Pages

Kamis, 26 Februari 2015

Dimulai April Ini: Terowongan 1 KM Dibangun di Balingka

AMPEK KOTO — Pembangunan terowongan Balingka-Bukittinggi sepanjang 1 Km dan jalan 7 Km akan dimulai April. Proyek ini menelan biaya Rp2,5 triliun.

Asisten II Setda Sumbar, Syafrudin, menyebutkan, pembangunan terowongan Balingka hingga Bukittinggi dimulai April 2015. Pembangunan perencanaan serta biaya juga sudah dibicarakan dengan pemerintah pusat.

“Jika tidak ada aral melintang pembangunan dimulai April. Diharapkan tiga tahun ke depan selesai,” terang Syafrudin dalam Musrembang di aula kantor Camat IV Koto, Agam, Rabu (25/2).
Dikatakannya, kendala yang ditemui dapat diselesaikan dengan baik. Ia optimis tidak akan ada kendala, mengingat masyarakat Kecamatan IV Koto yang hadir dalam Musrenbang tersebut menyambut gembira proyek tersebut.

Dengan adanya terowongan ini akan berdampak kepada percepatan gerak ekonomi dari pusat pemerintahan di Padang dengan Bukittinggi dan Riau. Selain itu, dari Medan ke Sumbar.
Pembangunan terowongan dengan panjang 1 Km dan jalan sekitar 7 Km menelan biaya Rp2,5 triliun. Dengan dana pembangunan konstruksi berasal dari APBN, penyiapan tanah atau ganti kerugian berasal dari provinsi. Sementara mobilisasi proses di lapangan dilakukan Pemkab Agam dan Pemko Bukittinggi. Dana akan dikucurkan dalam tiga tahun anggaran, dengan dana awal Rp40 miliar.
Bupati Agam, Indra Catri sangat mendukung rencana tersebut. Sebab, Pemkab Agam-lah yang merekomendasikannya.

“Kita berharap segera berlanjut ke tahap konstruksi dan masyarakat mendukungnya. Kita akan upayakan bahu membahu dengan provinsi guna menyukseskan proyek ini,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, Rabu siang kemarin sudah dilakukan kunjungan lapangan oleh tim Prasjal Tarkim Sumbar ke IV Koto dan Padang Lua. Hasilnya sangat menggembirakan, karena sudah ada kepastian pada jalur mana terowongan akan dibangun.

“Setelah disosialisasikan, rasanya dari sudut pandang Pemkab Agam, rencana pembangunan terowongan itu tidak ada masalah lagi. Tinggal proses pembebasan tanah, dan kita menunggu langkah-langkah yang segera diambil pemerintah provinsi,” katanya.

Hal senada diutarakan Asisten II Setkab Agam, Martiaswanto, bahwa Pemerintah Kabupaten Agam terus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait proyek tersebut. “Mulai dari Balingka sampai ke Batang Sianok pada tahap pertama sudah berjalan sosialisasinya, tinggal lagi pembebasan lahannya,” terangnya.

Untuk pembebasan lahan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sesuai dengan UU Pertanahan No.2 tahun 2014 dan akan dibentuk tim. Ketua satuan kerja tim pengerjaan, Dahlan, menyebutkan tahap awal pengerjaan mulai dari Simpang Balingka. Musrembang juga dihadiri juga Asisten II Pemko Bukittinggi, Ismail Johar, Camat IV Koto, Rahmi Artati dan tokoh masyarakat setempat, serta pejabat instansi terkait.

Sejumlah proyek

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada Singgalang menyebutkan, selain terowongan Balingka ada sejumlah proyek raksasa lain yang segera dibangun. Pusat Budaya di Taman Budaya dibangun mulai April ini. Pada bulan yang sama dikerjakan pula Islamic Centre dan Asrama Haji di atas lahan 10 hektare di Padang Pariaman. Kemudian Stadion Utama di Sikabu, Lubuk Alung berkapasitas 40 ribu penonton, juga dibangun April mendatang.

Padang By Pass jalur dua sedang dibangun, segera disusul fly over, hingrade higway Duku-Sicincin. Kemudian railbus pusat kota ke BIM dibangun pertengahan 2015. Selanjutnya jembatan kabel Sungai Dareh, juga dimulai April ini. Renovasi kantor gubernur sedang dikerjakan. Tentu saja jika terowongan Balingka selesai akan dilanjutkan dengan jembatan Sianok. (Martiapri Yanti )

Singgalang 26 Februari 2015

0 komentar:

Posting Komentar