Pages

Senin, 07 April 2014

Mencoba Berbuat Semampu Kami


إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت وما توفيقي إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب (هود: 88)

“Aku hanya bermaksud melakukan perbaikan semampuku. Dan petunjukku hanya dari Allah. kepadaNya aku bertawakkal dan kepadaNya aku kembali”. (QS Huud: 88)

Ayat inilah yang menjadi semangat dan ruh perjuangan seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera dalam bekerja dan berbuat untuk negeri ini. Dengan segala kemampuan dan daya yang dimiliki, PKS dengan segenap jajaran pengurus serta kadernya mencoba menghadirkan perbaikan di tengah-tengah masyarakat. Semenjak masih bernama Partai Keadilan, bahkan sebelum ada payung politiknya, upaya-upaya ini telah mulai di bangun.

Tulisan singkat ini bukan bermaksud untuk membangga-banggakan diri apalagi menepuk dada telah banyak berbuat. Ini hanya sebagai bagian dari “tahadduts binni’mah” menyebutkan sebagian dari nikmat Allah. Semoga nikmat itu Allah tambahkan di hari-hari yang akan datang. Disamping itu, sebagian informasi ini luput dari pemberitaan media.

Semenjak belum berpartai, kader-kader PKS telah memulai kerja-kerja perbaikan untuk menghadirkan manusia Indonesia yang lebih baik. Dimulai dengan membina generasi muda agar menjadi generasi yang baik, dekat dengan Allah, sunnah RasulNya dan biasa berinteraksi dengan Al Quran. Jauh dari kenakalan, perbuatan dosa dan maksiat, serta menghindari hal-hal yang sia-sia dan hura-hura. Kemudian dilanjutkan dengan membangun keluarga dan rumah tangga yang baik, islami dan penuh cinta. Sering disebut dikalangan kader dengan keluarga SAMARA, sakinah mawaddah dan rahmah (Keluarga yang tentram, penuh cinta dan kasih sayang).

Kemudian satu-persatu kader PKS mendirikan lembaga pendidikan yang diawali dengan Sekolah Dasar Islam Terpadu. Di SDIT ini dididiklah anak-anak muslim secara lebih baik dan berkualitas. Bermula dengan gedung yang sederhana, sarana prasarana yang terbatas, meminjam rumah dan mushalla masyarakat. Dengan izin Allah, SDIT telah mampu menghasilkan anak-anak yang berprestasi dan cerdas secara akademik, mulia secara karakter dan akhlak serta unggul dalam kreatifitas. Pelan tapi pasti SDIT bermunculan diberbagai kota dan provinsi. Baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA. Saat ini telah ribuan Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia, didirikan, dikelola dan dikembangkan oleh kader-kader PKS. Sekolah jenis ini telah menjadi menjadi sekolah unggulan dan pilihan utama bagi orang tua dalam menyekolahkan anaknya.

Kader-kader PKS juga mendirikan dan mengelola pondok-pondok pesantren dengan konsep yang lebih modern dan komprehensif. Memiliki perhatian keilmuan Islam yang lebih mendalam yang tetap menjaga keorisinilan kultur sebuah pondok, sekaligus memiliki keunggulan dalam bidang ilmu umum dan eksak. Alhamdulillah pondok-pondok ini mampu mensejajarkan diri dengan pondok pesantren lain ditanah air yang sudah besar dan sangat terkenal. Saat ini sudah ratusan ponpes di seluruh Indonesia yang dikelola oleh kader-kader PKS. Bahkan alumni ponpes ini telah tersebar di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia seperti UI, ITB, ITS, UGM, Unpad, IPB, Unand, USU dan lain-lain. Bahkan juga menyebar di berbagai perguruan tinggi di beberapa Negara di dunia seperti: Malaysia, singapura, Australia, Jepang, Jerman, Inggris, Amerika, Mesir, Sudan, Maroko, Libia, Yordan, Yaman, Kuwait, Qatar dan Saudi Arabia. Ponpes ini tidak saja melahirkan remaja yang unggul di bidang agama, IPA, IPS atau bahasa, namun juga melahirkan para penghafal Al Quran. Ada ratusan bahkan ribuan penghafal Al Quran dikalangan kader dan anak-anak kader PKS.

Disamping itu, saat ini ada 500an kader PKS yang doktor di berbagai disiplin ilmu, dan ada 300an yang Profesor. Juga ada ribuan yang tengah menyelesaikan program S3 dan S2 di berbagai Negara di dunia termasuk di Indonesia sendiri. Ini bagian dari upaya serius dalam menghadirkan ishlah di tanah air Indonesia.

Sukses di dunia keluarga dan pendidikan, kader-kader PKS juga mencoba berbuat dan menghadirkan perbaikan di pemerintahan dan masyarakat. Mulai dari kepala daerah sampai ke tingkat Menteri. Walikota, gubernur dan menteri dari kader PKS telah dan terus memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Gubernur Jawa barat Ahmad Heriawan telah meraih lebih dari 130 penghargaan resmi dari pemerintah pusat. Bila Gubernur sbelumnya hanya mampu membangun 600 ruang belajar baru selama masa jabatannya, maka Aher telah berhasil membangun 18.000 ruang belajar baru hanya dalam 3 tahun jabatan. Beliau membangun puskesmas-puskesmas di setiap kota dan kabupaten yang mampu melayani rawat inap dan persalinan. Sehingga masyarakat yang mesti dirawat inap atau bersalin tidak perlu lagi menempuh jarak ratusan kilometer untuk mendapatkan layanan standar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah juga berupaya untuk berbuat demi kebaikan masyarakat Sumbar. Menerima jabatan gubernur setelah Sumbar luluh-lantak oleh gempa 30 september 2009, tingkat kemiskinan mencapai 12%, pertumbuhan ekonomi hanya 5% (berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional), jalan-jalan banyak yang rusak berat dan parah. Dengan sabar dan tangan dingin beliau hadapi. Dalam 3 bulan saja menjabat, Beliau bawa dana 2,3 triliyun ke sumbar untuk perbaikan kerusakan gempa. Tingkat kemiskinan terus ditekan dan sekarang turun sampai ke 7%-8% saja. Pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat dan selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, mencapai 7% lebih. Jalan-jalan dan jembatan di Sumbar di perbaiki. Sehingga Sumbar meraih penghargaan terbaik nasional di bidang jalan dan prasarananya.

Karena perhatian dan kecintaannya kepada rakyatnya, dalam setahun, beliau blusukan lebih dari 90 kali ke seluruh pelosok sumbar. Kadang harus naik sampan, sepeda motor, atau berjalan kaki, bahkan beliau tidak malu-malu naik motorcross untuk mencapai daerah-daerah sulit. Dalam semua perjalanan itu, kalau hari senin atau kamis, beliau tetap berpuasa sunat. Pernah saya tegur: “Pak Gubernur, kalau sedang musafir, sebaiknya tidak puasa sunat. Kalau puasa wajib gak apa-apa”. Beliau menjawab: “iya ustadz, saya tahu itu. Tapi saya ini musafir terus sepanjang tahun. Lalu kapan saya akan puasa sunat?’. Mendengar jawabannya saya tak berdaya melarangnya. Hanya tiga tahun menjabat sebagai gubernur, beliau telah meraih 104 penghargaan resmi dari pemerintah Pusat.

Di departemen pertanian, tahun ini bisa mewujudkan 25% surplus beras nasional. 24% diantaranya berasal dari 4 provinsi: Sumut, Sumbar, Jabar dan Maluku utara. Ke 4 provinsi itu semua Gubernurnya adalah kader PKS. Mengkominfo di masa kepemimpinan Tifatul Sembiring juga berhasil menutup 95% situs porno. Sehingga pornografi mengalami penurunan yang sangat besar di Indonesia. Walaupun akibatnya Tifatul menghadapi “serangan-serangan” dari dalam dan luar negeri dari pihak yang selama ini mencari makan di dunia pornografi, dengan harga kehancuran moral bangsa.

Ini hanya sebagian yang bisa dituliskan dari semangat dan ruh PKS yang hanya bermaksud melakukan perbaikan semampu daya. Bila kemampuan ini ditambah oleh rakyat Indonesia pada pemilu 9 april besok, tentu perbaikan yang akan diwujudkan juga akan bertambah.

Bila diperhatikan secara teliti dan cermat, semua agenda perbaikan bangsa yang dilakukan PKS, semuanya adalah pengamalan dari syariat Islam secara aplikatif dan langsung menyentuh masyarakat. Bukankah pembinaan pemuda dan remaja bagian dari syariat? Bukankah membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah bagian dari syariat? Bukankah mendidik dan mencerdaskan anak bangsa adalah pelaksanaan dari ayat-ayat dan hadits Rasulullah? Bukankah memperbaiki jalan dan jembatan merupakan mottonya Umar bin Khattab yang pernah berkata: “kalau seekor keledai terjerembab di Bagdad, maka Umar akan ditanya oleh Allah, kenapa jalannya tidak diperbaiki…???”

Bukankah pengentasan kemiskinan, meningkatkan kemandirian petani, meminimalisir pornografi, meningkatkan kesejahteraan social dan sejenisnya, semua itu bagian dari syariat Islam? Itu baru yang sesuai dengan daya dan kemampuan PKS. Adapun merubah regulasi dan apalagi UU, itu sangat tergantung dengan “kemampuan” kader PKS di parlemen. Itu adalah pekerjaan bagi sipemilik 75% parlemen. Bila kemampuannya masih 8%, takkan mungkin melakukan itu semua.

PKS hanya bermaksud mewujudkan perbaikan sekuat kemampuan yang ada…


Irsyad Syafar

0 komentar:

Posting Komentar