Pages

Minggu, 12 Mei 2013

Bedah Lapau, Motivasi Menjadi Kaya

Riang benar hati Meri Roza. Kini perempuan itu bisa tersenyum lebar. Warung kecil yang jadi tumpuan ekonomi keluarganya telah berubah rupa. Sudah tacelak, semakin senang pelanggannya berbelanja di sana.

Meri Roza adalah warga Korong Jambak, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Senin sore (6/5) warung kecilnya diresmikan oleh Anggota DPR-RI, H. Refrizal. Meri menjadi salah satu penerima bantuan program bedah lapau yang digagas anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Sambil mempromosikan warung barunya yang diberi nama “Dua Putri”, Meri mempersilahkan setiap pengunjung mencicipi nasi goreng khas Kasang buatannya. “Makanlah, Pak! Nasi goreng buatan Kasang,” ujarnya semangat.

Warung Meri kini sudah kelihatan badagok. Bangunannya berdiri kokoh dan rapi. Ia bisa menarik banyak pelanggan, sehingga memberikan keuntungan yang membuat asap dapurnya terus mengepul.
Tak hanya menerima bantuan perbaikan warung, Meri juga menerima bantuan modal. H. Refrizal menyerahkan bantuan modal itu dalam bentuk uang tunai. “Dihitung dulu. Nanti gunakan untuk mengembangkan lapau ini,” ujar Refrizal ketika menyerahkan bantuan modal secara langsung.

Bedah lapau merupakan program yang digagas Refrizal melalui Refrizal Foundation yang dibentuknya. Lembaga ini juga bergerak dalam pemberdayaan pemuda, bantuan beasiswa, pelatihan dan kegiatan sosial lainnya. Ada pun program bedah lapau menurut anggota DPR-RI yang asli Piaman ini, prinsipnya adalah memberi kail sekaligus umpan. Masyarakat diberdayakan secara ekonomi. Caranya adalah mendorong masyarakat memberdayakan diri secara mandiri.

Program ini sudah lama dan rutin dilakukan. Untuk agenda tahun ini saja, sejak Januari lalu sudah 30 lapau yang dibedah. Semuanya tersebar pada enam kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
“Bedah lapau ini memotivasi masyarakat menjadi kaya dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kalau sudah kaya, masyarakat bisa membuat rumah yang layak, bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya,” ungkap Refrizal.

Lapau menurut Refrizal memang dekat dengan kehidupan ekonomi masyarakat Sumbar. Banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya dari sana. Lapau juga menjadi tempat pemenuhan kebutuhan harian masyarakat secara luas. Tak hanya fungsi ekonomi, lapau juga memiliki fungsi sosial-budaya dalam masyarakat Sumbar.

Di lapau interaksi sosial dan mobilisasi informasi terjadi. Dengan menghidupkan lapau, berarti menghidupkan ekonomi sekaligus menghidupan sendi sosial dan budaya masyarakat.

Program bedah lapau yang digagas Refrizal ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Terlihat dari acara peresmian yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, acara peresmian tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan keakraban.

Refrizal usai meresmikan lapau di Nagari Kasang terus bertolak ke nagari lain untuk meresmikan lapau-lapau yang selesai dibedah.

“Besok ada beberapa lapau lagi yang akan diresmikan. Tapi, ada jadwal yang bentrok, jadi di antaranya diundur. Bedah lapau memang spesialisnya Pak Refrizal,” ujar Ridwan, staf anggota DPR itu.
(009)

Singgalang

0 komentar:

Poskan Komentar