Pages

Jumat, 20 Juli 2012

Rendah, Realisasi APBD Sumbar

Gubernur Minta SKPD Bekerja Maksimal

Padang, Padek—Gubernur Sumatera Barat, Irwan Pra­yitno meminta seluruh pim­pinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bekerja mak­simal, terarah dan terukur. Sebab, hingga kini realisasi keuangan semester pertama di tahun 2012 masih rendah.

Kinerja Biro Pengelolaan Aset Daerah Setprov Sumbar tercatat yang terendah. Rea­lisasi  keuangan semester per­tamanya hanya 14,58 persen. Disusul Dinas Peternakan terendah kedua dengan rea­lisasi 17,39 persen, Kantor Penghubung  urutan ketiga  terendah 19, 86 persen.

Demikian terungkap da­lam rapat monitoring APBD di auditarium Gubernuran, ke­marin. Rapat  dipimpin Gu­bernur Sumbar Irwan Prayitno dan dihadiri Biro Administrasi Pembangunan dan Kerja Sama Rantau Suhermato Raza dan Asisten II Setprov Sumbar Syafrial.


Realisasi fisik di Biro Pe­merintahan adalah 41,91 % dan keuangan 26,96 %, rea­lisasi  kegiatan fisik Biro Hu­kum 48,33 % dan keuangan 39,44 %, realisasi  kegiatan  fisik Biro Humas 51,19 % dan keuangan 43,05 %. Realisasi kegiatan  fisik Biro Ad­mi­nistrasi Pembangunan dan Kerja Sama Rantau 50,46  % dan Keuangan  41,50 %, rea­lisasi kegiatan fisik Biro Pere­konomian 50.00 % dan ke­uangan  37,63 %. Realisasi kegiatan fisik Biro Bina Sosial 28,91 % dan keuangan 21,12 %, realisasi kegiatan fisik Biro Umum 48,61 % dan keuangan 45,18 %, realisasi kegiatan fisik Biro Organisasi 64.00 % dan keuangan  32.86 % dan rea­lisasi kegiatan fisik Biro Pe­ngelolaan Aset Daerah 43,52 % dan keuangan 14,58 %.

“Untuk biro yang paling tinggi realisasi keuangannya adalah Biro Umum, disusul Biro  Humas dan Biro Ad­ministrasi Pembangunan dan Kerja Sama Rantau. Se­dang­kan yang paling rendah adalah Biro Pengelolaan Aset Dae­rah,” ujarnya.

Untuk  realisasi kegiatan fisik Dinas Pengelolaan Sum­ber Daya Air 42,22 persen dan keuangan 31,65 persen, rea­lisasi kegiatan fisik  Dinas Pra­sana Jalan, Tata Ruang &  Permukiman  29,35 persen dan keuangan 23,73 persen, realisasi kegiatan fisik Dinas Perhubungan, Komunikasi & Inforkom 32,10 persen dan keuangan 30,35 persen, rea­lisasi  kegiatan fisik Dinas Ke­sehatan 49,96 persen dan keuangan 30, 92  persen, rea­lisasi  kegiatan fisik Dinas Pendidikan 45,42  persen dan keuangan 30,23 persen, rea­lisasi kegiatan fisik  Dinas Pemuda dan Olahraga 50,56  persen dan keuangan 23,80 persen, realisasi  kegiatan fisik Dinas  Pertanian  Tanaman Pangan 47,71 persen  dan ke­uangan 33,31  persen, realisasi kegiatan fisik  Dinas Per­ke­bunan 49,59 persen dan ke­uangan  27,13 persen, realisasi kegiatan fisik Dinas Kehu­tanan 46, 75 persen dan ke­uangan  42,22, realisasi kegia­tan fisik  Dinas Peternakan 50,81 persen dan keuangan 17,39 persen.

Realisasi kegiatan fisik Dinas Kelautan dan Perikanan 47,51 % dan keuangan 22,92 %, realisasi  kegiatan fisik Dinas Perindustrian dan Per­da­gangan 40,57 % dan ke­uangan 21,39 %, realisasi  ke­giatan fisik Dinas Koperasi dan UKM  46,66 % dan  keuangan 42,81  % dan  realisasi kegiatan fisik Dinas Pengelolaan Ke­uangan Daerah 32, 28 % dan  keuangan 31, 69  %. Sementara itu, realisasi  kegiatan fisik Dinas Kebudayaan Pariwisata 43,28  % dan keuangan  30,44 %, realisasi kegiatan fisik  Di­nas Energi dan Sumberdaya  Mineral 42,35 % dan keuangan 36,38  %, realisasi kegiatan fisik  Dinas Tenaga  Kerja dan  Transmigrasi 49, 27 % dan keuangan 44, 90 %, realisasi  kegiatan fisik Dinas  Sosial 44, 28 % dan keuangan 40,25 %.

“Realisasi  keuangan  paling tinggi sebanyak 44,90  % berhasil dicapai Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi, di­susul Dinas Koperasi dan UKM 42, 81   persen. Se­dang­kan realisasi keuangan untuk  dinas  yang paling rendah  adalah Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian dan  per­dagangan,”ucapnya.

Sedangkan realisasi  ke­giatan fisik untuk Badan Pem­berdayaan Masyarakat 49,33 % dan keuangan 44,48 %, realisasi  kegiatan fisik Badan Kordinasi Penanaman Modal  Provinsi (BKPMP) 50, 86 % dan keuangan 29,31 %, rea­lisasi keuangan Bappeda 53,71 % dan keuangan 39, 43  %, realiasi kegiatan  fisik Inspek­torat provinsi 48,70 % dan keuangan  47,48  %, realisasi kegiatan fisik Badan Kes­bang­pol dan Linmas  47,51 % dan keuangan 42,62  %, realisasi kegiatan  fisik Badan Ke­pe­ga­waian  Daerah 41,52 % dan keuangan 26,62 %, realisasi  kegiatan fisik Badan Pen­didi­kan  dan Pelatihan 50,76 % dan keuangan 50,57 %, realisasi  kegiatan  fisik Badan Per­pustakaan dan Arsip 52,01 % dan keuangan 36,56 %, rea­li­sasi kegiatan fisik Bapedalda 48,65 %  dan keuangan 40,21 %.

Realisasi kegiatan fisik Badan Ketahanan Pangan 39,99 % dan keuangan 37,12 %, realisasi kegiatan fisik Ba­dan Pemberdayaan  Perem­puan dan KB 50,76 % dan keuangan  43,79 %, realisasi  kegiatan fisik Kantor  Peng­hubung Pemda 30,89  %  dan  keuangan 19,86 %, realisasi  kegiatan  fisik Kantor Satpol PP 47,37 % dan keuangan  47,37 %, realisasi kegiatan fisik Ba­dan  Penanggulangan Bencana Daerah 31,76 % dan keuangan 25,99 %, realisasi kegiatan fisik RS Dr Achmad Muchtar Bu­kitinggi 50,13 % dan keuangan  43,98  %. Realisasi kegiatan fisik RSU Pariaman 40,10 persen dan keuangan 31,98 %, realisasi kegiatan fisik RSU Solok 56,08  % dan keuangan 26,56 %, realisasi   kegiatan fisik RSJ HB Sa’anin Padang 43,39  % dan keuangan 29, 45 %.

“Realisasi keuangan paling tinggi adalah Badan Kes­bang­pol dan  Linmas disusul Ins­pektorat  dan kantor Satuan Polisi PP. Sementara  realisasi kegiatan  fisik paling tinggi adalah RSU Solok disusul Bappeda dan Badan  Per­pus­takaan dan Arsip,” jelasnya. (*)

Padang Ekspres 20 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar