Pages

Kamis, 19 Juli 2012

Sumbar Raih Penghargaan Pangan

Padang, Padek—Gubernur Sum­bar, Irwan Prayitno bersama 7 bupati dan 3 wali kota se-Sumbar menerima penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Kempinski Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (18/7). Penghargaan ini apre­siasi dari pemerintah pusat untuk kepala daerah yang berhasil me­ningkatkan produksi padi di atas 5 persen.  

Bupati/wali kota yang menerima penghargaan ini adalah Bupati Pa­saman Barat Baharuddin R, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe, Bupati Solok Syamsu Rahim, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Bupati Si­junjung Yuswir Arifin, Bupati Dhar­masraya Adi Gunawan, Wali Kota Payakumbuh, Josrizal Zain, Wali Kota Padangpanjang, Suir Syam dan Wali Kota Sawahlunto Amran Nur.

“Peningkatan produksi pangan khususnya padi terus dilaksanakan dalam upaya mencapai kemandirian pangan, menjamin ketahanan pangan masyarakat dan pencapaian swa­sembada pangan dan swasembada berkelanjutan untuk memenuhi surplus 10 juta ton beras tahun 2014 secara nasional,” kata Gubernur Irwan Prayitno.


Sumbar sebagai satu dari 12 pro­vinsi penyanggah beras nasional, terang Irwan, ikut berperan dalam target pencapaian surplus 10 juta ton beras tahun 2014. Berbagai upaya dilakukan, yang didahului dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pertanian RI, Suswono dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno ten­tang P2BN pada 19 September 2011, di kantor Kementerian Pertanian. Dilanjutkan dengan kesepakatan gubernur dengan bupati/wali kota untuk men­dukung P2BN dalam rakor bupati/wali kota di Bukit­tinggi, November lalu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hor­ti­kultura Sumbar, Djoni me­nambahkan, produksi padi Sumbar tahun 2011 mencapai 2.279.602 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas ta­nam 461.709 ha dan pro­duk­tivitas rata-rata 49,37 ku/ha (Atap/angka tetap 2011, BPS).  Adapun sasaran produksi tahun 2012, sebesar 2.397.597 ton GKG yang terus meningkat setiap tahun. 

Upaya yang dilakukan un­tuk mendukung surplus 10 juta ton beras tahun 2014 ini di antaranya melalui pe­ning­katan produktivitas, perluasan areal dan pengelolaan lahan, penurunan konsumsi beras dan penyempurnaan ma­na­jemen.

“Kegiatan yang dilak­sa­na­kan di antaranya Bantuan Langsung Benih Unggul (BL­BU), pupuk bersubsidi, reha­bilitasi Jaringan Tingkat Usaha Tani (JITUT) dan Jaringan Irigasi Desa (JIDES),” pung­kasnya. (ayu)

Padang Ekspres 19 Juli 2012

0 komentar:

Posting Komentar