Pages

Rabu, 18 Juli 2012

2000 PKL Terima Bantuan Modal Usaha

MASING-MASING RP1 JUTA
PADANG, HALUAN — Beruntung benar Peda­gang Kreatif Lapangan (PKL) yang sudah diregistrasi Pemprov Sumbar melalui kope­rasi. Mereka mendapatkan bantuan perku­atan modal, masing-masing Rp1 juta.
Jumlah itu memang tidak besar, namun bagi mereka tentu saja uang Rp1 juta itu sangat besar artinya.
Itu lah yang dirasakan Darma Efendi Sutan Basa. PKL yang punya usaha mem­buat kue bolu di Pasar Usang Lubuk Basung Kabupaten Agam. Baru bergabung seta­hun lalu dengan Koperasi Ab­rar, Lubuk Basung, seka­rang pria yang menekuni usa­hanya sejak tahun 2000 ini bisa mengembangkan usahanya.
“Pesanan kue baik untuk acara pertemuan maupun pesta cukup banyak, namun modal saya terbatas. Saya bersyukur mendapatkan tam­ba­han modal dari koperasi sebesar Rp1 juta. Uang ini akan saya gunakan untuk mengembangkan usaha,” kata Darma saat Penyerahan Ban­tuan Perkuatan Modal PKL melalui Koperasi tahun 2012.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya saat penyerahan bantuan menyebutkan, dari 501.410 UMKM dan usaha besar di Sumbar, sekitar 84,42 persen merupakan sektor informal yang identik dengan PKL atau sekitar 423.280 unit. Sedang­kan kategori usaha kecil 74.410 unit dan usaha mene­ngah besar hanya 3.720 unit.

Namun usaha mereka sering terkendala permodalan. Biasa­nya untuk menambah modal, PKL sering meminjam pada ren­tenir dengan bunga yang mence­kik leher. Bila dihitung, bunga yang harus dibayar mencapai 600 persen/tahun, tetapi he­batnya mereka tetap bisa bertahan melanjut­kan usahanya.
“Dari kondisi seperti itu, usaha yang digeluti PKL ini sangat feasibel atau layak untuk dibantu. Mereka juga terkenal sangat jujur dalam membayar pinjamannya. Hal ini terbukti dari pengembalian KUR yang tingkat kemace­tannya dibawah 1 persen,” ujar Irwan.
Seharusnya dengan kondisi ini, pihak perbankan dapat menyalurkan kreditnya kepada kelompok informal ini. Tapi persyaratan yang mengikat perbankan, membuat sektor informal ini sulit tersentuh.
Meski demikian, PKL yang sudah diregistrasi dan diveri­fikasi tak perlu khawatir, karena Pemprov Sumbar mengucurkan perkuatan modal masing-masing Rp1 juta/PKL. Sejak program ini dimulai tahun 2008 lalu sampai saat ini, bantuan perkuatan modal yang dikucurkan mencapai Rp7,2 miliar  diterima 10.932 PKL tergabung dalam 149 koperasi.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Ahmad Kharis­ma, bantuan diberikan untuk PKL yang berjualan di tempat yang diizinkan pemerintah serta mengintegrasikannya dengan koperasi setempat.
Tahun 2012 ini, dialoka­sikan dana dari APBD Sum­bar Rp2 miliar untuk perku­atan modal 31 koperasi untuk disalurkan pada 2.000 PKL tersebar pada 5 kabupaten masing-masing Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok dan Kabu­paten Pesisir Selatan.
Bantuan yang disalurkan mengacu pada persyaratan pencairan dana hibah sesuai dengan  Peraturan Gubernur Sumbar No.19 tahun 2012. Penerima bantuan wajib menyam­paikan laporan per­tanggung jawaban atau penggu­naan dana yang diterimanya. (h/vie)
Haluan 18 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar