh yang bukan mahramnya, mencuri, mengisyaratkan kekafiran atau kesyirikan.

Sedangkan kaki, wajib baginya melangkah menuju masjid, menuju shalat jumat, thawaf dan sa'i, menegakkan hukum Allah dan lain-lain. Sebaliknya, haram baginya melangkah ke tempat maksiat dan dosa, menyakiti orang lain, berdiri untuk menyembah berhala dan lain sebagainya.

Begitulah, seluruh diri kita, mulai dari hati, lisan dan sampai ke seluruh anggota tubuh, ikut serta semuanya dalam beribadah kepada Allah.

Wallahu A'laa wa A'lam.

0 komentar:

Posting Komentar