Pages

Kamis, 15 Juni 2017

Ramadhan 18

IBADAH ITU TUJUAN, ISTI'ANAH ITU SARANA
(إياك نعبد وإياك نستعين)

Beribadah kepada Allah adalah tujuan penciptaan manusia. Adapun minta tolong (isti'anah) kepada Allah hanyalah sarana untuk beribadah. Allah Ta'aala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ. مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ. إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ.

Artinya: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS Adz Dzariyat: 56-58).

Sangat jelas Allah sebutkan tujuan penciptaan jin dan manusia dari ayat di atas. Yaitu hanya untuk beribadah. Pengecualian "melainkan" setelah adanya penafian "tidak Aku ciptakan" menunjukkan bahwa khusus hanya untuk itu tujuannya. Adapun masalah rezki dan mencari rezki, itu masuk dalam kategori isti'anah. Ia hanya sarana untuk memudahkan ibadah.

Makna ini dikuatkan lagi dalam ayat lain:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ.

Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa". (QS Thahaa: 132).

Dari ayat ini ditegaskan bahwa Allah hanya menagih shalat (ibadah) dari hambaNya. Dia tak pernah menunggu setoran harta kepadaNya. Dia yang menyelesaikan dan memberikannya.

Karena itu, beribadah lebih utama dari pada meminta tolong. Beribadah itu adalah hak Allah. Sedangkan minta tolong itu adalah hak manusia. Maka hak Allah lebih utama dari hak manusia. Dan menunda-nunda ibadah karena kesibukan pekerjaan, sama artinya menyepelekan hak Allah dan mendahulukan hak manusia.

Bila seorang hamba komit dengan ibadahnya, niscaya Allah akan jamin hak isti'anahnya. Rasulullah saw bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال : ( إن الله تعالى يقول : يا بن آدم تفرغ لعبادتي أملأ صدرك غنى وأسدُّ فقرك ، وإلا تفعل ملأت يديك شغلا ولم أسد فقرك ) رواه الترمذي وابن ماجة والإمام أحمد في مسنده وغيرهم ، وحسنه الترمذي وصححه الألباني .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, Allah Ta'aala berfirman: "Wahai anak Adam, fokuslah dalam beribadah kepadaKu, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutupi kefaqiranmu. Jika tidak engkau perbuat (begitu), maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesusahan dan Aku tidak tutupi kefaqiranmu." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dishahihkan Albany).

Dengan demikian, ibadah adalah prioritas utama kehidupan seorang manusia. Adapun meminta pertolongan untuk kehidupan dunia ini kepada Allah merupakan sarana bagi manusia untuk dapat beribadah dengan baik.

Sehingga, disaat seorang hamba mencari rezki yang halal, bekerja maksimal di dunia, itu semua adalah dalam rangka agar mudah dan maksimal dalam beribadah kepada Allah.

Jangan sampai terjadi sebaliknya. Bekerja dan mencari berbagai sarana di dunia menjadi prioritas utama. Sedangkan ibadah hanyalah sambilan atau pelengkap saja. Dikerjakan sesempatnya, sekedar ada waktu dan kelapangan. Tentu ini akan berakibat kesengsaraan di dunia dan akhirat.

Rasulullah telah gambarkan dua tipe obsesi manusia dalam ibadah dan bekerja:

عن أنس رضي الله عنه قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : ( من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه ، وجمع له شمله ، وأتته الدنيا وهي راغمة ، ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عينيه ، وفرق عليه شمله ، ولم يأته من الدنيا إلا ما قدر له ) صححه الألباني .

Artinya: Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Barang siapa yang obsesinya akhirat, niscaya akan Allah berikan kekayaan di hatinya, Allah himpun urusan2nya, dan dunia akan datang kepadanya tunduk menyerah. Sedangkan orang yang obsesinya hanya dunia, niscaya Allah akan jadikan kemiskinan di matanya, Allah porak-porandakan urusannya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali hanya sekedarnya". (HR Tirmidzi, dishahihkan Albany).

Betapa beruntungnya orang yang obsesinya adalah ibadah(akhirat). Akan diliputi oleh kekayaan dan keberkahan. Sebaliknya, alangkah meruginya orang yang obsesinya hanya dunia. Kemana mata memandang, selalu merasa miskin. Banyak pekerjaan yang tidak tuntas atau bermasalah. Lalu kenikmatan dunia yang diperoleh juga terbatas, walaupun hartanya banyak.

Bagi hamba yang beriman, mendahulukan ibadah dari pada isti'anah juga merupakan sebuah adab dan sopan santun kepada Allah. Sekaligus merupakan wujud syukur kepadaNya atas berbagai nikmat yang telah diberikanNya tanpa meminta sebelumnya.

Wallahu A'laa wa A'lam.

0 komentar:

Posting Komentar