Pages

Minggu, 01 Oktober 2017

Berinvestasi di Tanah Minangkabau

Tanah Minangkabau sedang bersolek. Pemerintah  Provinsi (Pcmprov) Sumatera  Barat gencar membangun infrastruktur jalan nasional sepanjang 1.200 kilometer, jalan provinsi 1.154 kilometer, dan jalan kabupaten atau kota sejauh 15.200 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut bukan tanpa tujuan. Pemprov Sumatera Barat berharap investor datang menanamkan investasinya di nagari yang dikelilingi pegunungan, lembah, dan sungai tersebut. Pemprov juga telah menyiapkan Bandar Udara (Bandara) Internasional Mìnangkabau (BlM) dan Pelabuhan Internasional Teluk Bayur, untuk memudahkan arus distribusi barang dan transportasi bagi investor.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan. Pemprov menawarkan empat peluang investasi yang menjanjikan kepada investor dalam negeri maupun asing. Keempat peluang investasi tersebut adalah energy, pendidikan, pariwisata, dan industri. ‘Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat cukup kuat dan relatif stabil. Inflasi juga berhasil ditekan rendah’, katanya. Hingga Juli 2017,  Inflasi Sumatera Barat berada pada angka 3,93 persen, sementara infiasi nasional 3,33 persen.

Untuk bidang energi, Gubernur Irwan menuturkan Pemprov saat ini sedang  mengembangkan energi berbasis panas bumi atau geotermal. ‘Sumatera Barat memiliki 17 lokasi sumber energy geotermal yang mampu menghasilkan listrik lebih dan 1.600 MW.  Satu lokasi geotermal sudah dieksplorasi, saat ini sedang dikerjakan Supreme Energy, sementara dua lokasi masih disurvei oleh Hitay Energy”, ujarnya.

Selain energi panas bumi, Sumatera Barat juga mengembangkan energy tenaga air. “Sumatera Barat memiliki 45 lokasi energi tenaga air dengan luastangkapan sebesar 37.121,5 kilometer persegi dan potensi energi sebesar 383,83 MW,” ucapnya.

Di bidang pendidikan, Pemprov saat ini sedang mengembangkan pusat pendidikan di Kota Tarok, Padang Pariaman, berjarak sekitar 66.3 kilometer dan Kota Padang, dengan luas area mencapai 697 hektare. Beberapa kampus akan dibangun di daerah ini, antara lain Institut Seni Padang Panjang, Universitas Negeri Padang, Gedung Pelatihan Lembaga Administrasi Negara, Lembaga Sandi Negara, serta rumah sakit integrasi vertilcal. “Kami membuka peluang investasi berupa hotel, apartemen, dan ruang konvensi,” tuturnya.

Di bidang pariwisata, Irwan menuturkan, setelah berhasil memperoleh penghargaan World’s Best Halal Culinary Destination dan World’s Best Halal Destination & World Halal Tourism Award 2016, Sumatera Barat dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, setelah Bali dan Yogyakarta. “Pemandangannya menakjubkan, begitu pula dengan keunikan budayanya. Kesempatan berinvestasi di sektor pariwisata terbuka lebar, mulai hotel, resor, lapangan golf, MICE, hingga travel agent,” tuturnya.

Beberapa spot destinasi menarik yang bisa dikunjungi, di antaranya Pulau Mentawai yang dikenal dengan spot diving, surfing, dan snorkeling nan menakjubkan, juga Kawasan Wisata Laut Terpadu Mandeh yang sohor dengan sebutan ‘The South of Paradise”.

Adapun di bidang industri, Irwan mengatakan, Pemprov Sumatera Barat saat ini sedang mengembangkan kawasan industri yang berlokasi di Resor Anai, Kabupaten Kayu Tanam, untuk pengolahan dan pemasaran bubuk cokelat dan permen cokelat.

Pemprov juga menyiapkan kawasan industri untuk pergudangan, manufaktur, serta pusat bisnis dan jasa di Kabupaten Padang Pariaman.

“Setelah menyelesaikan syarat dan prosedur investasi, seperti lisensi investasi, surat informasi ketersediaan lahan, dan izin kerja, dalam tiga jam investor sudah bisa memulai bisnis di Sumatera Barat,” katanya.

Majalah Tempo, edisi 24 September – 1 Oktober 2017

Sumber: irwan-prayitno.com

0 komentar:

Posting Komentar