Pages

Selasa, 24 Maret 2015

IP Tunggu Pengakuan De Jure DPP PKS

PADANG, HALUAN — Petahana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP), yang digadang-gadang akan kembali maju pada Pilgub Sumbar 2015, sepertinya tinggal menunggu pernyataan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasalnya, selain di tingkat DPW dan DPD se Sumbar, sinyal kuat yang mengarah kepada dukungan terhadap satu dari tiga nama calon gubernur yang telah diusulkan DPW sejak September 2014 lalu, secara de facto juga telah berhembus kuat dari tingkat pusat.

“Di berbagai kesempatan pertemuan dengan DPP, Pre­siden PKS memang telah mem­berikan sinyal ke arah itu (dukungan untuk IP). Artinya, secara de facto, IP hampir dipastikan akan mendapat amanah untuk kembali di­usung PKS sebagai calon Gu­bernur Sumbar. Ya, tinggal menunggu pengakuan de jure sesuai formalitas,” kata Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan Satria, menjawab Ha­luan, Senin (23/3).

Dari sekian banyak per­timbangan sebut Trinda, se­jumlah alasan PKS untuk kem­bali menetapkan dan me­ngu­sung IP sebagai calon G­u­bernur Sumbar periode 2015-2020 mendatang, antara lain melihat kepada suksesi dan keberhasilan pembangunan Sumbar di bawah ke­pe­mim­pinan IP sejak lima ta­hun terakhir. Selain pembangunan fisik dan infrastruktur, Sumbar juga terus menggeliat pada aspek pembangunan sumber daya manusia.

“Cukup banyak prestasi dan keberhasilan IP selama memimpin Sumbar. Saya rasa, ini menjadi salah satu alasan kuat DPP PKS untuk kembali mengusung IP. Lebih dari itu, masyarakat Sumbar sepertinya juga masih menginginkan so­sok IP untuk kembali me­mimpin Ranah Minang,” tan­das Trinda.

Apa yang disampaikan Trin­da, sejalan dengan hasil survey Media Survei Nasional (Me­dian). Survey yang dila­kukan sejak awal ke­pe­mim­pinan IP hingga akhir 2014 lalu itu, menyebutkan jika kinerja IP bisa diterima oleh masyarakat. Bah­kan, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat ter­hadap ke­pe­mimpinan IP dari total 800 responden yang disurvei de­ngan metode multistage ran­dom sampling itu, men­capai angka 80 persen.

“Kepemimpinan IP lebih diterima oleh masyarakatnya daripada gubernur-gubernur lain yang ada di Sumatera. Setidaknya, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya kasus-kasus yang melibatkan IP, yang sampai ke ranah hukum,” ujar Direktur Eksekutif Median Institute, Rico Marbun, seraya menyebut, jika margin of error berada di angka 3,4 sampai 3,5 persen.

Meski memang belum ada pernyataan resmi terkait sosok calon gubernur yang akan diusung PKS pada Pilgub Sum­­bar nanti, namun sang petahana (IP), sepertinya juga sudah mulai memberikan i­syarat atas inisiatif sendiri. Hal itu terlihat dari sejumlah me­dia baliho miliknya, yang sudah dipasang di sejumlah titik ruas jalan utama ka­bupaten/ kota se Sumbar sejak beberapa waktu lalu.

Melalui pesan-pesan te­r­sirat yang disampaikan melalui baliho itu, IP sepertinya kian mempertegas isyarat akan se­gera keluarnya pengakuan de jure oleh pihak DPP. Seperti pada baliho yang terpasang di pertigaan Pasar Ulak Karang, Padang. IP yang bergelar Da­tuak Rajo Bandaro Basa, tam­pil dengan pakaian kebesaran adat Minangkabau lengkap.

Selain memuat kata ‘lan­jutkan’, IP dalam balihonya juga menuliskan sepenggal kalimat berbunyi “IP, Untuk Sumbar Sejahtera”, yang seo­lah-olah mewakili jargon se­kaligus tagline yang akan diu­sung ‘si pemilik’ baliho me­nuju arena pertarungan Pilgub Sum­bar 2015 mendatang. “Sosok IP masih dibutuhkan ma­sya­rakat Sumbar. Sampai saat ini, saya rasa belum ada figur yang bisa menggantikan beliau,” ujar Marlim SE, salah seorang pengusaha di Kota Padang. (h/yan)

harianhaluan.com 24 Maret 2015

0 komentar:

Posting Komentar