Pages

Jumat, 27 Maret 2015

SUMBAR BAKAL MILIKI KAPAL RO-RO 500 GT, LAYANI PENYEBERANGAN ANTARPULAU

PADANG, HALUAN — Untuk memaksimalkan pelayanan transportasi laut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan pengadaan satu unit kapal tipe penumpang jenis Ro-Ro 500 GT pada APBN-P 2015.
Selain akan men­jadi pili­han utama angkutan penye­be­rangan antar pulau di Ke­pulauan Men­ta­wai, kapal ter­sebut juga lang­sung meng­hubung­kan empat pe­la­buhan di Men­tawai dengan dua pe­la­­buhan di daratan Su­ma­tera Barat, yak­ni Padang dan Pessel.
“Selama ini, pelayanan ang­kutan penyeberangan di daratan Sumatera Barat, yang melayani lintasan pen­ye­be­rang­an antar pulau besar di Mentawai dan Kota Padang, hanya dia­ko­modir dua unit kapal pen­ye­berangan ber­ba­han kayu, milik perusahaan pelayaran rakyat,” kata Gu­bernur Sumbar Irwan Pra­yitno, melalui Kepala Di­hub­­k­ominfo Provinsi Sum­bar, Amran kepada Haluan, Kamis (26/3).
Usulan pembangunan satu unit kapal tipe penumpang Ro-Ro 500 GT yang antara lain bertujuan untuk pengem­bang­an sektor angkutan pen­ye­be­rangan di Sumatera Barat tersebut kata Amran, se­belum­nya telah dipaparkan Gu­ber­nur Sumbar, Irwan Prayitno di hadapan Menteri Per­hubung­an RI.
“Melihat kondisi sekarang, kehadiran kapal tipe pe­num­pang jenis Ro-Ro 500 GT, memang sangat dibutuhkan. Apalagi, aktifitas pen­ye­be­rang­an pada lintasan ang­kutan yang melayani daratan Sumatera Barat dengan Kepulauan Men­tawai, juga sudah mulai padat dan ramai,” te­rang Amran.
Untuk pela­buhan di da­ratan Sumatera Barat sebut Amran, dua pelabuhan ma­­sing-ma­sing­nya Bungus Pa­dang dan Ca­ro­cok Painan, ju­ga telah di­per­siap­kan untuk lo­kasi sandar kapal representatif, sebagai terminal bongkar muat penumpang. Dua pelabuhan tersebut jelasnya, akan ter­koneksi sebagai jalur lintasan angkutan penyeberangan dari empat pelabuhan di Pulau Mentawai, yakni Pelabuhan Tua Pejat, Sikakap, Ma. Siberut dan Sikabaluan.
“Selain mempermudah ak­ses perhubungan masyarakat antar pulau di Kepulauan Men­tawai dan ke daratan Su­ma­tera Barat, kehadiran kapal Ro-Ro 500 GT juga di­harap­kan akan ikut menggairahkan sektor pariwisata bahari di Sumatera Barat,” tandas Amran.
Selain usulan pengem­bang­an sektor angkutan pen­ye­berangan, Pemprov Sumbar pada APBN-P 2015 sebutnya, juga telah mengusulkan pem­bangunan KA Trans Sumatera, yang meliputi penyusunan DED jalur KA Muaro-Pe­kan­baru, serta reaktivasi jalur KA Muaro Kalaban-Muaro. Se­lanjut­nya reaktivasi jalur KA Eksisting dan pembangunan satu unit KA Bandara. (h/yan)
harianhaluan.com 27 Maret 2015

0 komentar:

Poskan Komentar