Pages

Rabu, 29 April 2015

IP Bantah ‘Perkawinan’ dengan NA

PADANG, HALUAN — Petahana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP) yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang kembali akan menduduki posisi Sumbar 1 periode 2015-2020 mendatang, membantah rumor ‘perkawinan’ dirinya dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit (NA) sebagai paket pasangan cagub/ cawagub yang akan dipersandingkan menuju pertarungan Pilgub Sumbar, Desember 2015.

“Belum, belum ada ke­pastian dan kesepakatan soal itu (perkawinan dengan NA), dijodoh-jodohkan mungkin iya. Lagian, ini belum saatnya bicara soal pendamping. Ka­rena posisi saya saja belum jelas, apakah kembali akan diberikan mandat oleh partai atau tidak. Kita lihat saja perkembangannya.

Pada inti­nya, saya siap dipasangkan dengan siapa saja jika memang partai memberi amanah. Yang terpenting, harus sama-sama satu visi dan pandangan untuk Sumbar yang lebih baik dan sejahtera,” kata IP menjawab Haluan, Selasa (28/4).

Meski DPP PKS sudah memberikan sinyal untuk me­ngu­sung kembali dirinya pada Pilgub Sumbar nanti, namun IP sepertinya tak mau se­sum­bar. Diakui, saat ini dirinya masih menunggu mandat dan pengakuan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya belum bisa beri ke­pastian, tak mau sesumbar. Kita tunggu saja,” ujar IP.

IP juga tak menampik jika namanya kerap disebut-sebut Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon kuat yang akan diusung PKS. Untuk hal ter­sebut, IP menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan per­soalan itu kepada partai. “Ya, memang benar. Tapi itu kan sifatnya lisan. De jure-nya kan belum. Politik itu kan dinamis. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkas IP.

Tak Mesti dengan KMP
Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan terpisah menga­takan, sejauh ini PKS masih terus melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai politik lainnya. Bahkan sebut Trinda, pihaknya juga tidak akan menutup diri untuk ber­koalisi dengan partai-par­tai yang tergabung dalam Koalisi In­do­nesia Hebat (KIH).

Menurut Trin­da, dinamika po­litik di daerah ber­beda dengan pusat. Saat ini ko­mu­ni­kasi politik sedang ber­lang­sung de­ngan partai-partai lain­nya. “Tidak mesti (berkoalisi de­ng­an partai yang tergabung dalam KMP). Dengan siapa saja, kita jalan,” ujar Trinda.

Diakui Trinda, PKS Sum­bar memang tidak membuka pendaftaran untuk menjaring balon kepala daerah. PKS sebutnya, hanya melakukan komunikasi informal dengan sejumlah bakal calon dan partai lainnya. Sementara di­sing­gung terkait digadang-gadangnya nama IP sebagai calon kuat yang kembali akan diusung PKS, Trinda juga tidak membantah hal tersebut.

“Di berbagai kesempatan pertemuan dengan DPP, Pre­siden PKS memang telah mem­­berikan sinyal ke arah itu (dukungan untuk IP). Artinya, secara de facto, IP hampir dipastikan akan men­dapat amanah untuk kembali di­usung PKS sebagai calon Gubernur Su­m­bar. Tinggal me­nunggu pengakuan de jure sesuai for­malitas,” pungkas Trinda.

Dari catatan Haluan, IP memang menjadi satu-satunya kandidat bakal calon gubernur yang paling santai dalam meng­hadapi konstelasi Pilgub Sum­bar 2015. Di saat sejumlah kan­didat disibukkan dengan akti­fitas pendaftaran diri ke se­jum­lah partai politik, IP jus­tru terkesan tak mau ambil pu­sing. Apakah IP memang ti­dak ber­niat untuk maju kem­bali. “Saya ini kan kader PKS. Secara pribadi, saya tidak bisa me­mu­tus­kan apa­kah saya akan ma­ju atau ti­dak. Karena yang na­ntinya akan menentukan itu, tetap­lah partai,” tandas IP. (h/yan)

harianhaluan.com 29 April 2015

0 komentar:

Poskan Komentar