Pages

Kamis, 23 April 2015

Sebagian Pembangunan Akibat Gempa Bumi 30 September 2009

Gempa 30 September 2009 mengakibatkan lebih dari 200.000 rumah rusak (sebagian hancur), ratusan gedung pemerintah rusak (53 hancur), puluhan infrastruktur lainnya rusak seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, pasar, dan infrastruktur lainnya. Selain itu juga lebih dari 1.000 orang meninggal dan banyak yang eksodus. Pada tahun 2010, situasi ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan dan pendapatan serta ketenangan masyarakat. Akibat dari hal ini, diatasi secara bertahap di antaranya melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Di antaranya adalah:

Gb 1&2. Perbaikan rumah penduduk. Gb 3. Gedung Escape Building Kantor Gubernur (dibangun Oktober 2010, selesai Desember 2013). Gb 4. Gedung Bappeda (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 5. Pasar Raya Padang (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 6. RS M. Jamil (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 7. Gedung Kejati (dibangun Februari 2012, selesai Desember 2012) . Gb 8. Gedung Perpustakaan (dibangun Maret 2012, selesai Desember 2014). Gb 9. Gedung Dinas Peternakan (dibangun April 2012, selesai Desember 2012). Gb 10. Gedung Dinas PU Provinsi (dibangun Oktober 2010, selesai Desember 2014). Gb 11. Gedung LKAAM (dibangun Agustus 2014, selesai Maret 2015). Gb 12. Gedung Evakuasi Tsunami (Shelter) Asrama Haji, Padang (dibangun Juni 2014, selesai Desember 2014). Gb 13. Gedung Evakuasi Tsunami (Shelter) Tabing, Padang (dibangun Juni 2014, selesai Desember 2014). Gb 14. Gedung Balai Wilayah Sungai Sumatera (dibangun th 2013, selesai th 2014). Gb 15. Gedung Kanwil Pajak (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb 16. Gedung Kanwil Perbendaharaan (dibangun th 2011, selesai th 2012). Gb 17. Gedung BPKP (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb. 18. Gedung PIP2B (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb. 19. Gedung SMPN 25 Padang bantuan dari Jepang (dibangun th 2010, selesai th 2011). Gb 20. Gedung SMP Taman Siswa bantuan dari Media Group (dibangun th 2010, selesai th 2011).

Th 2010, September hingga Desember, dana Rp2 triliun dikucurkan untuk 141.000 rumah. Kemudian th 2011 sebanyak 27.000 rumah dibantu dengan dana Rp300 miliar. Kemudian dilanjutkan 29.000 rumah pada th 2012 dengan dana Rp300 miliar. Total 197.000 rumah dibantu dengan dana Rp2,6 triliun. Sebelumnya pilot project dengan dana Rp114 miliar pada bulan Juni 2010 untuk 7.000 rumah.

Pemprov. Sumbar dalam periode 2010-2015 telah merehab, meretrofit bangunan lama yang terkena gempa 2009 dan membangun gedung-gedung baru sebagai pengganti gedung lama.

1. Rehab gedung sebanyak 36 gedung dengan biaya Rp71,24 miliar mulai bulan Agustus 2010 s.d Desember 2014. Di antaranya gedung KNPI, gedung wanita Rohana Kudus, gedung Inspektorat dan-lain-lain dengan jumlah pekerja setiap tahun 1.200 orang.

2. Retrofit/perkuatan gedung sebanyak 3 gedung dengan nilai Rp66,02 miliar dengan jumlah pekerja 930 orang pertahun, di antaranya: 1). Retrofit Kantor Gubernur Rp26,24 miliar (September 2014 – Desember 2015) dengan 330 orang pekerja perbulan. 2). Retrofit Gedung Diklat Provinsi Rp 4,612 miliar (Mei 2012 – November 2014) dengan 120 orang pekerja. 3). Retrofit Kantor DPRD Provinsi Rp35,17 miliar (April 2010 – Agustus 2012) dengan total 480 orang pekerja.

3. Pembangunan gedung baru pengganti gedung lama yang rusak berat sebanyak 18 gedung (Oktober 2010 – Desember 2014) dengan biaya Rp584,97 miliar dengan 1460 orang pekerja setahun, di antaranya: 1) Gedung Escape Building Kantor Gubernur Rp59,36 miliar (Oktober 2010 – Desember 2013) dengan 600 orang pekerja. 2) Gedung Bappeda Rp24,12 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 240 orang pekerja. 3) Pasar Raya Padang Rp65,94 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 245 orang pekerja. 4) RS M. Jamil Rp 75,36 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 275 orang pekerja. 5) Mapolda Sumbar Rp147,36 miliar (Februari 2012 – Desember 2015). 6) Gedung Kejati Rp49,37 miliar (Februari 2012 – Desember 2012) dengan 240 orang pekerja. 7) Gedung Perpustakaan Rp31,10 miliar (Maret 2012 – Desember 2014) dengan 720 orang tenaga kerja. 8) Gedung Dinas Peternakan Rp 18,80 miliar (April 2012 – Desember 2012) dengan 250 orang pekerja. 9) Gedung Dinas PU Provinsi Rp82,62 miliar (Oktoober 2010 – Desember 2014) dengan 1.050 orang pekerja. 10) Gedung LKAAM Rp 11,06 miliar (Agustus 2014 – Maret 2015) dengan 210 orang pekerja, dan gedung-gedung lainnya.

4. Pembangunan gedung baru program RPJMP untuk 9 gedung dengan biaya Rp106,37 miliar dengan rata-rata 1.080 orang pekerja pertahun: Stadion Utama Sumbar Rp25,23 miliar (proses tender). Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar Rp13,52 miliar (April 2015 – Desember 2015) dengan 210 orang pekerja. Pembangunan Shelter besar Rp41,06 miliar (Juni 2014 – Desember 2014) dengan 350 orang pekerja. Shelter sedang Rp21,30 miliar (Mei 2012 – Desember 2015) dengan 150 orang pekerja. Dan lain-lain.

Total biaya akibat gempa Rp822,23 miliar. Total biaya program RPJMP Rp106,37 miliar. Totalnya Rp928,6 miliar.

Untuk keseluruhan bantuan terhadap pembangunan akibat gempa yang berasal dari APBN, APBD, luar negeri, orang rantau, lembaga swasta, perusahaan, masyarakat, dll, bisa mencapai Rp6,7 triliun.


www.facebook.com/irwanprayitnomendengar

0 komentar:

Posting Komentar