Pages

Selasa, 15 April 2014

Mensyukuri Kemenangan

Bagi orang beriman, sekecil apapun pemberian dan karunia dari Allah akan selalu disyukuri sebagai sebuah nikmat dan kemenangan dariNya. Jangankan yang tampak dan nyata, yang tersembunyipun akan disyukuri. Jangankan yang banyak, yang sedikitpun akan melahirkan pujian kepada Yang Maha Kuasa. Bahkan dibalik setiap kerugian, bencana, kekecewaan, kekalahan dan sejenisnya, seorang mukmin akan menemukan kemenangan dan keMaha-Bijaksanaan Allah.

Lihatlah perjanjian hudaibiah antara Rasulullah saw dengan kafir qureisy, yang butir-butir kesepakatannya secara sepintas, mayoritasnya merugikan umat Islam. Tapi Allah tetap menamakannya sebagai Fathan Mubiina (kemenangan yang nyata). Mana kemenangannya? Padahal umrah harus dibatalkan dan kembali lagi ke madinah. Kambing yang dibawa mesti dibawa pulang atau disembelih dijalan tanpa jadi melakukan umrah. Semua orang kafir yang terlanjur pergi ke madinah mesti dikembalikan ke makkah, sebaliknya orang madinah yang terlanjur ke makkah tidak dikembalikan. Sungguh kesepakatan yang tidak seimbang. Tapi tetap itu merupakan kemenangan.

Al Quran surat Ali Imaran ayat 144 mengabarkan bahwa Rasulullah saw akan mati dan pasti mati. Tapi berita kematian itu ditutup di ujung ayat dengan pujian bagi orang-orang yang bersyukur. Bukan memuji orang yang bersabar. Berarti orang beriman malah menemukan nikmat dibalik sebuah musibah. Musibah apalagi yang lebih besar dari pada kematian Rasulullah saw?

Khalid bin walid memimpin pasukan yang 7000 orang menghadapi 200.000 pasukan romawi. Tiga panglima utama telah syahid. Lalu Khalid dengan piawai berhasil membawa lolos pasukannya kembali ke madinah. Tapi itu tetap dianggap sebagai kemenangan. Padahal pasukan romawi yang 200 ribu tidak ditumbangkan… para syuhada dari panglima tidak terbayarkan dengan jumlah yang terbunuh dari pasukan lawan…

Dalam berjuang menegakkan kebenaran, kita tidak boleh berhenti dan tidak cukup hanya menggali adakah ada kemenangan dibalik sebuah peristiwa yang tidak mengenakkan? Kita mesti naik kelas ketingkat orang yang bersyukur dibalik kekalahan dan kekecewaan. Dengan sikap inilah kita akan naik derjat dimata Allah SWT.

Dalam konteks perjuangan kita Partai Keadilan Sejahtera pada pemilu 2014 ini, kita juga wajib bersyukur. Setelah difitnah, dibully, dibantai, dicaci-maki, dikritisi secara halus dan kasar, tidak saja oleh lawan, tapi juga kadang dari kawan-kawan sesama iman, babak-belur dimedia semenjak pebruari 2013, dengan segala hidangan sandiwara, festival, drama, sinetron-sinetron palsu yang dibumbui racun-racun untuk menggiring opini dan membangun kebencian bersama kepada PKS. Lalu diiringi dengan lembaga-lembaga survey yang selalu meletakkan PKS dibawah 3,5% dan tidak akan lulus PT.

Setelah itu kampanye golput begitu massifnya. Baik yang memang inisiatif sendiri, maupun yang memang bagian dari sillent operation pihak-pihak yang berkepentingan. Orang-orang baik dan shaleh dari kalangan kaum muslimin yang taat lumayan juga terpengaruh dan memilih jalur ini. Mereka adalah orang-orang ikhlas yang insya Allah bebas dari kepentingan pribadi. Namun ini pasti berpengaruh kepada suara partai-partai Islam termasuk PKS. Lalu setelah itu semua, dua hari menjelang pencoblosan, dimalam pencoblosan dan fajar hari pencoblosan, ratusan juta bahkan milyaran uang bertebaran menyiram manusia-manusia yang rela menjual harga dirinya sesaat dengan harga murah. Di warung-warung, lapau-lapau, rumah-rumah dan pelosok-pelosok hal ini bisa dipastikan terjadi atau bisa dilacak...

Setelah itu semua, Alhamdulillah, setidak-tidaknya di Sumbar, PKS dan seluruh kadernya wajib bersyukur. Banyak kabar-kabar gembira yang perlu disyukuri. Di Payakumbuh PKS mengalami lonjakan suara lumayan signifikan. Naik dari rangking 6 ke rangking 3. Suara seimbang dengan Demokrat dan golkar di kisaran 7 ribuan masing-masingnya, dan dapat 3 kursi (satu kursi perdapil). Insya Allah satu kursi pimpinan dewan ada di tangan PKS (sebagai wakil ketua). Dan untuk suara propinsi PKS payakumbuh rangking 2 setelah gerindra dikisaran 8 ribuan suara, hanya terpaut sekitar 400 suara. Sedangkan untuk suara pusat, PKS payakumbuh no 3 setelah gerindra dan demokrat. Alhamdulillah masyarakat payakumbuh telah banyak yang cerdas, tak terpengaruh dengan segala situasi di atas.

Di kota Padang, Alhamdulillah juga ada kemenangan. Memang betul kursi PKS menjadi 5 kursi, berkurang 1 dari priode yang lalu. Namun trend suara terbagi rata. Rangking satu gerindra dengan 6 kursi. PKS rangking kedua dengan 5 kursi. Dan tidak ada lagi partai yang dominan di kota padang, sehingga tidak bisa mengajukan calon kepala daerah kecuali dengan koalisi. Untuk suara propinsi dari kota padang PKS malah nomer satu dan insya Allah akan mendapatkan 2 kursi di DPRD propinsi. Dari tabulasi DPW sampai tadi malam PKS optimis meraih satu kursi di dapil-dapil yang lain. Itu artinya terjadi lonjakan kursi di propinsi dari sebelumnya 5 kursi saja menjadi 8 atau 9 kursi. Semoga Allah memudahkannya. Dikabupaten agam dan kabupaten padang-pariaman mengalami penambahan kursi. Kita dengar informasi di propinsi lain terjadi hal yang sama di beberapa kota dan kabupaten.

Insya Allah juga ada beberapa Ustadz dari kader PKS yang berkafaah syar’I yang akan mendapat amanah dari rakyat. Ust H. Saiful Efendi Lc, MA akan mendapat amanah di Bukittinggi. Ust Nasrullah Nukman, da’I kondang di Padang-panjang dan sumatera barat, insya Allah akan kembali mengemban amanah di kota Padang Panjang. Juga Ust Idris Al Hafizh yang hafal Al Quran juga akan menemani Ust Nasrullah di Padang panjang. Semoga para Ust ini bisa memberikan yang terbaik bagi umat dan daerahnya, serta mereka tetap istiqamah dalam ketaatan... Walaupun formulir C1 kita lumayaan lengkap, namun tentunya pengumuman resmi KPU tetap harus kita tunggu.

Ini hanya sebagian kecil dari nikmat Allah di balik segala peristiwa. Kesyukuran bagi kader PKS mesti diwujudkan dengan terus berbuat dan memberi kepada umat dan masyarakat. Sekuat kemampuan dan peluang yang telah Allah berikan. Insya Allah masyarakat semakin mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dan keberpihakan kepada PKS akan bertambah walaupun sedikit demi sedikit. Bila hasil akhirnya lebih buruk dari hitung-hitungan C1 kita ini, kitapun akan tetap terus bekerja agar kondisi umat semakin lebih baik. Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa...

Wallahu min waraa il qashd…


Irsyad Syafar

0 komentar:

Posting Komentar