Halaqah Keluarga Pertama Kami - PKS Sumbar

02 September 2025

Halaqah Keluarga Pertama Kami


Oleh: Umi Nusaibah 

Kemarin sore adalah hari yang istimewa bagi keluarga kecil kami. Untuk pertama kalinya, kami mengadakan halaqah keluarga, sebuah majelis kecil yang kami bangun bersama, sederhana tapi penuh makna.

Kak Nusaibah menyebutnya dengan nama yang indah, Liqo' Keluarga.

Uni Maryam berperan sebagai moderator, umi mentasmi’kan surat An Naba', kultum disampaikan oleh Kak Nusaibah. Dan tentu saja puncaknya adalah nasihat dari sang murabbi agung dalam keluarga ini, Abi tercinta.

Dan jangan lupakan si kecil, adik Muhammad, yang menemani acara dengan riang gembira sambil bermain balon.

Kultum Perdana: Malaikat Itu Nyata

Sore itu, Kak Nusaibah menyampaikan kultum pertamanya dengan penuh semangat.
Temanya adalah, “Ternyata malaikat juga berwujud, lho.”
Karena ini kali pertama, Kakak masih membacakannya dari buku. Tapi sungguh, ada rasa syahdu yang hadir saat ia berbagi ilmu, membuat suasana hati kami hangat.

Abi pun tak kalah memberi warna. Ia menyuguhkan kisah tentang Imam Kisa'i. Dahulu, beliau hanyalah seorang penggembala kambing. Namun suatu hari, seorang ibu menjadikannya contoh kebodohan di depan anaknya. Kata-kata itu membuatnya tersentuh, hingga ia menjual kambing-kambingnya, lalu tekun belajar meski sudah berusia 40 tahun.
Hasilnya luar biasa, ia tumbuh menjadi ulama besar, bahkan menjadi guru bagi anak-anak khalifah.

Pesan Abi jelas, Jangan pernah berhenti belajar. Jangan marah ketika direndahkan. Teruslah berusaha, sebab ilmu akan mengangkat derajatmu.
MasyaAllah, kisah-kisah dari Abi memang selalu berhasil membangkitkan semangat kami.

Kehangatan Sore Itu

Sore itu semakin lengkap dengan suguhan kecil yang dibawakan Abi, roti bakar lumer dan susu full cream, kesukaan kami semua. Mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam kebersamaan, segalanya terasa begitu nikmat.

Di penghujung halaqah, Abi memimpin doa. Suasana hening, hati kami terhubung dan ada harapan yang terpanjat, semoga majelis kecil ini menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup keluarga kami.

Kami sepakat, halaqah ini akan menjadi agenda rutin sekali dalam dua pekan. Tugas-tugasnya akan bergilir, agar anak-anak belajar arti tanggung jawab. Lebih dari itu, kami ingin mereka merasakan bahwa ibadah, ilmu, dan kebersamaan adalah sesuatu yang indah.

Harapan Seorang Ibu

Di dalam hati, umi hanya berdoa:
“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami shalih dan shalihah, cintakan mereka kepada ilmu, jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang istiqamah dalam belajar hingga akhir hayat.”

Mumpung hari Senin ini anak-anak sedang libur karena akan ada demo, bolehlah umi memberi hadiah kecil untuk mereka. Kata mereka dengan ceria, “Masak enak lagi ya, Umi?”
Dan tentu umi menjawab dengan senyum, “Siap!”

Halaqah ini mungkin sederhana, tetapi doa kami besar, semoga dari ruang tamu kecil ini lahir jiwa-jiwa yang cinta ilmu, cinta kebaikan dan cinta Allah.

Bagikan

Give us your opinion

Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done