Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Kamis, 26 Februari 2015

Dimulai April Ini: Terowongan 1 KM Dibangun di Balingka

AMPEK KOTO — Pembangunan terowongan Balingka-Bukittinggi sepanjang 1 Km dan jalan 7 Km akan dimulai April. Proyek ini menelan biaya Rp2,5 triliun.

Asisten II Setda Sumbar, Syafrudin, menyebutkan, pembangunan terowongan Balingka hingga Bukittinggi dimulai April 2015. Pembangunan perencanaan serta biaya juga sudah dibicarakan dengan pemerintah pusat.

“Jika tidak ada aral melintang pembangunan dimulai April. Diharapkan tiga tahun ke depan selesai,” terang Syafrudin dalam Musrembang di aula kantor Camat IV Koto, Agam, Rabu (25/2).
Dikatakannya, kendala yang ditemui dapat diselesaikan dengan baik. Ia optimis tidak akan ada kendala, mengingat masyarakat Kecamatan IV Koto yang hadir dalam Musrenbang tersebut menyambut gembira proyek tersebut.

Dengan adanya terowongan ini akan berdampak kepada percepatan gerak ekonomi dari pusat pemerintahan di Padang dengan Bukittinggi dan Riau. Selain itu, dari Medan ke Sumbar.
Pembangunan terowongan dengan panjang 1 Km dan jalan sekitar 7 Km menelan biaya Rp2,5 triliun. Dengan dana pembangunan konstruksi berasal dari APBN, penyiapan tanah atau ganti kerugian berasal dari provinsi. Sementara mobilisasi proses di lapangan dilakukan Pemkab Agam dan Pemko Bukittinggi. Dana akan dikucurkan dalam tiga tahun anggaran, dengan dana awal Rp40 miliar.
Bupati Agam, Indra Catri sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, Pemkab Agam-lah yang merekomendasikannya.

“Kita berharap segera berlanjut ke tahap konstruksi dan masyarakat mendukungnya. Kita akan upayakan bahu membahu dengan provinsi guna menyukseskan proyek ini,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, Rabu siang kemarin sudah dilakukan kunjungan lapangan oleh tim Prasjal Tarkim Sumbar ke IV Koto dan Padang Lua. Hasilnya sangat menggembirakan, karena sudah ada kepastian pada jalur mana terowongan akan dibangun.

“Setelah disosialisasikan, rasanya dari sudut pandang Pemkab Agam, rencana pembangunan terowongan itu tidak ada masalah lagi. Tinggal proses pembebasan tanah, dan kita menunggu langkah-langkah yang segera diambil pemerintah provinsi,” katanya.

Hal senada diutarakan Asisten II Setkab Agam, Martiaswanto, bahwa Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait proyek tersebut. “Mulai dari Balingka sampai ke Batang Sianok pada tahap pertama sudah berjalan sosialisasinya, tinggal lagi pembebasan lahannya,” terangnya.

Untuk pembebasan lahan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sesuai dengan UU Pertanahan No.2 tahun 2014 dan akan dibentuk tim. Ketua satuan kerja tim pengerjaan, Dahlan, menyebutkan tahap awal pengerjaan mulai dari Simpang Balingka. Musrembang juga dihadiri juga Asisten II Pemko Bukittinggi, Ismail Johar, Camat IV Koto, Rahmi Artati dan tokoh masyarakat setempat, serta pejabat instansi terkait.

Sejumlah proyek

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada Singgalang menyebutkan, selain terowongan Balingka ada sejumlah proyek raksasa lain yang segera dibangun. Pusat Budaya di Taman Budaya dibangun mulai April ini. Pada bulan yang sama dikerjakan pula Islamic Centre dan Asrama Haji di atas lahan 10 hektare di Padang Pariaman. Kemudian Stadion Utama di Sikabu, Lubuk Alung berkapasitas 40 ribu penonton, juga dibangun April mendatang.

Padang By Pass jalur dua sedang dibangun, segera disusul fly over, hingrade higway Duku-Sicincin. Kemudian railbus pusat kota ke BIM dibangun pertengahan 2015. Selanjutnya jembatan kabel Sungai Dareh, juga dimulai April ini. Renovasi kantor gubernur sedang dikerjakan. Tentu saja jika terowongan Balingka selesai akan dilanjutkan dengan jembatan Sianok. (Martiapri Yanti )

Singgalang 26 Februari 2015

Kamis, 12 Februari 2015

Inilah Pembangunan Infrastruktur yang Ada di Sumbar

PASBERITA.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menginformasikan sebagian pembangunan infrastruktur yang ada di Provinsi Sumbar.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Secara bertahap akan saya informasikan sebagian pembangunan infrastruktur Sumatera Barat,” ujar Irwan Prayitno melalui akun Facebook-nya, Kamis (12/2/2015).

Irwan menjelaskan, pembangunan pertama terkait dengan rehab rekon korban gempa 2010 sampai dengan 2014 senilai Rp4.865 Triliun. Kedua, pembangunan tahun 2010 sampai dengan 2014, Multi Year APBD senilai Rp1.025 Triliun.

“Ketiga, menyelesaikan pembangunan Hotel Balairung Jakarta dan jalan Sicincing-Malalak dan meneruskan pembangunan Masjid Raya Sumbar, serta memulai menyelesaikan Fly Over kelok 9,” katanya.

Irwan menerangkan, Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar juga berfungsi sebagai shelter untuk evakuasi ketika terjadi bencana gempa atau tsunami dan sebagai ruang terbuka pada kawasan. Perencanaan tahun 2014, mulai dibangun April 2015, lokasi di Taman Budaya dan Museum, dengan reklamasi pantai laut Padang.

“Islamic Center Sumbar dan Asrama Haji. Islamic Center seluas 10 hektar ini juga akan dibangun penginapan, pusat perbelanjaan serta Asrama Haji baru untuk embarkasi Padang. Perencanaan tahun 2013, desain manajemen konstruksi April 2015. Mulai dibangun tahun 2015,” katanya.

Selain itu, kata Irwan, pembangunan Stadion Utama Sumbar. Stadion Utama Sumbar ini berdaya tampung 30-40 ribu penonton ini dibangun di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Aluang, Kabupaten Padang Pariaman. Pembebasan tanah tahun 2013, mulai dibangun April 2015.

“Fly Over Simpang Duku. Highgrade Highway Duku ke Sicincin dan By Pass empat jalur BIM-Telukbayur. Highgrade Highway Duku ke Sicincin sebagai bagian trase jalan tol Padang – Pekanbaru, pembebasan tanah tahun 2011, mulai dibangun tahun 2012. Jalan dua jalur By Pass Bandara Internasional Minangkabau (BIM) – Telukbayur dibangun mulai tahun 2014,” katanya.

Irwan menambahkan, pembangunan Rail Bus Airport Minangkabau. Rail Bus dari kota Padang menuju BIM dengan kapasitas 180 penumpang ini cuma memakan waktu 30 menit saja. Pembebasan tanah tahun 2012, pembangunan tahun 2012. Juga akan dibangun tahun 2015 ini Kereta Api Trans Sumatera ke Pekanbaru melalui Sijunjung.

Selanjutnya, Pelabuhan baru Telukbayur. Pelabuhan Telukbayur melakukan peningkatan kapasitas dan memperluas dermaga Gaung utamanya untuk meningkatkan ekspor Batubara dan CPO sebagai upaya pengembangan layanan. Pelabuhan baru Telukbayur, pengembangan dimulai tahun 2011 dan investasi pembangunan pelabuhan mulai tahun 2012.

“Jalan Layang Silaing Padangpanjang. Jalan layang ini diharapkan dapat mengurai kemacetan jalur utama Sumbar menuju Bukittinggi dan juga jalur untuk menuju ke Provinsi Riau. Jalan Layang Silaing – Padangpanjang ini disainnya sudah siap, sedang proses ijin lokasi dari Kementerian Kehutanan,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan Jembatan Kabel Sungai Dareh – Dharmasraya. Pembangunan jembatan ini sebagai pengembangan wilayah sesuai arahan dari RT/RW Kabupaten Dharmasraya ataupun RDTR dari kawasan Sungai Dareh. Jembatan kabel dibangun mulai April 2015.

Selanjutnya, Renovasi dan Pembangunan baru Kantor Gubernur Sumbar. Sebagai pusat Pemerintahan Daerah Sumbar, tengah dilakukan renovasi kantor yang telah tertunda sejak 4 tahun lalu, rusak akibat gempa Sumatera tahun 2009. Selain renovasi juga pembangunan baru Kantor Gubernur Sumbar, dan telah dimulai tahun 2012.

“Fly Over Aurkuning Bukittinggi. Pembangunan Fly Over dengan panjang jembatan 675 meter, lebar 10 meter dan tinggi 5 meter, sudah dapat dilalui pengendara bermotor sejak awal tahun 2015 ini. Fly Over Aur Kuning ini dibangun tahun 2014 dan diresmikan tahun 2015,” kata Irwan.

Pembangunan selanjutnya, yaitu Terowongan Balalak Malingka – Koto Gadang. Trase Bukittinggi Outter Ring Road menyambungkan jalan By Pass Bukittinggi Trans Sumatera di sisi utara (Kota Bukittinggi) dan Malalak di sisi selatan (Kabupaten Agam) dengan panjang total sekitar 16,8 km. Proses desain tahun 2012, mulai dibangun Mei 2015.

“Jembatan Ngarai Sianok Bukittinggi. Jembatan Ngarai Sianok, pengembangan Jalan Lingkar Luar (Bukittinggi Outter Ring Road) melewati Ngarai Sianok yang sangat dalam (123 Meter) sehingga diperlukan pembangunan jembatan. Jembatan Ngarai Sianok dibangun setelah selesai terowongan, sebagai satu kesatuan dengan terowongan,” katanya.

Pembangunan Pusat Ilmu Pelayaran Indonesia Wilayah Barat (Sumbar). Sekolah dan Pusat Ilmu Pelayaran Indonesia (Wilayah Barat) sedang tahap penyelesaian ini dibangun di Tiram, Padang Pariaman. Pembebasan tanah tahun 2012, pembangunan tahun 2012.

“Peningkatan Kapasitas Jalan Pantai Barat Sumatera Barat. Peningkatan kapasitas jalan pantai barat Sumatera Barat dari Pesisir Selatan (Pessel), Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat (Pasbar). Dibangun mulai tahun 2011 dari Pessel menuju Pasbar, saat ini sedang dibangun di Agam dan Pasbar. Untuk Pariaman, Padang Pariaman dan lanjutan Pessel sedang dalam proses tender,” pungkasnya.

Sementara itu, akun Facebook Marten Ten mengapresiasi langkah-langkah Irwan Prayitno dalam membangun Sumbar.

“Mantap pak..teruskan pembagun sumatra barat buat kemujuan semua masarakat sumbar…,” katanya.

Terkait pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar ramai yang mengomentar diantaranya datang dari Dedy Zulkarnain. “Keren habis pak gub,” ujarnya.

Facebooker lainnya Fakhri Fadhil menanyakan,” bapak …. berarti nanti ada kebudayaan mentawai juga ya ?

“Ya iyalah.. mentawai kan juga sumbar…,” jawab Facebooker lainnya, Kalla Abe Alatas.
“Bangun pusat ekonomi juga ya pak gub,” ujar M Zulfadli Syahrul.(*)

pasberita.com 12 Februari 2015