Pages

Jumat, 13 Juli 2012

Sekali Gas, F-Wan Menang

PAYAKUMBUH — Pemilihan Umum Kepala Daerah Payakumbuh, Kamis (12/7) berakhir dengan hasil mengagetkan. Semula diprediksi berlangsung dua putaran, justru sekali gas langsung sampai di finish.

Pemenangnya adalah pasangan Riza Falepi-Suwandel Mukhtar (F-Wan). Pasangan ini melaju kencang bak di arena Formula 1, balap tingkat dunia itu.

Kandidat yang diusung PKS-PDI Perjuangan itu, menang dengan total dukungan 18.510 suara atau 36,00 persen, dari jumlah pemilih 51.412. Jumlah DPT seluruhnya 83.837 jiwa.
Setelah memastikan kemenangan, kubu F-Wan langsung merayakan kemenangannya bersama seluruh kader partai, simpatisan, relawan serta masyarakat akar rumput. Tidak terkecuali, terlihat pula wajah pejabat Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko.

“Kemenangan F-Wan, adalah kemenangan rakyat,” sebut Riza Falepi, dalam konfrensi persnya.
Ia bertekad akan melahirkan sistem yang baik di Kota Payakumbuh. “Hal yang mendasar perlu dilakukan, yakni jalur cepat dalam pembangunan. Kalau pusat tidak mau membantu, kita yang akan membangun sendiri. Insya Allah, kami berpengalaman di pusat. Bersama Pak Wandel, kami berniat agar basamo awak bangun Payokumbuah,” papar Riza, menyuarakan tagline kampanyenya.
Baik Riza maupun Suwandel Muchtar sama-sama mengungkapkan rasa terima kasih, atas kekompakan seluruh masyarakat dan tim pemenangannya. Oleh sebab itulah, F-Wan bertekad akan menjadikan Payakumbuh sebagai kota termaju di Sumbar. “Kami tidak akan bisa bekerja, jika masyarakat tidak mendukung. Makanya, kemenangan F-Wan adalah kemenangan rakyat,” sambung dia.
Hadir dalam acara kemenangan itu, petinggi PKS Sumbar hingga Payakumbuh, Ketua PDI Perjuangan Sumbar dan seluruh tim anak nagari pemenangan F-Wan di bawah komando Anton Permana, serta sederet politisi PKS seperti Nasrullah Nukman dan Tri Venindra.
Ketua PDI Perjuangan Payakumbuh, Aribus Madri berharap, agar F-Wan menjadi walikota rakyat, bukan walikota PKS maupun PDI Perjuangan.
Catatan Singgalang, dari 5 kecamatan yang ada di kota Payakumbuh, total Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 83.837. Di Kecamatan Payakumbuh Utara (20.449), Payakumbuh Timur (16.835), Payakumbuh Selatan (6.840) dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina) dengan jumlah DPT 6.595. Dari lima kecamatan itu, F-Wan hanya kalah di Payakumbuh Selatan.
Incumbent tumbang
Dengan kemenangan F-Wan tersebut, otomatis calon walikota incumbent, Syamsul Bahri-Weri Yunaldi harus mengubur impiannya. Kader Ketua Partai Demokrat Sumbar, Josrizal Zain yang juga Walikota Payakumbuh itu, hanya menempati urutan ketiga di bawah Cawako usungan Golkar dan Delapan Parpol lainnya, Almaisyar-Dedrizal. Almaisyar-Dedrizal, mengantongi 22 persen suara.
Lebih mengejutkan lagi, Syamsul-Weri, juga kalah tipis oleh calon independen, Desra-Fitma Indrayani di lumbung suaranya, Kecamatan Payakumbuh Timur. Desra-Fitma sebagai pendatang baru dalam alek Pemilukada itu terbukti memiliki elektabilitas yang mengalahkan tiga pasangan calon usungan Parpol dan independen lainnya.
Mereka yang berada di bawah posisi Desra-Fitma adalah, Jusri Zainul-Supardi yang diusung Partai Bulan Bintang (PBB) dan sejumlah Parpol non parlemen lainnya, Mulyadi Afmar-Edward DF (independen) dan Nusyrwan Nazar Sago-Chandra Setipon yang diusung oleh Partai Amanat Nasional.
Selamat dari lawan
Sementara itu, calon Walikota Desra dan calon wakil walikota nomor urut 4, H. Weri Yunaldi alias Haji Singa, mengucapkan selamat atas perolehan suara yang diraih pasangan Riza-Wandel. Menurut Haji Desra, wujud demokrasi yang selama ini dia lakukan bersama pejuang gerakan sosial baru, bukanlah mencari menang dan kalah, tapi perjuangan yang berlandaskan hakikat kehidupan.
Temuan Panwas
Dalam Pemilukada kemarin, Panitia Pengawas Pemilihan Umum ikut menemukan beragam kejanggalan. Seperti halnya, kasus mobiler milik tim pemenang pasangan cawako lengkap dengan atribut yang mondar-mandir ke tempat pemungutan suara. Kasus ini, tengah ditangani oleh Panwaslu.
Menurut Ketua Panwaslu Payakumbuh Yusril Yazid, ada tiga jenis mobil kandidat walikota bergambar lengkap, lalu lalang ke TPS. “Kesannya mempengaruhi pemilih. Ini tidak boleh dalam aturan. Setelah itu, kita juga menemukan adanya kasus oknum anggota KPPS dan PPK yang membawa kertas suara ke rumah penduduk. Kertas suara dibawa, karena alasan pemilih tengah sakit namun dia hendak menggunakan hak pilihnya.
“Dalam aturan, kertas suara itu tidak boleh dibawa-bawa. Itu bisa pidana. Kita temukan kasus ini, di kawasan Koto Nan Ompek. Kita tengah mengumpulkan datanya,” sebut Yusril, menjawab Singgalang di balik gagang teleponnya.
18 Juli
Penetapan hasil Pemilukada Payakumbuh itu resmi akan diumumkan pada 18 Juli. Dengan demikian, sebelum puasa sudah ada walikota Payakumbuh terpilih.
Ketua KPU Kota Payakumbuh, Hendrayani menyebutkan, penghitungan hasil di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan dilakukan, Jumat (13/7) sampai 15 Juli. Sementara, penghitungan di tingkat kota 16 – 17 Juli 2012.
Sejauh ini, katanya, proses Pilkada mulai dari persiapan sampai pencoblosan berjalan lancar. Diperkirakan partisipasi pemilih sampai 70 persen.
Sementara, Ketua KPU Pusat, Husni Kamil Manik yang ikut memantau pelaksanaan pesta demokrasi rang Kota Galamai itu mengharapkan semua proses bisa berjalan lancar sampai akhir dan tidak sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami berharap angka gugatan di MK berkurang. Kalaupun ada persoalan agar diselesaikan dengan pendekatan. Pemko dan KPU agar melakukan pendekatan pada para calon agar mereka siap menang dan siap kalah,” katanya.
Seumpama ada gugatan, bisa diselesaikan dengan baik. Apapun keputusan MK harus dihormati.
Dari hasil pantauan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), tidak ditemukan adanya kendala yang berarti. Masyarakat juga nampak antusias mendatangi TPS. (501/302/014)

Singgalang 13 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar