SUMBAR.PKS.ID,PADANG- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 yang ke-10 di Kompleks Perguruan Islam Ar-Risalah, Padang, pada hari Rabu. Peringatan satu dekade sejak penetapan Hari Santri pada tahun 2015 ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia," sejalan dengan peran historis dan kontemporer santri dalam pembangunan bangsa.
Dalam apel yang dihadiri sekitar 1.000 peserta, termasuk Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar H. Edison, jajaran Forkopimda, para ulama, serta pimpinan pondok pesantren se-Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi membacakan amanat resmi Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nassaruddin Umar, MA.
Momen ini juga digunakan Gubernur untuk menyampaikan harapan dan komitmen Pemerintah Provinsi terhadap dunia pesantren.
Gubernur Mahyeldi secara khusus mengungkapkan harapannya agar Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 mendatang dapat diselenggarakan di halaman Istana Gubernur Sumatera Barat.
"Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi saat ini sedang mengupayakan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitasi Dukungan untuk Pesantren. Proses Perda ini, sudah berada di Kementerian Dalam Negeri untuk dievaluasi, dan diharapkan dapat segera tuntas dalam waktu dekat," ungkap Mahyeldi.
Gubernur Mahyeldi juga memberikan tambahan penghargaan masing-masing sebesar Rp 2.500.000 kepada lima santri berprestasi asal Sumatera Barat pada ajang Musabaqah Qira'atil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025.
Apel peringatan yang berlangsung khidmat ini menegaskan kembali peran strategis santri sebagai agen peradaban dan penjaga keutuhan bangsa. (*)