Pages

Selasa, 28 Agustus 2012

PNS diharapkan tingkatkan kinerja usai Lebaran

Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengingatkan tentang upaya untuk terus meningkatkan kinerja kepada seluruh PNS di daerah itu, khususnya usai libur nasional terkait perayaan Lebaran 2012.

"Acara halal bi halal kegiatan yang patut kita kembangan terus, sebagai bagian dari sikap saling memaafkan untuk meningkatkan kinerja," kata Irwan Prayitno pada acara Halal bi Halal yang diselenggarakan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Padang, Senin.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) M. Sayuti DT. Rajo Panghulu, Kabiro Humasprov diwakil Kabag Penerangan Iswan Akhir, dan para mantan Kadis PSDA, pensiunan, serta karyawan-karyawati instansi tersebut.

Menurut Gubernur bahwa seharus sikap saling memaafkan setiap hari dilakukan, agar terhindari dari penyakit sakit hati yang membuat susah diri sendiri.

Kendati demikian, urusan PNS tetap dijalankan bagi yang tidak taat aturan kedisiplinan dalam tugas, mulai dari teguran lisan, tertulis hingga pemecatan dan tak bisa dimaafkan.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyontohkan, bahwa Rasulullah SAW, telah memberikan taulan dalam hidup keseharian, ketika seorang kafir yang senang mengolok-olok, meludahi.

Namun, ketika sang pengolok itu sakit, Nabi Muhammad kemudian tetap menjenguknya, sehingga dengan kebaikan itu, maka orang tersebut akhirnya masuk Islam.

Jadi, banyak contoh lain seperti Kisah Umar Bin Khatab, yang dulunya juga seorang kafir Qurais, tapi kemudian masuk pada agama Islam.

Rasulullah juga memberikan perhatian, bagaimana sikap memaafkan cukup penting untuk menjaga silaturrahim dan kebersamaan umat.

"Kita seharusnya juga demikian selalu menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam berkerja di tempat kerja, sehingga secara bersama-sama dapat menyelesaikan tugas secara baik yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Sebaliknya, apabilan ada seseorang kurang bersikap pemaaf, berdampak pada sikap psikologis diri sendiri, karena semua persoalan menjadi problema bagi dirinya sendiri.

Artinya, seseorang itu telah membuat dirinya sudah dan bukan kerana faktor eksternal dirinya atau kondisi lingkungan sekitar yang terjadi.

Gubernur juga menyinggung, persoalan kedinasan dan tertib administrasi perkantoran, Nabi Muhammad SAW juga memberikan contoh ketika memberikan hukum kepada sahabat yang bersalah untuk puasa berhubungan dengan istri masing-masing selama tiga bulan dan menjaga masjid.

"Hukuman yang ditetapkan itu dijalankan oleh sahabat nabi, karena kesalahan yang dilakukan," ujarnta.

Sebab, sanksi itu merupakan sebuah tantangan dalam berkerja, guna meningkatkan disiplin diri untuk kembali berbuat pada yang seharusnya.

Menurut dia, bekerja merupakan sebuah pengabdian yang dilakukan dengan kesungguhan, agar apa yang akan diraih bersama dapat menjadi kenyataan.
Di Dinas Perhubungan

Kepala PSDA Sumbar, Ali Musri menambahkan, kegiatan halal bi halal sebagai upaya untuk membangunan silaturrahim guna menyukseskan kinerja dilingkungan PSDA.

"Selama ini, telah mampu merekatkan hati dan persaudaraan di lingkungan mitra kerja PSDA dan karyawan-karyawati, mudah-mudah ini mendapat berkah dari sang Pecipta," ujar dia.

Dalam hari yang sama Gubernur Irwan Prayitno juga melakukan acara yang sama di rumah Kadis Perhubungan bersama karyawan-karyawati dilingkungan Provinsi Sumbar.

Kadis Perhubungan Murdika juga mengajak karyawan-karyawati Dinas Perhubungan untuk selalu membangun hubungan silaturrahmi yang baik, guna meningkatkan kinerja dalam memberi pelayanan ke masyarakat.

(KR-SA/I014)

antaranews.com 27 Agustus 2012

0 komentar:

Posting Komentar