Pages

Kamis, 08 Juni 2017

Ramadhan 13

Irsyad Syafar

KELEMAHAN-KELEMAHAN MANUSIA
(وإياك نستعين)

Sudah selayaknya kita manusia senantiasa meminta pertolongan kepada Allah. Karena memang kita sebagai manusia banyak kelemahan. Hanya dengan berserah diri kepada Allah dan menggantungkan harapan kepadaNya, manusia bisa menjadi kuat.

Allah SWT telah menyampaikan berbagai kelemahan manusia itu dari ayat-ayatNya.

Pertama, Allah sudah tegaskan bahwa memang kita manusia diciptakan dalam keadaan lemah. Betapapun kuatnya seseorang, dia tetap makhluk yang lemah. Allah berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا.

Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia diciptakan bersifat lemah". (QS An Nisa: 28).

Kedua, manusia itu suka dan selalu membantah. Akibatnya mereka jatuh kepada kesalahan-kesalahan, atau bahkan menantang Allah SWT.  Dalam firmanNya, Allah nyatakan:

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا.

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah". (QS Al Kahfi: 54).

Akibat dari banyaknya berbuat kesalahan dan pembangkangan, tentunya akan mendatangkan adzab atau siksa dari Allah. Seperti halnya bani israil yang terlalu sering membantah aturan Allah, sehingga mereka dibinasakan oleh Allah.

Ketiga, manusia lemah karena sering berbuat zhalim dan bodoh. Zhalim karena menganiaya diri sendiri dan orang lain. Bodoh karena mengutamakan dunia dari akhirat, mengedepankan keburukan dari pada kebaikan. Zhalim dan bodoh karena menyia-nyiakan amanah. Allah berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh". (QS Al Ahzab: 72).

Keempat, kelemahan manusia adalah karena manusia mencintai kehidupan dunia. Padahal itu bukan kehidupan yang hakiki. Dan bukan kampung mereka yang sebenarnya. Harusnya kampung aslinya adalah sorga. Tempat ayah bunda pertama diciptakan, Adam dan Hawa. Tentang cinta dunia ini Allah katakan:

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ.

Artinya: "Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia". (QS Al Qiyamah: 20).

Kelima, manusia senang berbuat maksiat dan dosa. Allah berfirman:

بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ.

Artinya: "Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus." (QS Al Qiyamah: 5).

Akibat ulah dosa manusia itu, manusia menuai sendiri berbagai petaka. Zina dan homo seksual telah menimbulkan berbagai penyakit dan rusaknya rumah tangga. Minuman keras dan narkoba telah menimbulkan rusaknya otak dan sakit jiwa. Pencurian, perampokan dan pembunuhan telah membuat kehidupan menjadi ganas. Dan berbagai efek lainnya dari maksiat yang dilakukan manusia.

Keenam, manusia sering berkeluh kesah. Tak pernah puas. Bila ditimpa musibah dia berkeluh kesah. Bila mendapat nikmat, dia kikir, pelit dan malas berbagi. Allah berfirman:

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا. وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا.

Artinya: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir". (QS Al Ma'arij: 19-21).

Ketujuh, manusia sering kali melakukan tindakan melampaui batas. Apalagi disaat merasa punya kelebihan. Baik kelebihan harta, tahta, popularita dan ilmu pengetahuan. Allah berfirman:

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ.

Artinya: "Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup." (QS Al 'Alaq: 6-7).

Dan masih banyak lagi kelemahan-kelemahan manusia yang lain. Hanya dengan berlindung kepada Allah dan meminta pertolongan kepadaNya, manusia bisa mendapat pengecualian dari kelemahan tersebut.

Seaungguhnya, kita dapat hidayah, mau beramal shaleh, bisa makan dan minum, punya pakaian dan tempat tinggal dan lain-lain, semuanya karena pertolongan Allah. Rasulullah saw bersabda:

يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته ، فاستهدوني أهدكم ، يا عبادي كلكم جائع إلا من أطعمته ، فاستطعموني أُطعمكم ، يا عبادي كلكم عار إلا من كسوته ، فاستكسوني أكسكم ، يا عبادي إنكم تخطئون بالليلِ والنهار ، وأنا أغفر الذنوب جميعا فاستغفروني أغفر لكم... (رواه مسلم عن أبي ذر).

Artinya: "Wahai hambaKu, semua kalian itu sesat, kecuali yang Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk agar aku tunjuki. Wahai hambaKu, semua kalian itu kelaparan, kecuali yang Aku beri makan. Maka mintalah kepadaKu makan, niscaya Aku akan beri makan. Wahai hambaKu, semua kalian itu telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian. Maka mintalah kepadaKu pakaian, niacaya akan Aku beri pakaian. Wahai hambaKu, seaungguhnya kalian berdosa siang dan malam, sedangkan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku akan ampuni". (HR Muslim).

Maka menjadi kebutuhan rutin kitalah setiap hari untuk meminta tolong kepada Allah SWT.

Wabillahi Nasta'in.

0 komentar:

Posting Komentar